[KHOTBAH] LIFE LIKE A DONKEY (4), 01 September 2019
LIFE LIKE A DONKEY (4)
Mazmur 73:22
“aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu”
Sebagai orang percaya, seringkali kita diperhadapkan dengan masalah hidup yang membuat kita seperti keledai yang dungu didekat Tuhan.
Keledai dalam bahasa Inggris adalah Donkey, Neddy, Cuddy, Ass.
Hal ini baik buat kita karena kita akan menjadikan Tuhan sebagai pemberi hikmat, pengertian dan akal budi.
Tuhanlah yang memberikan kita hikmat untuk menjadi seorang profesional dibidang kita masing masing sebagai pebisnis, karyawan, hamba Tuhan, guru, siswa dll.
Bagaimanakah ciri seekor Keledai?
– Jika tersesat tidak mengetahui jalan pulang (Amsal 26:3) sehingga harus memakai tali kekang. Demikian juga kita perlu Tuhan Yesus sebagai jalan kebenaran dan hidup.
– Binatang haram/unclean (Imamat 11:26.) Kita adalah orang yang asing, bangsa tidak bersunat, bukan bangsa pilihan Allah sehingga perlu pentahiran dan penebusan oleh darah Yesus.
Ada dua macam keledai yaitu: KELEDAI LIAR dan KELEDAI JINAK.
Keledai jinak disebut dengan keledai peliharaan atau keledai domestik. Bagaimanakah fungsi seekor keledai jinak?
- Dipakai diladang
- Mengangkut beban
- Dipakai dalam peperangan
- Simbol damai
- Simbol kekayaan
Dalam Perjanjian Lama keledai jinak yang dipelihara, diperhitungkan sebagai ukuran banyaknya harta (Kej 24:35) “TUHAN sangat memberkati tuanku itu, sehingga ia telah menjadi kaya; TUHAN telah memberikan kepadanya kambing domba dan lembu sapi, emas dan perak, budak laki-laki dan perempuan, unta dan keledai”
Jadi keledai merupakan harta yang berharga bagi seseorang.
Pelajarannya dari hal ini bahwa manusia adalah harta kesayangan Tuhan yang sangat berharga. Bukti bahwa manusia adalah harta kesayangan Tuhan dapat dilihat dalam peristiwa:
- Penciptaan:
– Dijadikan serupa dengan gambar Allah (Kej 1:26a) “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita”
Karena kita serupa dan segambar dengan Allah, maka kita harus memiliki sikap yang benar terhadap diri sendiri dan sesama yaitu dengan menunjukkan kasih (love), perduli (care), hormat (respect), menghargai (appreciate).
Jangan suka bersungut-sungut dan bilang “aduh” (Yeh 30:2) “Hai anak manusia, bernubuatlah dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Merataplah: Aduh, hari itu!”
– Diberikan otoritas (Kej 1:26b) “supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Oleh karena kita diberikan otoritas , maka jangan mudah kalah, patah semangat, kecewa, mundur, putus asa, kuatir, ketakutan dll.
- Penebusan:
– Dia mati untuk kita dan Dia menghapus dosa sejak peristiwa taman Eden.
– Mengubah arah perjalanan hidup kita dari neraka ke sorga.
- Pemuliaan:
– Dijadikan mempelai artinya kita menjadi milik kepunyaan, dikembalikan ke taman Eden.
Wahyu 22:17 “Roh dan pengantin perempuan itu berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!”
Inilah sasaran akhir perjalan hidup kita, sehingga kita harus berusaha untuk mencapai garis akhir itu. Kalahkanlah semua rintangan yang menghalangi kita untuk masuk sorga.
- Setia dan mengenal tuannya
(Yes 1:3) “Keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.”
Apa artinya mengenal palungan?
– Menyadari semua yang ada pada dirinya (berkat) itu karena Tuhan dan oleh anugerah Tuhan.
– Mengenal tuannya sebagai sang penyedia / provider (Maz 147:7) “Dia, yang memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak, yang memanggil-manggil”
Kita harus menyadari bahwa Tuhanlah yang menjadi penyedia bagi kita, apapun yang kita butuhkan, Dia sediakan bagi kita.
Syarat untuk menerima berkat Tuhan:
– Mintalah sesuai dengan kehendakNya (I Yoh5:14) “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya”
– Turutilah perintahNya dan melakukan hal yang berkenan (I Yoh 3:22) “dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya”
– Jangan untuk memuaskan hawa nafsu (Yak 4:3) “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu”…..amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
