Firman dan Urapan

[Khotbah] Firman dan Urapan, Minggu 30 September 2018

FIRMAN DAN URAPAN

Efesus 5:1

“Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih”

 

Menjadi penurut Allah artinya bahwa kita sebagai orang percaya, adalah orang yang menjadi peniru-peniru Allah, yang mau menjadi/mencontohi karakternya Allah.

Seperti seorang anak yang suka meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya, demikian juga kita suka mencontohi apa yang dilakukan oleh Allah. Sebagai orang percaya, kita harus bercermin kepada Yesus yang melakukan segala sesuatu seperti yang Bapa lakukan.

Jadi dalam seluruh aspek hidup kita, kita harus melihat Tuhan Yesus.

Ada beberapa hal yang Yesus lakukan sebagai penurut Allah yaitu:

  1.         Yesus merendahkan hati

Filipi 2:6 “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan”

Yesus adalah anak Allah, tapi Dia mau mengosongkan, merendahkan diriNya, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Tuhan Yesus memberikan contoh kepada kita tentang ketaatan dan mau menuruti kehendak Bapa.

Akibatnya adalah Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.

Matius 5:3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”

Kata miskin berasal dari bhs Yunani yaitu “anaf” artinya rendah hati, seperti seekor keledai yang membungkukkan dirinya supaya orang bisa naik diatas punggungnya.

Merendahkan hati adalah sebuah sikap hati yang berkenan pada Allah

  1.         Yesus hidup oleh firman dan penuh dengan firman.

Saat Yesus memulai pelayananNya, Dia berpuasa dan kemudian Iblis datang untuk mencobai Dia (Mat 4:3) tapi Yesus dapat mengalahkan semua pencobaan dari iblis. Yesus menghadapi semua pencobaan dari Iblis dengan berkata “ada tertulis”. Hal ini menunjukkan pada kita bahwa Yesus memakai firman Tuhan untuk mengalahkan pencobaan Iblis.

Apa yang harus dilakukan untuk menghadapi pencobaan dari Iblis? Bagaimanakah cara kita mengalahkan sakit penyakit? Apa yang harus kita lakukan saat masalah datang dalam hidup kita?

Jawabannya adalah dengan cara memperkatakan firman Tuhan dengan iman dan urapan Roh Kudus.

Firman Tuhan itu seperti pedang yang menyerang iblis.

Mengapa Yesus saat dicobai dapat langsung memperkatakan firman? Karena hidupNya penuh dengan firman, sehingga firman itu langsung keluar dengan sendirinya. Apa yang keluar dari mulutNya meluap dari hatiNya yang penuh dengan firman. Yesus penuh firman dalam hatinya.

II Kor 10:4 “karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng”

Semua dapat dikalahkan dengan firman Allah, semua dapat diubahkan oleh firman Tuhan.

  1.         Yesus menerima pengurapan Roh Kudus

Luk 4:18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku”

Tuhan Yesus menerima pengurapan Roh Kudus terlebih dahulu sebelum melayani sesama manusia. Pada saat  Dia selesai dibaptis di sungai Yordan, maka turunlah Roh Kudus seperti burung Merpati atasnya.

Kis 10:38 “yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia”

Dalam pelayananNya Yesus sangat bergantung pada urapan Roh Kudus, sehingga kitapun juga harus selalu bergantung pada Roh Kudus agar pengurapanNya turun atas hidup kita.

Sebagai orang percaya, kita harus hidup dalam  firman Tuhan dan selalu menerima urapan yang baru dari Roh Kudus.

Kej 1:2 “Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air”

Apa yang dilakukan oleh Roh Allah? Dia melayang-layang ini berarti bahwa Dia sedang mengerami sesuatu yaitu firman Allah. Sehingga pada saat Allah berfirman “jadilah terang, maka terang itu jadi” itu karena Roh Allah.

Saat kita mengucapkan firman yang diurapi oleh Roh Kudus, maka apa yang kita ucapkan itu pasti akan terjadi, mujisat terjadi.

Jika hari ini kita mengalami masalah, sakit penyakit, pergumulan hidup, maka ucapkan firman Tuhan dengan urapan Roh Kudus maka kita akan melihat mujisat Tuhan….amin

Oleh Pdt Andreas (Bandung)

DiubahkanDlmIb

[Khotbah] Diubahkan dalam Ibadah, Minggu 23 September 2018

DIUBAHKAN DALAM IBADAH

II Timotius 3:5

“Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”

 

Sebagai orang kristen, kita semua pasti beribadah mencari Allah, namun pertanyaannya adalah apakah kita percaya bahwa ibadah itu memiliki kekuatan bagi kita dan menjadi berkat bagi kita?

Kekristenan artificial atau kekristenan palsu adalah orang kristen yang hanya memakai aksesoris belaka untuk memperlihatkan bahwa dirinya adalah orang kristen, namun tidak menghidupi nilai-nilai kekristenan. Secara lahiriah mereka setia beribadah tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.

Dalam versi Inggris II Tim 3:5 “holding a form of godliness, but having denied its power. Turn away from these, also.”

Ada 3 kunci agar ibadah menjadi berkat bagi kita yaitu:

  1.         Hancur hati (Pertobatan)

– Hati yang rela untuk dibaharui oleh Tuhan, hal ini berbicara tentang merendahkan hati dihadapan Tuhan

– Persiapkan hati bagaikan tanah yang subur yang siap untuk ditanami benih kebenaran firman Tuhan.

– Tuhan duduk dan bertahta artinya kita mempersilahkan Tuhan hadir dan menyembah Dia.

Titus 1:16″Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik”

Perubahan adalah bukti bahwa kita beribadah dengan cara yang benar dan tepat. Jadi maksudnya adalah jika kita beribadah dengan cara yang benar yang sesuai dengan kehendak Tuhan, maka pasti akan terjadi perubahan yang baik dalam hidup kita.

Seorang penulis yang bernama Lamar Boschman menulis “when i worship, i would rather my heart be without words than my words be without heart”

Artinya ketika saya menyembah, saya lebih suka datang menyembah tanpa kata-kata tapi dengan hati,  dari pada dengan kata-kata tanpa hati yang menyembah.

Ini berarti bahwa kita harus menyembah Tuhan dengan segenap hati kita, walaupun tanpa kata-kata dihadapan Tuhan.

