[KHOTBAH] KEDATANGAN TUHAN YESUS KEDUA KALI, 25 agustus 2019
KEDATANGAN TUHAN YESUS KEDUA KALI
Ada sepuluh kesulitan besar yang akan terjadi pada waktu akhir zaman, sebelum kedatangan Tuhan Yesus pada kedua kalinya sesuai kitab Matius 24:1-44 yaitu: Penyesatan, Peperangan, Kelaparan, Gempa, Aniaya, Kemurtadan, Pengkhianatan, Kebencian, Kedurhakan, Antikris.
Salah satu kesulitan besar yang akan terjadi adalah Kedurhakaan (Mat 24:12) “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin”
Kedurhakaan adalah sama dengan pemberontakan artinya tidak mengikuti aturan. Dalam segala segi kehidupan kita, tidak boleh ada kedurhakaan dalam hidup kita.
Pendurhakaan ada 3 siklus yaitu:
– Pada zaman Nuh penghukuman atas kedurhakaan datang dalam bentuk air bah.
– Pada zaman Lot penghukuman datang dalam bentuk hujan api dan belerang.
– Pada akhir zaman, penghukuman datang dan Tuhan akan menghukum dunia untuk terakhir kalinya.
Pada zaman Nuh orang-orang hidup tanpa hukum, itulah yang disebut kedurhakaan. (Luk 17:27) “mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
Bagaimanakah kedurhakaan yang terjadi pada zaman Lot?( Kej 18:20) “Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya”
Apa yang dilakukan oleh Tuhan saat itu? (Kej 18:21) “Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.”
Apakah kedurhakaan yang dilakukan oleh orang di Sodom dan Gomora?
- Sangat jahat dan berdosa
“Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya” (Kejadian 18:20)
- Congkak dan sombong
“Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan” (Yehezkiel 16:49a)
“Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?” (I Korintus 4:7)
- Hidup dalam kesenangan dunia
“makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya dan pada anak-anaknya perempuan” (Yehezkiel 16:19b)
- Tidak mau menolong orang yang sengsara, hidup egois
“tetapi ia tidak menolong orang-orang sengsara dan miskin” (Yehezkiel 16:19c)
- Nabinya berzinah
“Tetapi di kalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorangpun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora.”
(Yeremia 23:13-14)
- Pemimpinnya berbuat kejahatan
“Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!…Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat”
(Yesaya 1:10-16)
- Memberhalakan kekayaan
“Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: “Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu.” (Kejadian 14:21)
Segala sesuatu diatur dengan uang.
Mereka memberhalakan kekayaan, segala sesuatu dinilai dan diatur dengan uang dan harta, termasuk nilai dari jiwa manusia.
Ingatlah bahwa harga keselamatan jiwa itu sangat mahal karena ditebus oleh darah Yesus Kristus dan tidak dapat dinilai dengan uang dan harta.
- Kedurjanaan dilakukan dan diingini oleh mereka.
“Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku.” (Kejadian 19:8)
- Melakukan percabulan
“Sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang” (Yudas 1:7)
Mereka melakukan dosa percabulan dan mengejar kepuasan yang tidak wajar yaitu melakukan dosa homoseksual.
Jika hal-hal diatas masih sering kita lakukan, maka berarti kita masih hidup dan berada di Sodom dan Gomora. Tuhan Yesus mau agar kita keluar dari Sodom dan Gomora serta hidup sesuai dengan kehendak Tuhan “Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yohanes 4:34)
Amin…..
Oleh Pdt Piet Lampah
