[KHOTBAH] LIFE LIKE A DONKEY (2), 4 agustus 2019
LIFE LIKE A DONKEY (2)
Mazmur 73:22
“aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu”
Sebagai orang percaya, seringkali kita diperhadapkan dengan masalah hidup yang membuat kita seperti keledai yang dungu didekat Tuhan.
Keledai dalam bahasa Inggris adalah Donkey, Neddy, Cuddy, Ass.
Hal ini baik buat kita karena kita akan menjadikan Tuhan sebagai pemberi hikmat, pengertian dan akal budi.
Tuhanlah yang memberikan kita hikmat untuk menjdi seorang profesional dibidang kita masing masing sebagai pebisnis, karyawan, hamba Tuhan, guru, siswa dll.
Bagaimanakah ciri seekor Keledai?
– Jika tersesat tidak mengetahui jalan pulang (Amsal 26:3) sehingga harus memakai tali kekang. Demikian juga kita perlu Tuhan Yesus sebagai jalan kebenaran dan hidup.
– Binatang haram/unclean (Imamat 11:26.) Kita adalah orang yang asing, bangsa tidak bersunat, bukan bangsa pilihan Allah sehingga perlu pentahiran dan penebusan oleh darah Yesus.
Ada dua macam keledai yaitu:
- KELEDAI LIAR
- KELEDAI JINAK
Keledai jinak disebut dengan keledai peliharaan atau keledai domestik. Bagaimanakah fungsi seekor keledai jinak?
- Dipakai diladang
(Yes 30:24) “sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak”
Saat Keledai liar ditangkap, maka diperlukan keahlian khusus untuk menjinakkan seekor keledai yang baru ditangkap itu. Setelah Keledai itu menjadi jinak maka akan dipakai oleh tuannya untuk bekerja diladang.
Demikian juga dengan kita seperti seekor Keledai liar yang hidup dalam dosa, namun Tuhan Yesus telah menangkap kita dan mengubahkan hidup kita untuk bekerja diladangNya. Tuhan Yesus sangat ahli dalam menangkap dan menjinakkan seseorang yang berdosa dan mengubahkannya.
Seperti yang terjadi pada Palulus yang dahulunya dia adalah seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang yang ganas, tetapi sekarang dikasihani Tuhan (I Tim 1:13). Saulus telah ditangkap oleh Kristus saat perjalanannya ke Damsyik (Fil 3:12).
Untuk berubah dari orang yang liar (berdosa) menjadi seorang yang telah jinak (dipulihkan) maka ada tahapan yang harus dilewati yaitu:
– Justification yaitu pembenaran dengan cara percaya pada Tuhan Yesus, kemudian dibaptis selam, dan menerima pengampunan dosa.
– Sanctification yaitu pengudusan dengan cara memisahkan antara perbuatan roh dan keinginan daging, dan hal ini harus dilakukan secara terus menerus.
– Glorification yaitu pemuliaan yaitu sampai kita memperoleh mahkota kehidupan.
Setelah Saulus menjadi jinak (bertobat) dan diubah menjadi Paulus, maka Paulus dipakai oleh Tuhan diladangNya (Kisah 9:15) “Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel”
Saat Tuhan memakai kita diladangNya, maka Dia akan memperlengkapi kita dengan talenta, otoritas dan perlindungan.
Apakah yang disebut melayani?
– menjadi fulltimer?…boleh tapi tidak harus
– berkhotbah?….boleh tapi bersaksi juga baik
– berkorban?….boleh tapi dengan kerelaan hati
Jadi melayani adalah
– ketaatan kepada perintah Tuhan
– melekatkan orang lain kepada Tuhan dan kepada gereja
– melepaskan bagian hidup yang menjadi berkat bagi sesama contohnya perkataan, sikap hidup, harta benda dll.
Oleh karena itu mari kita melakukan sesuatu dalam pelayanan yaitu mengambil bagian dalam 5 jawatan (Rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, pengajar) dan memiliki karunia-karunia rohani (Roma 12:6-8)
Apakah akibat jika melayani Tuhan diladangNya? Tuhan akan menyediakan makanan yang terbaik (Yes 30:24) artinya ada berkat sampai kepada anak cucu kita dan mendapat kehormatan serta nama baik.
- Mengangkut beban
Seekor keledai yang telah jinak akan dipakai oleh tuannya untuk mengangkut beban. Demikian juga dengan kita, saat kita telah menjadi orang yang percaya dan lahir baru, maka seringkali Tuhan mengijinkan kita untuk menanggung beban, bahkan menanggung beban orang lain.
Contohnya seperti orang Samaria yang murah hati yang menanggung beban dan berkorban bagi sesamanya. Apa yang dia lakukan?
– menanggung resiko karena bisa jadi dia juga dirampok dijalan itu.
– membalut luka orang itu
– menyirami luka orang itu dengan minyak dan memberikan anggur
– membawa ke penginapan
– mengeluarkan uangnya untuk biaya perawatan orang itu
Inilah yang terjadi pada Tuhan Yesus yang menanggung beban akibat dosa manusia dan kutuk atas manusia.
Pernahkah kita menanggung beban orang lain? Maukah kita ikut memikul beban bagi sesama kita?
Tuhan mau agar kita juga dapat menanggung beban orang lain, walaupun seringkali maksud baik kita disalah mengerti oleh orang lain contohnya Bileam yang marah dan memukul keledainya (Bil 22:23-28)
Jika saat ini kita sedang mengalami kelebihan beban dan masalah, marilah kita datang pada Tuhan Yesus agar kita menerima kelegaan….amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.