  1.         Dengan pengertian

Saat kita beribadah, kita harus memiliki pengertian yang benar. Contoh ibadah dengan pengertian dapat dilihat pada saat kita memuji Tuhan,

dengan cara  merenungkan dan menyadari tentang keberadaan Tuhan. Ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan saat kita beribadah:

– Apa alasan/motif kita datang beribadah? Banyak orang yang memiliki motivasi yang bermacam-macam saat beribadah.

– Apa tujuan kita beribadah? Apakah hanya untuk kepentingan kita atau untuk mempermuliakan Tuhan.

– Apa hasil dari ibadah kita? Menjadi berkat bagi kita atau sesuatu yang biasa dan hanya sebuah rutinitas.

Dalam bukunya “Worship in Ancient Israel” H.H.Rowley mengatakan bahwa  “The first element in worship is adoration. Hebrew expressed this by their posture and not alone by their word. For their prostrated themselves before God. They did not come with an easy familiarity into the present of God, but were aware of His greatness and majesty, and came with a sense of privilege to His house”

Artinya bahwa faktor utama dalam penyembahan adalah pengagungan/pemujaan. Orang Yahudi mengekspresikan hal ini lewat sikap (tubuh) dan bukan semata-mata lewat kata-kata. Mereka tersungkur dihadapan Allah. Mereka tidak datang pada Tuhan dengan suatu kebiasaan tapi dengan kesadaran akan kebesaran dan keagungan Tuhan. Mereka merasa mendapatkan hak istimewa saat datang dirumah Tuhan.

  1.         Tuhan pusat ibadah

Saat beribadah, kita menyadari bahwa ibadah itu berpusat pada Tuhan. Saat ibadah kita berpusat pada Tuhan, maka kita akan:

– Mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan

– Waktu ibadah hanya untuk Tuhan

– Bergairah untuk memuji dan menyembah Tuhan

– Haus akan kebenaran firman Tuhan

Tuhan harus jadi pusat ibadah, pujian, penyembahan kita sebab Bapa sedang mencari penyembah-penyembah yang menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Jack Hayford mengatakan “worship changes the worshiper into the image of the One worshiped”

Artinya penyembahan akan mengubah gambaran sang penyembah kepada gambaran dari yang disembah.

Marilah kita beribadah dengan sungguh-sungguh dihadapan Tuhan…amin.

 

Oleh Pdt Tony Simanjuntak

Travelling The Ark 4

[Khotbah] The Traveling Of The Ark (4), Minggu 16 September 2018

THE TRAVELLING OF THE ARK (4)

(Keluaran 25:10)

“Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya”

Tuhan menyuruh Musa untuk membuat Tabut Perjanjian yang merupakan lambang kehadiran Tuhan ditengah umatNya.

Adapun bahan-bahan yang dipakai untuk membuat Tabut Perjanjian itu adalah kayu Akasia yang dilapisi dengan emas murni. Panjangnya 110 cm, lebarnya 66 cm dan tingginya 66 cm. Tabut Perjanjian itu berisi buli-buli emas berisi Manna, tongkat Harun yang berbunga dan berbuah badam, serta dua loh batu perintah Allah.

Pada saat Nebukadnezar raja Babel menghancurkan Bait Allah, maka Tabut Perjanjian itu tidak diketahui keberadaannya dan tidak lagi disebutkan keberadaannya sampai pada Perjanjian Baru.

Walaupun Tabut Perjanjian merupakan lambang kehadiran Allah ditengah umatNya, namun saat bangsa Israel berdosa dan memberontak kepada Tuhan, maka Tuhan mengijinkan Tabut Perjanjian itu dipindahkan ketempat lain.

Dalam I Sam 5:1-5 dikisahkan tentang perjalanan Tabut Perjanjian dinegeri orang Filistin. Pada saat itu orang Israel kalah perang sehingga Tabut Perjanjian dirampas oleh orang Filistin dan membawanya ke Asdod.

Dari Asdod, mereka menaikkan Tabut Allah itu ke atas kereta yang ditarik oleh lembu, dan lembu itu pergi menuju ke Bet Semes.

Perenungannya adalah:

– Kuasa Tuhan bisa dimana saja, walaupun saat itu Tabut Allah ada didaerah orang Filistin tapi Tuhan tetap berkuasa.

– Jangan main-main kepada Tuhan, seperti yang terjadi pada orang Filistin yang membawa Tabut Allah itu masuk ke kuil Dagon.

– Ilah dunia tidak dapat melawan Tuhan.

Dari Asdod, maka Tabut Allah dibawa mengikuti jalan  ke Bet-Semes, dari Bet Semes Tabut Allah itu dibawa ke Kiryat Yearim dirumah Abinadab.

Alasan mengapa mereka mau membawa Tabut itu ke Kiryat Yearim karena letaknya diatas bukit yang artinya bahwa mereka memberikan suatu penghormatan kepada Tuhan.

Selama 20 tahun Tabut Allah itu ada di rumah Abinadab, namun tidak terjadi mujisat, kesembuhan, berkat dll bagi mereka. Bahkan seluruh Israel saat itu berkeluh kesah pada Tuhan, karena hidup mereka sangat menderita walaupun Tuhan hadir disana (I Sam 7:1-2)

Betapa menyedihkannya jika orang kristen mengalami  penderitaan terus menerus, kesakitan tanpa henti, pergumulan hidup, pertengkaran, perselisihan, kegagalan, kesalahan, air mata, dukacita dll.

Oleh karena itu jika hari ini keadaan kita baik, maka mengucap syukurlah kepada Tuhan.

Kemudian setelah 20 tahun, Tabut itu mau dipindahkan dari rumah Abinadab. Saat itu mereka menaikkan Tabut itu ke dalam kereta yang baru dari rumah Abinadab, sedang Uza dan Ahyo mengantarkan kereta itu. Tapi saat mereka sampai ke tempat pengirikan Kidon, maka Uza mengulurkan tangannya memegang tabut itu, karena lembu-lembu itu tergelincir, Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Ia membunuh dia oleh karena Uza telah mengulurkan tangannya kepada tabut itu; ia mati di sana di hadapan Allah (1 Taw 13:9)

Mengapa Uza memegang tabut itu?

