[KHOTBAH] LIFE LIKE A DONKEY, 28 Juli 2019

LIFE LIKE A DONKEY

Mazmur 73:22

“aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu”

Sebagai orang percaya, seringkali kita diperhadapkan dengan masalah hidup yang membuat kita seperti keledai yang dungu didekat Tuhan.

Keledai dalam bahasa Inggris adalah Donkey, Neddy, Cuddy, Ass.

Hal ini baik buat kita karena kita akan menjadikan Tuhan sebagai pemberi hikmat, pengertian dan akal budi.

Tuhanlah yang memberikan kita hikmat untuk menjdi seorang profesional dibidang kita masing masing sebagai pebisnis, karyawan, hamba Tuhan, guru, siswa dll.

          Bagaimanakah ciri seekor Keledai?

– Jika tersesat tidak mengetahui jalan pulang (Amsal 26:3) sehingga harus memakai tali kekang. Demikian juga kita perlu Tuhan Yesus sebagai jalan kebenaran dan hidup.

– Binatang haram/unclean (Imamat 11:26.) Kita adalah orang yang asing, bangsa tidak bersunat, bukan bangsa pilihan Allah sehingga perlu pentahiran dan penebusan oleh darah Yesus.

          Ada dua macam keledai yaitu: 

  1.           KELEDAI LIAR

      1.1         Melahirkan keturunan liar

Ayub 11:12 “Jikalau orang dungu dapat mengerti, maka anak keledai liarpun dapat lahir sebagai manusia.

pelajarannya adalah apa yang lahir dari yang liar maka akan menjadi liar. Seperti pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, tapi pohon yang buruk akan menghasilkan buah yang buruk.

Jika hari ini kita masih dungu, liar, tidak memiliki pengenalan akan Tuhan, maka perbaikilah hidup kita supaya keturunan kita menjadi baik (Hakim 2:10).  Kita harus berdoa agar keturunan kita menjadi generasi Yeremia, yang sungguh sungguh pada Tuhan.

Anak-anak yang mengasihi Tuhan adalah produk keluarga kristen, sehingga dibutuhkan pendidikan akan Firman Tuhan, etika sosial (menonjolkan peran manusia dan budaya), etika krsiten (ditekankan pada kehendak Allah, dimana Firman Tuhan akan menghasilkan takut akan Tuhan, melakukan perintah Tuhan, menghormati orang tua sehingga anak anak akan menjadi santun dalam berbicara, setia, penundukan diri, bertanggung jawab dll). Sedangkan jemaat yang dewasa dalam Tuhan merupakan produk gereja.

1.2         Penuh perseteruan

Dalam Alkitab dikisahkan tentang Ismael yaitu seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar. tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya (Kej 16:11-12).

Hal ini seperti keadaan manusia diakhir zaman yaitu manusia akan mencintai dirinya sendiri, menjadi hamba uang, membual, sombong, pemfitnah, pemberontak, tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu (kesenangan dunia) dari pada menuruti Allah  (II Tim 3:1-4).

          Bagaimanakah sikap kekristenan yang benar?

– Memiliki buah Roh (Gal 5:22-23)

– Berusaha memelihara kesatuan Roh (Ef 4:3)

– Damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati  (Kol 3:15)

– Berdamai dengan semua orang (Rom 12:8)

Semboyan rayon 2 yaitu Smile,Spread love,Shalo

      1.3         Menginginkan kemerdekaan palsu

“Engkau seperti keledai betina liar, yang mencium-cium udara mencari jantan. Siapakah yang dapat menahan nafsu berahimu?” (Terjemahan lain di Yeremia 2:24) Keledai liar ini melarikan diri ke padang gurun dan ingin bebas artinya tidak suka aturan dan memisahkan diri dari persekutuan. Keledai liar ini suka mencari pejantan yang artinya suka akan kenikmatan hidup.

Seperti anak bungsu yang salah mengambil keputusan yaitu dia pergi meninggalkan rumah bapanya dan hidup berfoya-foya. Mengapa? Karena dirumah bapanya penuh dengan aturan (Luk 15:17), ada pekerjaan yang harus dikerjakan (ayat 29), ada perintah (ayat29) namun dia lupa bahwa ada kasih dirumah bapanya.

Juga seperti Yoanatan yang tidak mau mengikuti Daud, namun dia tinggal dalam rumah bapanya yaitu Saul. Yonatan tinggal dalam kenyamanan.

Tuhan mau agar kita tinggal dan diam ditempat dimana Tuhan telah menempatkan kita yaitu dalam:

– Keluarga (membangun home sweet home yang tidak ditentukan oleh assesorisnya tapi oleh penghuninya) dalam keluarga harus membangun benteng dari serangan si jahat, unity, kedewasaan rohani.

– Gereja (persekutuan orang percaya) ikutlah melakukan sesuatu, ikutlah menutup ketidak sempurnaan didalam gereja, nikmatilah hidup didalamnya, alamilah pertumbuhan rohani)

– Kota (berdoa untuk kota, jaga kerukunan, jaga kebersihan, jaga keindahan)…..amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th