[KHOTBAH] LIFE LIKE A DONKEY (3), 18 agustus 2019

LIFE LIKE A DONKEY (3)

Mazmur 73:22

“aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu”

Sebagai orang percaya, seringkali kita diperhadapkan dengan masalah hidup yang membuat kita seperti keledai yang dungu didekat Tuhan.

Keledai dalam bahasa Inggris adalah Donkey, Neddy, Cuddy, Ass.

Hal ini baik buat kita karena kita akan menjadikan Tuhan sebagai pemberi hikmat, pengertian dan akal budi.

Tuhanlah yang memberikan kita hikmat untuk menjadi seorang profesional dibidang kita masing masing sebagai pebisnis, karyawan, hamba Tuhan, guru, siswa dll.

          Bagaimanakah ciri seekor Keledai?

– Jika tersesat tidak mengetahui jalan pulang (Amsal 26:3) sehingga harus memakai tali kekang. Demikian juga kita perlu Tuhan Yesus sebagai jalan kebenaran dan hidup.

– Binatang haram/unclean (Imamat 11:26.) Kita adalah orang yang asing, bangsa tidak bersunat, bukan bangsa pilihan Allah sehingga perlu pentahiran dan penebusan oleh darah Yesus.

          Ada dua macam keledai yaitu: 

  1.          KELEDAI LIAR
  2. KELEDAI JINAK

Keledai jinak disebut dengan keledai peliharaan atau keledai domestik. Bagaimanakah fungsi seekor keledai jinak?

  1.          Dipakai diladang 
  2. Mengangkut beban
  3.          Dipakai dalam peperangan

          II Raja 7:7 “Karena itu bangkitlah mereka melarikan diri pada waktu senja dengan meninggalkan kemah dan kuda dan keledai mereka serta tempat perkemahan itu dengan begitu saja; mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya”

Keledai biasanya dibawa kemedan perang , walau sebenarnya keledai tidak punya kelebihan apaapa untuk dipakai dalam peperangan sebab larinya tidak secepat kuda, tenaganya tidak sekuat onta, kecerdikannya tidak sehebat monyet dan tidak memiliki penciuman setajam anjing.

Apa fungsi keledai saat dimedan peperangan? yaitu membawa barang-barang seperti ransum, senjata, dan alat-alat perang lainnya. Jadi keledai ini merupakan supporter bagi orang yang sedang berperang.

          Banyak orang sedang menghadapi peperangan saat ini yaitu:

– peperangan pribadi berupa perang terhadap diri sendiri, perang antar anggota keluarga, perang dalam ekonomi, perang dalam kesehatan, perang terhadap ancaman dll

– peperangan dalam dunia pelayanan. Dalam panggilan kita sebagai seorang rasul, nabi, penginjil,gembala, guru (5 jawatan)

Oleh karena itu Tuhan menempatkan kita menjadi supporter melalui:

– doa, dana dan daya

– nasihat, tuntunan, bimbingan

Tuhan mau agar kita masuk dalam peperangan setiap hari, untuk itu Dia memberikan kita otoritas dan kuasa (Mark 6:7) “Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat”

Peperangan kita bukan melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Saat peperangan, kita membutuhkan senjata dan kuasa oleh karena itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kita dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah menyelesaikan segala sesuatu.

          Apa saja perlengkapan senjata Allah? (Efesus 6:14-18)

– berikat pinggangkan kebenaran 

– berbajuzirahkan keadilan,

– kaki berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

– perisai iman

– ketopong keselamatan 

– pedang Roh yaitu firman Allah

– doa dan permohonan pada Tuhan

  1.          simbol damai

Waktu negara sedang berperang maka mereka menaiki kuda dan onta, namun saat negara lagi dalam keadaan damai maka raja menaiki keledai.

Matius 21:5 “Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda”

Saat Tuhan Yesus masuk ke Yerusalem, Tuhan Yesus (raja damai) menaiki keledai betina yang belum pernah dinaiki (simbol damai) kemudian Dia masuk ke Yerusalem (kota damai) dan Dia datang untuk membawa pendamaian bagi kita dengan Allah.

Tuhan Yesus berperang bukan melawan bangsa Romawi yang menjajah Israel, tetapi Dia melawan iblis yang menjajah umat manusia. Jadi kitapun sebagai orang percaya harus berperang melawan iblis dan bukan melawan sesama manusia. Tuhan mau agar kita jangan membawa perang dan permusuhan kepada sesama, namun Tuhan mau agar kita membawa damai…..amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th