  1.         Dia tidak tahu firman

Uza tidak tahu akan firman Tuhan bahwa Tabut itu harus dipikul oleh imam Lewi dari bani Kehat, dan Tabut itu tidak boleh diangkut dengan kereta lembu. (Bil 4:15) “Setelah Harun dan anak-anaknya selesai menudungi barang-barang kudus dan segala perkakas tempat kudus, pada waktu perkemahan akan berangkat, barulah orang Kehat boleh masuk ke dalam untuk mengangkat barang-barang itu; tetapi janganlah mereka kena kepada barang-barang kudus itu, nanti mereka mati. Jadi itulah barang-barang di Kemah Pertemuan yang harus diangkat bani Kehat dan mereka tidak boleh menyentuh barang-barang kudus itu.

Pelajarannya:

– Usia kekristenan bukan jaminan mengetahui firman Tuhan

– Tidak tahu firman pasti gagal melakukannya

– Gagal melakukan firman akan mendatangkan celaka (Ibr 5:12)

  1.         Dia tidak takut akan Tuhan

Mungkin karena Uza tiap hari melihat Tabut itu dirumahnya, sehingga rasa “sakral” akan Tuhan dan penghormatan akan Tuhan telah lenyap.

Melihat Tabut merupakan rutinitas bagi Uza. Rutinitas bisa menimbulkan rasa bosan, tanpa rasa hormat, tanpa rasa kagum dll.

Tuhan ingin agar kita memiliki roh yang takut akan Tuhan.

Apakah arti takut akan Tuhan?

– tidak berani melanggar

– langsung merasa bersalah jika melakukan suatu dosa

– jika bersalah maka langsung bertobat

Janji Tuhan kepada orang yang takut akan Tuhan yaitu:

– lanjut umur (Ul 6:2)

– baik keadaannya/prosperity (Ul 6:24)

– mendapat ketentraman (Ams 14:26)

Jadi takut akan Tuhan harus kita lakukan dan menjadi warisan bagi anak cucu kita (Maz 103:17) “Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu”

– bagi suami yang takut akan Tuhan akan diberkati (Maz 128:4) “Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN”

– bagi isteri yang takut akan Tuhan akan dipuji-puji (Ams 31:30) “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji”

– bagi anak-anak yang takut akan Tuhan akan mendapat pengetahuan (Ams 1:7) “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”

Sebagai orang percaya, marilah kita menjadi orang-orang yang menghormati kehadiran Tuhan dan takut akan Tuhan…..amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Travelling The Ark 3

[Khotbah] The Traveling Of The Ark (3), Minggu 09 September 2018

THE TRAVELLING OF THE ARK (3)

 (Keluaran 25:10)

“Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya”

Tuhan menyuruh Musa untuk membuat Tabut Perjanjian yang merupakan lambang kehadiran Tuhan ditengah umatNya.

Adapun bahan-bahan yang dipakai untuk membuat Tabut Perjanjian itu adalah kayu Akasia yang dilapisi dengan emas murni. Panjangnya 110 cm, lebarnya 66 cm dan tingginya 66 cm. Tabut Perjanjian itu berisi buli-buli emas berisi Manna, tongkat Harun yang berbunga dan berbuah badam, serta dua loh batu perintah Allah.

Pada saat Nebukadnezar raja Babel menghancurkan Bait Allah, maka Tabut Perjanjian itu tidak diketahui keberadaannya dan tidak lagi disebutkan keberadaannya sampai pada Perjanjian Baru.

Walaupun Tabut Perjanjian merupakan lambang kehadiran Allah ditengah umatNya, namun saat bangsa Israel berdosa dan memberontak kepada Tuhan, maka Tuhan mengijinkan Tabut Perjanjian itu dipindahkan ketempat lain.

Dalam I Sam 5:1-5 dikisahkan tentang perjalanan Tabut Perjanjian dinegeri orang Filistin. Pada saat itu orang Israel kalah perang sehingga Tabut Perjanjian dirampas oleh orang Filistin dan membawanya ke Asdod.

Dari Asdod, mereka menaikkan Tabut Allah itu ke atas kereta yang ditarik oleh lembu, dan lembu itu pergi menuju ke Bet Semes.

Perenungannya adalah:

– Kuasa Tuhan bisa dimana saja, walaupun saat itu Tabut Allah ada didaerah orang Filistin tapi Tuhan tetap berkuasa.

– Jangan main-main kepada Tuhan, seperti yang terjadi pada orang Filistin yang membawa Tabut Allah itu masuk ke kuil Dagon.

– Ilah dunia tidak dapat melawan Tuhan.

Dari Asdod, maka Tabut Allah dibawa mengikuti jalan  ke Bet-Semes.

Apa yang terjadi di Bet-Semes? (I Sam 6:13) “Orang-orang Bet-Semes sedang menuai gandum di lembah. Ketika mereka mengangkat muka, maka tampaklah kepada mereka tabut itu, lalu bersukacitalah mereka melihatnya.

Saat orang-orang di Bet Semes melihat Tabut Allah itu datang, mereka bersukacita. Sukacita adalah keadaan hati seseorang yang merasa puas secara rohani atas apa yang terjadi dalam hidupnya.

Apa yang membuat orang bersukacita?

  1.         Sukacita karena pengharapan akan penyertaan Tuhan.

(Rom 12:12) “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

Sukacita itu muncul karena ada pengharapan dalam Tuhan Yesus, bahkan saat kita mengalami pergumulan,kesesakan  dan penderitaan. Jangan pernah berhenti berharap pada Tuhan.

  1.         Sukacita karena mendapatkan apa yang mustahil.

(Gal 4:27) “Karena ada tertulis: “Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami.”

Saat kita menerima dari Tuhan sesuatu yang mustahil, maka kita akan bersukacita dan mengucap syukur pada Tuhan. Tahun 2018 adalah tahun permulaan yang baru dan salah satu bentuknya yaitu mujisat yang tidak lazim. Percayalah bahwa kita juga akan mengalami mujisat yang tidak lazim ditahun ini.

  1.         Sukacita karena kehadiran Tuhan.

Tuhan itu Maha Hadir, dan Dia hadir dimana saja dan kapan saja tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Bahkan Tuhan mau hadir dalam hidup kita.

Apakah kita tahu dan yakin akan kehadiran Tuhan dalam hidup kita?

Untuk mengetahui kehadiran Tuhan dalam hidup kita, dapat dilihat lewat apa yang kita alami dalam hidup ini. Pasti ada perbedaan antara orang yang mengalami kehadiran Tuhan dalam hidupnya, dengan orang yang jauh dari hadirat Tuhan.

