[Khotbah] The Traveling Of The Ark, Minggu 26 Agustus 2018

THE TRAVELING OF THE ARK

(Keluaran 25:10)

“Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya”

Tuhan menyuruh Musa untuk membuat Tabut Perjanjian yang merupakan lambang kehadiran Tuhan ditengah umatNya.

Adapun bahan-bahan yang dipakai untuk membuat Tabut Perjanjian itu adalah kayu Akasia yang dilapisi dengan emas murni. Panjangnya 110 cm, lebarnya 66 cm dan tingginya 66 cm. Tabut Perjanjian itu berisi buli-buli emas berisi Manna, tongkat Harun yang berbunga dan berbuah badam, serta dua loh batu perintah Allah.

Pada saat Nebukadnezar raja Babel menghancurkan Bait Allah, maka Tabut Perjanjian itu tidak diketahui keberadaannya dan tidak lagi disebutkan keberadaannya sampai pada Perjanjian Baru.

Walaupun Tabut Perjanjian merupakan lambang kehadiran Allah ditengah umatNya, namun saat bangsa Israel berdosa dan memberontak kepada Tuhan, maka Tuhan mengijinkan Tabut Perjanjian itu dipindahkan ketempat lain.

Dalam I Sam 5:1-5 dikisahkan tentang perjalanan Tabut Perjanjian dinegeri orang Filistin. Pada saat itu orang Israel kalah perang sehingga Tabut Perjanjian dirampas oleh orang Filistin dan membawanya ke Asdod. Apakah yang terjadi?

– Tabut Allah ditempatkan oleh orang Filistin didalam kuil Dagon.

– Patung Dagon terjatuh dan tersungkur dihadapan Tabut Allah.

– Pada keesokan harinya, patung itu jatuh kembali.

– Allah menurunkan tulah pada mereka yaitu penyakit borok.

– Di Gat bahkan terjadi kematian orang Filistin.

Ada beberapa pelajaran dari kisah ini yaitu:

  1.         Orang Filistin berusaha menghadirkan Tuhan

Saat itu orang Filistin mungkin berpikir bahwa jika mereka memiliki dua tuhan, maka keadaan mereka akan lebih hebat dan luar biasa.

Kita harus menyadari bahwa kehadiran Tuhan itu tidak dapat dipaksakan.

Bagaimana kita dapat menghadirkan Tuhan dalam kehidupan kita?

Yaitu dengan cara :

-Mengundang dan merindukanNya (Maz 42:1-3) “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah”

– Lewat persekutuan dengan saudara seiman (Mat 18:20) “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

– Melalui doa,pujian dan penyembahan (Maz 22:4) “(22-4) Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel”

  1.           Tuhan tidak mau dicampur aduk

Orang Filistin menaruh Tabut Allah didalam kuil Dagon, dan Tuhan tidak mau dicampur adukkan dengan dewa Dagon dalam kuil itu.

Seringkali kita pun mencampur adukkan Tuhan yaitu dengan cara:

  1. Menyembah tapi percaya pada ilah lain (Kel 34:14)
  2. Berharap tidak hanya kepada Tuhan dengan cara:

– Mengandalkan Tuhan tapi juga mengandalkan kekuatan sendiri.

Hal ini juga yang terjadi pada kisah Kain dan Habel.

Habel bekerja sebagai gembala kambing domba, dengan tujuan agar ternaknya itu dipakai sebagai persembahan bakaran untuk Tuhan. Makanan Habel yaitu dari berkat Tuhan dan apa yang dihasilkan oleh tanah. Sedangkan Kain bekerja sebagai seorang petani untuk korban dan untuk makanannya. Habel mengandalkan Tuhan untuk menyediakan keperluannya, sedangkan Kain berusaha sendiri untuk menyediakan makanannya.

– Mengandalkan Tuhan tapi juga mengandalkan orang lain.

Hal ini seperti bangsa Israel pada saat dipadang gurun selalu mengingat untuk kembali ke Mesir, karena mereka selalu mengingat tentang makanan yang ada di Mesir. Mereka mengandalkan Mesir sehingga akhirnya lupa akan janji Tuhan yang akan memberikan kepada mereka tanah yang berlimpah susu dan madu.

  1.         Dampak kehadiran Tuhan

Dampak Tabut Tuhan yaitu:

– Dampak kehadiran Tabut Allah ditengah orang Israel adalah Tuhan ada ditengah umatNya, mencurahkan berkat dan perlindunganNya. Demikian juga dampak kehadiran Tuhan bagi orang percaya yaitu mengeluarkan bau yang harum, yaitu berkat dan anugerahNya yang bisa dirasakan dan dialami oleh orang yang takut akan Dia.

– Dampak kehadiran Tabut Allah bagi orang Filistin adalah Tuhan mempermalukan dewa Dagon dengan menghancurkan patung Dagon sembahan mereka, Tuhan memukul mereka dengan tulah dan penyakit, bahkan kematian. Kegentaran dari Tuhan turun atas orang Filistin.

Demikian juga dampak kehadiran Tuhan bagi orang yang tidak percaya yaitu Tuhan akan menurunkan murka dan penghukuman bagi mereka.

Dalam Perjanjian Lama,kehadiran Tuhan bagi orang Israel mengakibatkan mereka dilepaskan dari perbudakan Mesir (Kel 29:46), dilindungi dalam perjalanan selama dipadang gurun (Kel 13:21), memberikan tuntunan bagi mereka kapan untuk pergi atau kapan untuk tinggal (Kel 49:37). Sedangkan dalam Perjanjian Baru, kehadiran Tuhan mengakibatkan terjadi kesembuhan illahi, pelipat gandaan berkat, kelepasan dari belenggu iblis, kebangkitan dari kematian dll.

Mari kita menjadi orang yang takut akan Tuhan agar kehadiranNya membawa berkat dan pemulihan bagi kita……amin.

 

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.