[Khotbah] Mengoyakan Hati, Minggu 12 Agustus 2018
MENGOYAKKAN HATI
Yoel 2:13
“Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya”
Dalam Alkitab dituliskan bahwa pada saat seseorang mengalami sesuatu yang tidak baik, maka mereka mengoyakkan pakaiannya sebagai tanda menyesal, pertobatan dan dukacita. Hal ini biasa dilakukan oleh raja, penguasa, nabi, bahkan oleh orang biasa. Namun Tuhan mau agar kita mengoyakkan hati dan bukan pakaian kita. Mengoyakkan pakaian hanya menunjukkan suatu tindakan simbolis dan lahiriah saja. Tapi mengoyakkan hati adalah tindakan yang sungguh-sungguh keluar dari dalam hidup kita sebagai tanda pertobatan dan perubahan.
Mengapa? Karena banyak orang yang pakaian luarnya kelihatan bagus dan indah dilihat, namun hatinya busuk dan penuh dengan kejahatan.
Banyak orang yang selalu menutupi hal jahat yang ada dihatinya, dengan memperlihatkan hal-hal yang baik diluarnya berupa atribut keagamaan atau simbol-simbol seperti jubah, kalung, aksesoris yang kelihatannya rohani.
Mengoyakkan hati berarti bahwa Tuhan mau agar kita berubah dalam hidup ini sebab perubahan adalah kodrat kehidupan yang tidak dapat dihindari.
Dalam II Kor 4:16 “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari”
Rom 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”
Kita tahu bahwa diri kita harus berubah, dan seringkali kita juga mau agar orang lain itu berubah. Namun kenyataannya adalah perubahan yang diharapkan tidak pernah terwujud atas diri kita dan atas orang lain sehingga menyebabkan kita frustasi.
Efesus 4:26-28 “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu”
Ini berbicara tentang kepribadian manusia yang bermacam-macam dengan segala kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Ayat ini mengajar pada kita bahwa marah itu boleh asal kita tidak menyimpan amarah. Demikian juga dengan pencuri, jangan mencuri lagi, tapi jadilah pekerja keras.
Jadi sebenarnya Tuhan tidak bermaksud untuk mengubah karakter kita karena itu bukan akar masalahnya. Namun yang harus dilakukan adalah jangan sampai kelemahan karakter kita membuat kita jatuh dalam dosa. Kita harus mengejar karakter Kristus dan buah karakter itu untuk kemuliaan nama Tuhan.
Contohnya seperti Petrus yang bertindak pengecut dan munafik sehingga ditegur oleh Paulus (Gal 2:11-13) “Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka”
Efe 4:20-22 “Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus, Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan”
Untuk mengalami perubahan dalam karakter kita, maka kita harus :
- Belajar untuk mengenal Kristus.
Mengapa banyak orang kristen yang meninggalkan iman percayanya kepada Tuhan Yesus? Karena mereka tidak mau belajar untuk mengenal Kristus. Orang yang tidak mengenal Kristus, akan mudah untuk meninggalkan dan menyangkali imannya kepada Tuhan. Orang yang mengenal Tuhan Yesus secara pribadi tidak akan mudah untuk disesatkan.
- Menerima pengajaran.
Kita harus mau untuk diajar akan firman Tuhan, jangan memiliki sikap yang sombong yang tidak mau untuk diajar tentang kebenaran firman Tuhan.
Saat kita menerima pengajaran, kita harus tetap berhati-hati, karena saat ini banyak pengajaran sesat yang melenceng dari kebenaran firman Tuhan.
- Menanggalkan manusia lama.
Firman Tuhan berkata bahwa tanggalkan dan buanglah semua kenajisan dan dosa itu. Manusia lama bentuknya yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya (Gal 5:19-21)
Orang yang masih hidup dengan mengenakan kehidupan lamanya, tidak akan memperoleh keselamatan. Mari tanggalkan manusia lama, dan mengenakan manusia baru yang dibaharui dari sehari kesehari.
Jadi perubahan utama dalam diri orang percaya adalah pada tujuan hidupnya yaitu dapat bermanfaat dan menjadi berkat bagi orang lain.
Amin.
Oleh Pdt Lui Sirapanji MA