  1.         Sukacita karena orang lain mengikuti teladan kita.

(I Taw 29:9) “Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN; juga raja Daud sangat bersukacita”

Daud memberikan teladan dalam hal memberi bagi pembangunan Bait Allah, dan orang Israel juga mengikuti teladan Daud, sehingga mereka semua menabur dengan sukacita bagi pembangunan Bait Allah.

Mari berikan pengaruh dan teladan bagi orang lain, karena itu membawa sukacita bagi diri kita dan bagi orang lain.

  1.         Sukacita karena kebaikan Tuhan.

(II Taw 7:10) “Pada hari yang kedua puluh tiga, bulan ketujuh, disuruhnya bangsa itu pulang ke kemah-kemah mereka sambil bersukacita dan bergembira atas kebaikan yang telah dilakukan TUHAN kepada Daud, kepada Salomo, dan kepada orang Israel, umat-Nya”

Lihatlah kebaikan Tuhan yang Dia lakukan didalam hidup kita, sebab Tuhan Yesus sangat baik bagi kita dan tak habis-habisnya rahmatNya.

  1.         Sukacita karena pemulihan Tuhan.

(Maz 126:1-2) “Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai”

Tanda orang bersukacita dapat dilihat pada wajahnya, perkataannya, tindakannya, pelayanannya dll.

 

Sebagai orang percaya, marilah kita selalu bersyukur dan bersukacita seperti kata firman Tuhan dalam Filipi 4:4 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”…..amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Travelling The Ark 2

[Khotbah] The Traveling Of The Ark (2), Minggu 02 September 2018

THE TRAVELLING OF THE ARK (2)

(Keluaran 25:10)

“Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya”

Tuhan menyuruh Musa untuk membuat Tabut Perjanjian yang merupakan lambang kehadiran Tuhan ditengah umatNya.

Adapun bahan-bahan yang dipakai untuk membuat Tabut Perjanjian itu adalah kayu Akasia yang dilapisi dengan emas murni. Panjangnya 110 cm, lebarnya 66 cm dan tingginya 66 cm. Tabut Perjanjian itu berisi buli-buli emas berisi Manna, tongkat Harun yang berbunga dan berbuah badam, serta dua loh batu perintah Allah.

Pada saat Nebukadnezar raja Babel menghancurkan Bait Allah, maka Tabut Perjanjian itu tidak diketahui keberadaannya dan tidak lagi disebutkan keberadaannya sampai pada Perjanjian Baru.

Walaupun Tabut Perjanjian merupakan lambang kehadiran Allah ditengah umatNya, namun saat bangsa Israel berdosa dan memberontak kepada Tuhan, maka Tuhan mengijinkan Tabut Perjanjian itu dipindahkan ketempat lain.

Dalam I Sam 5:1-5 dikisahkan tentang perjalanan Tabut Perjanjian dinegeri orang Filistin. Pada saat itu orang Israel kalah perang sehingga Tabut Perjanjian dirampas oleh orang Filistin dan membawanya ke Asdod.

Dari Asdod, mereka menaikkan Tabut Allah itu ke atas kereta yang ditarik oleh lembu, dan lembu itu pergi menuju ke Bet Semes.

Perenungannya adalah:

– Kuasa Tuhan bisa dimana saja, walaupun saat itu Tabut Allah ada didaerah orang Filistin tapi Tuhan tetap berkuasa.

– Jangan main-main kepada Tuhan, seperti yang terjadi pada orang Filistin yang membawa Tabut Allah itu masuk ke kuil Dagon.

– Ilah dunia tidak dapat melawan Tuhan.

Dari Asdod, maka Tabut Allah dibawa mengikuti jalan  ke Bet-Semes; melalui satu jalan raya (I Sam 6:13-15)

Apa yang terjadi di Bet Semes?

  1.         Mereka bersukacita (I Sam 6:13)

“Orang-orang Bet-Semes sedang menuai gandum di lembah. Ketika mereka mengangkat muka, maka tampaklah kepada mereka tabut itu, lalu bersukacitalah mereka melihatnya”

Kehadiran Tuhan mendatangkan sukacita buat orang-orang di Bet Semes, dan memang kita harus percaya bahwa jika Tuhan hadir, maka itu akan mendatangkan sukacita.

Seperti yang terjadi pada Zakheus yang bersukacita karena Tuhan Yesus mau hadir dan datang dirumahnya (Luk 19:6).  Hal ini disebabkan karena perkenanan Tuhan yang datang pada Zakheus. Kehadiran Tuhan itu memberikan keselamatan kepada Zakheus dan keluarganya.

Demikian juga dengan kepala penjara Filipi yang bersukacita karena keselamatan yang Tuhan berikan pada dia dan keluarganya (Kisah 16:33)

Saat itu di Bet Semes ada batu besar (I Sam 6:14). Batu besar ini adalah gambaran mezbah. Batu itu adalah gambaran mezbah sebagai sarana untuk melakukan penyembahan kepada Tuhan. Penyembahan adalah sebuah sikap yang sangat disukai oleh Tuhan. Seperti perempuan Sirofenisia (Mat 15:21-28) yang mau datang mencari Tuhan, memohon belas kasihan Tuhan, menaklukkan dirinya dalam penyembahan, merendahkan dirinya dengan cara menyamakan dirinya dengan seekor anjing yang makan remah-remah roti yang kelihatannya sangat tidak berharga, bahkan remah-remah roti itu jatuh dari meja yaitu tempat yang rendah. Namun hal itulah yang membuat dia menerima apa yang dia minta.

Karena sikapnya yang benar dihadapan Tuhan, maka dia mengalami mujisat Tuhan, anaknya disembuhkan dan menerima keselamatan. Demikian juga yang terjadi pada perwira di Kapernaum (Luk 7:7) yang percaya pada Tuhan dan minta agar Tuhan Yesus menyembuhkan hambanya, dan akhirnya hambanya itu menjadi sembuh, hanya oleh sepatah kata saja dari Tuhan Yesus.

  1.         Mereka mempersembahkan korban (I Sam 6:14)

“Kereta itu sampai ke ladang Yosua, orang Bet-Semes itu, dan berhenti di sana. Di sana ada batu besar. Mereka membelah kayu kereta itu dan mereka mempersembahkan lembu-lembu sebagai korban bakaran kepada TUHAN”

Walaupun mereka bersukacita dan mempersembahkan korban bagi Tuhan, tapi Tuhan membunuh 70 orang di Bet Semes karena mereka membuka tutup Tabut Allah itu, dan melihat ke dalam Tabut Allah.

