[KHOTBAH] THE POWER OF CROSS, 1 September 2019

THE POWER OF THE CROSS
(I Korintus 1:18)

“Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah”

Pemberitaan tentang salib itu adalah kebodohan bagi dunia ini, tapi bagi kita orang percaya, salib itu adalah kekuatan Allah. Apakah kita paham tentang kuasa salib? Kita tahu dan percaya bahwa Tuhan Yesus tergantung dan mati diatas kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Oleh karena itu salib Kristus adalah kekuatan Allah bagi orang percaya.
Apapun perkataan negatif orang lain tentang kita, akan diubahkan oleh Tuhan dan akhirnya mereka akan malu dan mengakui bahwa kita adalah orang yang diberkati.
Gal 3:13″Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
Jika kita membawa salib Kristus dan hadirat Tuhan, maka kita akan menerima sesuatu yang luar biasa dari Tuhan. Walaupun saat ini kita tertolak karena kita adalah orang yang percaya pada salib Krsitus, tapi jika kita tetap percaya dan setia maka Tuhan akan menyatakan kemuliaanNya dan mereka akan melihat transformasi yang dahsyat terjadi bagi kita.
Untuk mengalami mujisat dan perkara ajaib dalam hidup kita, maka kita harus membayar harga lewat doa, puasa, merendahkan diri dihadapan Tuhan.
Yes 43: 18-19 “firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara”
Jika kita ingin sesuatu yang baru terjadi dari Tuhan, maka Tuhan mau agar kita jangan mengingat masa lalu. Lupakan masa lalu yang buruk yang telah kita lakukan, lupakan sesuatu yang tidak baik yang pernah kita alami.
Mungkin hari yang lalu kita pernah mengalami kekurangan, keterikatan, sakit, terintimidasi, tertolak, kejatuhan, pergumulan dll, jangan lagi mengingatnya, tapi lupakanlah karena Tuhan mau membuata sesuatu yang baru, mujisat yang baru, pemulihan bagi kita.
Dalam Yoh 3:14-15 dikatakan “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal”
Tuhan Yesus harus ditinggikan artinya Dia harus disalib untuk menebus dosa manusia sehingga kita dilepaskan dari kematian kekal dan memperoleh kehidupan yang kekal.
Dalam Bil 21:4-8 diceritakan tentang orang Israel saat dipadang gurun tidak sabar terhadap Tuhan, padahal mereka diberkati luarbiasa.
Tuhan tidak mau kita menjadi orang yang tidak sabaran, tapi menjadi orang yang selalu bersyukur. Mengapa mereka tidak bersyukur? Karena saat itu tidak ada makanan dan air.
Ingatlah bahwa Dia adalah Allah yang memanggil kita dan menjadi penyedia bagi kita. Belajar sabar menanti waktu Tuhan sebab orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (Yes 40:31)
Masa penantian kita bukan masa yang sia-sia, sebab saat kita menantikan Tuhan, maka kita akan menerima sesuatu yg luarbiasa dari Tuhan. Sementara kita menantikan Tuhan, jangan suka bersungut-sungut, sebab orang seperti itu sedang melawan Tuhan.
Hal ini yang terjadi pada orang Israel yang memberontak pada Musa sebagai pemimpin mereka. Mereka berkata jahat kepada Musa, bahkan ingin melempari Musa dengan batu.
Jadilah orang yang suka bersyukur. Hormatilah, hargailah, taatilah pemimpin dan gembala kita karena dialah yang telah dipilih oleh Tuhan untuk menjadi pemimpin bagi kita.
Jika ada masalah yang terjadi atas kita, maka masalah yang sama itu juga akan dipakai oleh Tuhan untuk memberkati kita.
Asal kita memandang salib Kristus, maka semua masalah itu akan diubah oleh Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.
Yes 53:4-5 “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh…..amin.

Oleh Ps. Linu Thomas