Mereka berkabung, karena Tuhan telah menghajar mereka dengan dahsyat. Peraturan Tuhan memang sangat ketat dan keras sebab hanya Imam yang telah dikuduskan yang boleh mengurus Tabut Allah.

Pelajarannya:

– Mempersembahkan korban adalah kewajiban

– Menyembah Tuhan adalah keharusan

– Tetapi bukan berarti kita bisa hidup dengan sembarangan.

Ibrani 12:14b ” sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan”

Bagaimanakah cara kita berjalan untuk mencapai kekudusan?

– II Kor 6:17 “Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.

– Roma 6:22 “Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.

Akibat bagi orang di Bet Semes

– Korban mereka menjadi sia sia

– Harkat mereka turun seperti yang terjadi pada orang Filistin

– Ada 70 orang yang mati

Percayalah bahwa jika Tuhan hadir dalam hidup kita maka Dia akan mendatangkan berkat dan kebaikan, namun jika kita tidak menghormati kehadiran Tuhan, maka itu akan menjadi kutuk dan tulah bagi kita…amin

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.

Travelling The Ark

[Khotbah] The Traveling Of The Ark, Minggu 26 Agustus 2018

THE TRAVELING OF THE ARK

(Keluaran 25:10)

“Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya”

Tuhan menyuruh Musa untuk membuat Tabut Perjanjian yang merupakan lambang kehadiran Tuhan ditengah umatNya.

Adapun bahan-bahan yang dipakai untuk membuat Tabut Perjanjian itu adalah kayu Akasia yang dilapisi dengan emas murni. Panjangnya 110 cm, lebarnya 66 cm dan tingginya 66 cm. Tabut Perjanjian itu berisi buli-buli emas berisi Manna, tongkat Harun yang berbunga dan berbuah badam, serta dua loh batu perintah Allah.

Pada saat Nebukadnezar raja Babel menghancurkan Bait Allah, maka Tabut Perjanjian itu tidak diketahui keberadaannya dan tidak lagi disebutkan keberadaannya sampai pada Perjanjian Baru.

Walaupun Tabut Perjanjian merupakan lambang kehadiran Allah ditengah umatNya, namun saat bangsa Israel berdosa dan memberontak kepada Tuhan, maka Tuhan mengijinkan Tabut Perjanjian itu dipindahkan ketempat lain.

Dalam I Sam 5:1-5 dikisahkan tentang perjalanan Tabut Perjanjian dinegeri orang Filistin. Pada saat itu orang Israel kalah perang sehingga Tabut Perjanjian dirampas oleh orang Filistin dan membawanya ke Asdod. Apakah yang terjadi?

– Tabut Allah ditempatkan oleh orang Filistin didalam kuil Dagon.

– Patung Dagon terjatuh dan tersungkur dihadapan Tabut Allah.

– Pada keesokan harinya, patung itu jatuh kembali.

– Allah menurunkan tulah pada mereka yaitu penyakit borok.

– Di Gat bahkan terjadi kematian orang Filistin.

Ada beberapa pelajaran dari kisah ini yaitu:

  1.         Orang Filistin berusaha menghadirkan Tuhan

Saat itu orang Filistin mungkin berpikir bahwa jika mereka memiliki dua tuhan, maka keadaan mereka akan lebih hebat dan luar biasa.

Kita harus menyadari bahwa kehadiran Tuhan itu tidak dapat dipaksakan.

Bagaimana kita dapat menghadirkan Tuhan dalam kehidupan kita?

Yaitu dengan cara :

-Mengundang dan merindukanNya (Maz 42:1-3) “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah”

– Lewat persekutuan dengan saudara seiman (Mat 18:20) “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

– Melalui doa,pujian dan penyembahan (Maz 22:4) “(22-4) Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel”

  1.           Tuhan tidak mau dicampur aduk

Orang Filistin menaruh Tabut Allah didalam kuil Dagon, dan Tuhan tidak mau dicampur adukkan dengan dewa Dagon dalam kuil itu.

Seringkali kita pun mencampur adukkan Tuhan yaitu dengan cara:

  1. Menyembah tapi percaya pada ilah lain (Kel 34:14)
  2. Berharap tidak hanya kepada Tuhan dengan cara:

– Mengandalkan Tuhan tapi juga mengandalkan kekuatan sendiri.

Hal ini juga yang terjadi pada kisah Kain dan Habel.

Habel bekerja sebagai gembala kambing domba, dengan tujuan agar ternaknya itu dipakai sebagai persembahan bakaran untuk Tuhan. Makanan Habel yaitu dari berkat Tuhan dan apa yang dihasilkan oleh tanah. Sedangkan Kain bekerja sebagai seorang petani untuk korban dan untuk makanannya. Habel mengandalkan Tuhan untuk menyediakan keperluannya, sedangkan Kain berusaha sendiri untuk menyediakan makanannya.

– Mengandalkan Tuhan tapi juga mengandalkan orang lain.

Hal ini seperti bangsa Israel pada saat dipadang gurun selalu mengingat untuk kembali ke Mesir, karena mereka selalu mengingat tentang makanan yang ada di Mesir. Mereka mengandalkan Mesir sehingga akhirnya lupa akan janji Tuhan yang akan memberikan kepada mereka tanah yang berlimpah susu dan madu.

  1.         Dampak kehadiran Tuhan

Dampak Tabut Tuhan yaitu:

– Dampak kehadiran Tabut Allah ditengah orang Israel adalah Tuhan ada ditengah umatNya, mencurahkan berkat dan perlindunganNya. Demikian juga dampak kehadiran Tuhan bagi orang percaya yaitu mengeluarkan bau yang harum, yaitu berkat dan anugerahNya yang bisa dirasakan dan dialami oleh orang yang takut akan Dia.

– Dampak kehadiran Tabut Allah bagi orang Filistin adalah Tuhan mempermalukan dewa Dagon dengan menghancurkan patung Dagon sembahan mereka, Tuhan memukul mereka dengan tulah dan penyakit, bahkan kematian. Kegentaran dari Tuhan turun atas orang Filistin.

Demikian juga dampak kehadiran Tuhan bagi orang yang tidak percaya yaitu Tuhan akan menurunkan murka dan penghukuman bagi mereka.

Dalam Perjanjian Lama,kehadiran Tuhan bagi orang Israel mengakibatkan mereka dilepaskan dari perbudakan Mesir (Kel 29:46), dilindungi dalam perjalanan selama dipadang gurun (Kel 13:21), memberikan tuntunan bagi mereka kapan untuk pergi atau kapan untuk tinggal (Kel 49:37). Sedangkan dalam Perjanjian Baru, kehadiran Tuhan mengakibatkan terjadi kesembuhan illahi, pelipat gandaan berkat, kelepasan dari belenggu iblis, kebangkitan dari kematian dll.

Mari kita menjadi orang yang takut akan Tuhan agar kehadiranNya membawa berkat dan pemulihan bagi kita……amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.

Tuhan Hadir

[Khotbah] Tuhan Hadir, Minggu 19 Agustus 2018

TUHAN  HADIR

          Tuhan itu Maha Hadir (Omni Present) sehingga Dia dapat hadir dimana saja, kapan saja dan tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu.

Dalam Alkitab dituliskan bahwa Tuhan hadir diberbagai tempat yaitu :

– Didalam sebuah bangsa (Kel 13:21-22) “TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka”

– Didalam sebuah kota (Yeh 48:30-35) “Sejak hari itu nama kota itu ialah: TUHAN HADIR DI SITU.”

– Didalam Bait Suci (Maz 11:4) “TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga”

– Didalam sebuah kemah (Kel 33:9) “Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan Musa di sana”

– Didalam hidup orang percaya (I Kor 6:19) “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu”

Allah yang maha besar dan maha kuasa, mau hadir dimana saja bahkan hadir dan tinggal dalam hidup kita.

Apa akibatnya jika Allah hadir dalam kehidupan kita?

  1.         Menjadi Perlindungan

(Maz 46:6) “Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi”

Jika bangsa, kota, rumah, hidup kita ada dalam perlindungan Tuhan, pasti tidak akan tergoncangkan karena Dia adalah tempat perlindungan kita.

Pada saat Israel dipadang gurun, Allah hadir lewat tiang awan dan tiang api. Tiang awan melindungi mereka dari sengatan sinar matahari pada siang hari dan tiang api melindungi mereka dari dinginnya udara pada malam hari dan menjauhkan dari binatang buas.

Janji Tuhan bahwa Dia adalah tempat perlindungan kita (Maz 91) yang melindungi kita dari jerat musuh, penyakit, panah musuh,malapetaka, tulah, kutuk, kuasa kegelapan, orang yang bermaksud jahat, marabahaya, malapetaka dll.

  1.         Memberi Kuasa

(I Yoh 4:4) “sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia”

(Kisah 1:8) “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.”

Roh Allah yang ada dalam hidup kita akan memberikan kita kuasa untuk mengalahkan kuasa kegelapan, intimidasi musuh, menang atas dosa dan keinginan daging, menang atas pergumulan hidup dll.

Sebagai orang percaya, kita harus menyadari dan memakai kuasa yang ada dalam hidup kita, agar dapat memenangkan semua peperangan roh selama kita hidup didunia ini.

  1.         Memperhatikan hidup kita

(Maz 11:4) “TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

Kata “mengamati” dalam bhs Inggris “Observe” artinya mengamati, mengawasi, memperhatikan.

Hal ini berarti seperti seorang bapak yang mengawasi anak-anaknya untuk memastikan bahwa mereka baik-baik saja. Mengamati juga berarti seperti seorang tuan yang mengawasi anak buahnya untuk memastikan bahwa mereka bekerja dengan baik.

Jika Allah memperhatikan dan mengawasi kita, maka Dia pasti mengetahui seluruh keberadaan hidup kita. Dia tahu jika saat ini kita sedang sakit, menderita, kekurangan, bergumul, berdukacita, tertolak, terpuruk, tertekan, ketakutan, terintimidasi dll.

Tuhan tahu apa yang kita butuhkan, dan Dia mau memberikan mujisat yang tidak lasim bagi kita yang percaya padaNya.

  1.         Memberi Pemulihan

(Yes 61:1-7) “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara”

Jika Roh Allah hadir dalam hidup kita, maka semua hal buruk yang pernah terjadi dalam hidup kita akan dibalikkan oleh Tuhan, Dia akan memulihkan keadaan kita.

Percaya bahwa jika Tuhan hadir dalam hidup kita, maka pemulihan pasti terjadi. Semua ketakutan, kesengsaraan, ikatan, intimidasi, perkabungan, dukacita, semangat yang patah, keruntuhan, kerugian, dipermalukan, celaan, noda dll akan diubah oleh Tuhan. Pemulihan pasti terjadi, New beginning pasti terjadi.

  1.         Keselamatan

(Luk 19:5-10) “Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham”

Kehadiran Tuhan Yesus dirumah Zakheus mendatangkan keselamatan bagi dia dan seisi rumahnya.

Jika Allah hadir dalam rumah dan keluarga kita, maka keselamatan akan menjadi bagian kita dan keluarga kita.

Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa Allah hadir dalam bangsa, kota, gereja, rumah, toko, kampus, sekolah, hidup kita dll dan kita akan mengalami hal-hal supra natural. Ingat bahwa Tuhan hadir dalam hidup orang yang memiliki rasa haus dan lapar akan Tuhan yang selalu rindu menikmati hadirat Tuhan…..amin.

 

Oleh Pdt Aris Andrijanto SE,MA

Mengoyakan hati

[Khotbah] Mengoyakan Hati, Minggu 12 Agustus 2018

MENGOYAKKAN HATI

Yoel 2:13

“Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya”

 

Dalam Alkitab dituliskan bahwa pada saat seseorang mengalami sesuatu yang tidak baik, maka mereka mengoyakkan pakaiannya sebagai tanda menyesal, pertobatan dan dukacita. Hal ini biasa dilakukan oleh raja, penguasa, nabi, bahkan oleh orang biasa. Namun Tuhan mau agar kita mengoyakkan hati dan bukan pakaian kita. Mengoyakkan pakaian hanya menunjukkan suatu tindakan simbolis dan lahiriah saja. Tapi mengoyakkan hati adalah tindakan yang sungguh-sungguh keluar dari dalam hidup kita sebagai tanda pertobatan dan perubahan.

Mengapa? Karena banyak orang yang pakaian luarnya kelihatan bagus dan indah dilihat, namun hatinya busuk dan penuh dengan kejahatan.

Banyak orang yang selalu menutupi hal jahat yang ada dihatinya, dengan memperlihatkan hal-hal yang baik diluarnya berupa atribut keagamaan atau simbol-simbol seperti jubah, kalung, aksesoris yang kelihatannya rohani.

Mengoyakkan hati berarti bahwa Tuhan mau agar kita berubah dalam hidup ini sebab perubahan adalah kodrat kehidupan yang tidak dapat dihindari.

Dalam II Kor 4:16 “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari”

Rom 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”

Kita tahu bahwa diri kita harus berubah, dan seringkali kita juga mau agar orang lain itu berubah. Namun kenyataannya adalah perubahan yang diharapkan tidak pernah terwujud  atas diri kita dan atas orang lain sehingga menyebabkan kita frustasi.

Efesus 4:26-28 “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu”

Ini berbicara tentang kepribadian manusia yang bermacam-macam dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Ayat ini mengajar pada kita bahwa marah itu boleh asal kita tidak menyimpan amarah. Demikian juga dengan pencuri, jangan mencuri lagi, tapi jadilah pekerja keras.

Jadi sebenarnya Tuhan tidak bermaksud untuk mengubah karakter kita karena itu bukan akar masalahnya. Namun yang harus dilakukan adalah jangan sampai kelemahan karakter kita membuat kita jatuh dalam dosa. Kita harus mengejar karakter Kristus dan buah karakter itu untuk kemuliaan nama Tuhan.

Contohnya seperti Petrus yang bertindak pengecut dan munafik sehingga ditegur oleh Paulus (Gal 2:11-13) “Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka”

Efe 4:20-22 “Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus, Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan”

Untuk mengalami perubahan dalam karakter kita, maka kita harus :

  1.         Belajar untuk mengenal Kristus. 

Mengapa banyak orang kristen yang meninggalkan iman percayanya kepada Tuhan Yesus? Karena mereka tidak mau belajar untuk mengenal Kristus. Orang yang tidak mengenal Kristus, akan mudah untuk meninggalkan dan menyangkali imannya kepada Tuhan. Orang yang mengenal Tuhan Yesus secara pribadi tidak akan mudah untuk disesatkan.

  1.         Menerima pengajaran.

Kita harus mau untuk diajar akan firman Tuhan, jangan memiliki sikap yang sombong yang tidak mau untuk diajar tentang kebenaran firman Tuhan.

Saat kita menerima pengajaran, kita harus tetap berhati-hati, karena saat ini banyak pengajaran sesat yang melenceng dari kebenaran firman Tuhan.

  1.         Menanggalkan manusia lama.

Firman Tuhan berkata bahwa tanggalkan dan buanglah  semua kenajisan dan dosa itu. Manusia lama bentuknya yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya (Gal 5:19-21)

Orang yang masih hidup dengan mengenakan kehidupan lamanya, tidak akan memperoleh keselamatan. Mari tanggalkan manusia lama, dan mengenakan manusia baru yang dibaharui dari sehari kesehari.

 

Jadi perubahan utama dalam diri orang percaya adalah pada tujuan hidupnya yaitu dapat bermanfaat dan menjadi berkat bagi orang lain.

Amin.

 

Oleh Pdt Lui Sirapanji MA

superfamily3

[Khotbah] Super Family (3), Minggu 05 Agustus 2018

S U P E R   F A M I L Y (3)

Kejadian 25:19-26

“Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya”

 

Ishak mengambil Ribka menjadi isterinya pada saat dia berumur 40 tahun. Namun setelah mereka menikah, ternyata Ribka mandul selama 20 tahun, dan Ishak berdoa kepada Tuhan sehingga Tuhan menjawab doa Ishak dan akhirnya Ribka mengandung dan melahirkan dua orang anak kembar yaitu Esau dan Yakub. Hal ini seperti yang terjadi pada Yabes yang hidup dalam kesakitan, namun dia berdoa kepada Tuhan dan Tuhan mendengar dan menjawab doanya.

Setelah keluarga Ishak mendapatkan Esau dan Yakub maka ada beberapa hal yang tidak rohani yang terjadi dalam keluarga Ishak yaitu :

– Adanya pilih kasih karena Ribka lebih mengasihi Yakub sedangkan Ishak lebih mengasihi Esau.

– Keduanya tumbuh dengan karakter yang buruk

– Komunikasi mereka sangat buruk

– Hubungan mereka sangat jauh karena saat Esau lapar dan minta makan, Yakub memberikannya namun dengan meminta imbalan yaitu hak kesulungan Esau (Kej 25:30-31). Hal ini membuat Esau merasa ditipu oleh Yakub sehingga Esau mau membunuhnya (Kej 25:41)

Keluarga adalah anugerah Tuhan, karena keluarga adalah tempat untuk membangun Kerajaan imamat sesuai firman Tuhan.

Hal-hal besar yang dapat dilakukan dalam keluarga seperti :

– Tempat lahirnya iman kristen, membangun iman kita bersama dengan keluarga kita.

– Firman Tuhan dibagikan dan dilakukan antar sesama anggota keluarga.

– Etika kristen dipraktekkan.

– Nilai-nilai kerajaan Allah menjadi pedoman keluarga kita.

– Perjuangan hidup karena masalah dan pergumulan hidup.

Dalam kisah ini kita akan belajar tentang anak-anak Ishak yaitu Yakub.

Karakter Yakub yang dapat kita pelajari yaitu:

  1.         Cenderung menipu

Hosea 12:4 “(12-4) Di dalam kandungan ia menipu saudaranya, dan dalam kegagahannya ia bergumul dengan Allah”

Arti kata Yakub adalah penipu, penangkap tumit, penyerobot, dan orang yang tinggal dalam tenda.

Yakub adalah seorang anak yang suka akal-akalan yaitu selalu mencari keuntungan dari orang lain. Contohnya dia menawarkan kacang merah kepada Esau ganti hak kesulungan. Karakter orang seperti ini biasanya pelit, egois, dan sulit menabur.

  1.         Penuh dengan perhitungan

Yakub saat melepaskan sesuatu, selalu mau menuntut imbalannya. Yakub mau memberikan kacang merah kepada Esau namun dia meminta hak kesulungan Esau. Orang yang penuh dengan perhitungan pasti selalu penuh dengan akal licik.

Kej 28:20 “Lalu bernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai”

Yakub bernazar kepada Tuhan namun dengan mengajukan syarat kepada Tuhan. Dalam Pengkotbah 5:1-5 dituliskan beberapa hal tentang nazar yaitu :

– jangan terburu-buru dengan mulut (ayat 1)

– jangan menundanya (ayat 3)

– harus ditepati sesuai dengan nazar (ayat 3)

– jangan sampai menimbulkan dosa (ayat 5)

– jangan sampai pekerjaan menjadi rusak (ayat 5)

Tuhan itu ingat dengan nazar yang kita ucapkan, jadi harus berhati-hati dengan nazar kita (Kej 31:13) “Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu.”

Cara Yakub mendapatkan isteri juga dengan perhitungan (Kej 29:18) “Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: “Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu.”

Untuk mendapatkan berkat, Yakub bergumul dengan Allah dan meminta untuk diberkati oleh Allah (Kej 32:26) “Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”

  1.         Pengecut

Saat waktunya Yakub untuk bertemu dengan Esau, maka tindakannya memperlihatkan ketakutannya (Kej 33:11). Tindakan Yakub yang membuktikan dia seorang pengecut yaitu menyuap Esau, dengan membawa ternak sebagai persembahan kepada Esau (Kej 32:13-16) “Lalu bermalamlah ia di sana pada malam itu. Kemudian diambilnyalah dari apa yang ada padanya suatu persembahan untuk Esau, kakaknya”

Bukan hanya itu, Yakub menempatkan anak-anak dan isterinya didepan, saat akan bertemu dengan Esau.

Namun semua karakter Yakub yang tidak baik, telah diubah oleh Allah menjadi baik dengan cara mengubah namanya menjadi Israel (Yashar El).

Arti Israel adalah pangeran Allah, yang dapat berhubungan langsung dengan Allah sehingga dia menjadi pemenang. Hal ini membuat Yakub menjadi pribadi yang baru (Kej 33:3), sehingga dia tampil dengan berani, mau merendahkan diri dan hatinya didepan Esau,dan dia tampil sebagai imam dalam keluarganya.

Bagaimana sebuah keluarga dapat memperoleh kemenangan?

– milikilah firman Tuhan.

– ada urapan Allah.

– saling menopang.

– beribadah bersama.

– melayani Tuhan.

Oleh karena itu sebagai orang tua, kita harus mendidik anak-anak kita untuk menjadi orang yang takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan….amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Kembali ke Eden

[Khotbah] Kembali ke Eden, Minggu 29 Juli 2018

KEMBALI KE EDEN

Roma 12:2

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”

Firman Tuhan berkata agar kita jangan serupa dengan dunia ini, tapi harus serupa dengan gambar Allah. Untuk menjadi serupa dengan Allah didalam Tuhan Yesus, maka kita harus mempersembahkan hidup kita kepada Dia.

Dalam Filipi 1:29 dikatakan “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia”

Dari ayat ini kita dapat melihat bahwa karunia Allah terdiri dari 2 hal yaitu

– Untuk percaya pada Tuhan Yesus, bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat manusia.

– Untuk menderita bagi Tuhan Yesus, dengan mengalami berbagai masalah, pergumulan hidup, kekurangan, sakit penyakit dll.

Ada dua hal yang membuat kita dapat dibaharui oleh Tuhan yaitu :

  1.         Kenalilah identitas jati diri 

(Mazmur 139:13-16) “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya”

Pemazmur bekata bahwa dirinya merupakan sebuah karya Tuhan yang dahsyat dan ajaib. Demikian juga dengan kita, harus meyakini bahwa diri

kita merupakan rancangan dan tenunan dari Allah yang dibuat oleh kerajaan sorga, dan bukan hanya berasal dari keinginan daging.

Kita adalah ciptaan dari tangan Allah sendiri dan Dia menghembuskan nafas hidup yaitu RohNya pada kita, dan Apa yang Dia lakukan itu sungguh amat baik. Inilah identitas kita dalam Tuhan.

Kita harus mengerti tentang identitas diri dalam Tuhan Yesus. Kultur adalah ekspresi dari jati diri, sehingga kita harus mengenal identitas diri kita. Orang dapat menjadi tidak percaya diri karena tidak mengenali identitas jati diri.

Yesaya 41:8 “Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi”.

Israel menjadi hamba Tuhan yang trepilih. Namun pada ayat 14  dikatakan “Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel”. Ini berbicara tentang keadaan Israel yang sangat hina tanpa Tuhan.

Pada zaman PL, bait Allah digambarkan dengan sebuah bangunan.

Bagaimanakah nilai investasi dari bait Allah Salomo?

– Emas 3.752.006.840 gr X Rp 600 rb = 2.203,7 trilyun

– Perak 34.578.000.000 gr X Rp 10 rb = 345,7 trilyun

Total Rp 2.549,4 trilyun, ini adalah nilai yang luar biasa berharga.

Namun pada zaman PB, bait Allah digambarkan sebagai tubuh kita.

I Kor 3:16 “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu”

Kita ketahui bahwa setiap detik kita membutuhkan oksigen dan nitrogen. Kebutuhan oksigen dan nitrogen dalam sehari tubuh manusia adalah:

– Oksigen : 2.880 liter X Rp 25.000 = 72 jt

– Nitrogen: 11.376 liter X Rp 10.000=113.7 jt

Jadi total satu hari Rp 185,7 jt

Hagai 1:8 “Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN”

Kel 30:13-15 “Inilah yang harus dipersembahkan tiap-tiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu: setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus–syikal ini dua puluh gera beratnya–;setengah syikal itulah persembahan khusus kepada TUHAN.

Tuhan mau agar kita mempersembahkan roh, jiwa dan tubuh kita.

  1.         Komitmen

Komitmen adalah mentalitas bagi anggota kerajaan sorga dan mereka yang terlibat dalam pelayanan. Tuhan tidak berkepentingan dengan sesuatu yang kita lakukan bagi Dia. Dia hanya memberi apresiasi bagi orang yang memiliki komitmen kuat.

Komitmen itu berbicara tentang keputusan, seperti Musa yang mengambil keputusan untuk menolak sebagai anak puteri Firaun (Ibr 11:24-26) “Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah”

Jika kita komitmen, maka Tuhan akan memerintahkan kebajikan dan kemurahan akan terus mengejar dan mengikuti kita.

Komitmen harus fokus dan fokus itu perlu kesetiaan. Komitmen teruji dalam sikon yang tidak baik…..amin

 

Oleh Pdt Steve Retraubun