[Khotbah] The Traveling Of The Ark (3), Minggu 09 September 2018
THE TRAVELLING OF THE ARK (3)
(Keluaran 25:10)
“Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya”
Tuhan menyuruh Musa untuk membuat Tabut Perjanjian yang merupakan lambang kehadiran Tuhan ditengah umatNya.
Adapun bahan-bahan yang dipakai untuk membuat Tabut Perjanjian itu adalah kayu Akasia yang dilapisi dengan emas murni. Panjangnya 110 cm, lebarnya 66 cm dan tingginya 66 cm. Tabut Perjanjian itu berisi buli-buli emas berisi Manna, tongkat Harun yang berbunga dan berbuah badam, serta dua loh batu perintah Allah.
Pada saat Nebukadnezar raja Babel menghancurkan Bait Allah, maka Tabut Perjanjian itu tidak diketahui keberadaannya dan tidak lagi disebutkan keberadaannya sampai pada Perjanjian Baru.
Walaupun Tabut Perjanjian merupakan lambang kehadiran Allah ditengah umatNya, namun saat bangsa Israel berdosa dan memberontak kepada Tuhan, maka Tuhan mengijinkan Tabut Perjanjian itu dipindahkan ketempat lain.
Dalam I Sam 5:1-5 dikisahkan tentang perjalanan Tabut Perjanjian dinegeri orang Filistin. Pada saat itu orang Israel kalah perang sehingga Tabut Perjanjian dirampas oleh orang Filistin dan membawanya ke Asdod.
Dari Asdod, mereka menaikkan Tabut Allah itu ke atas kereta yang ditarik oleh lembu, dan lembu itu pergi menuju ke Bet Semes.
Perenungannya adalah:
– Kuasa Tuhan bisa dimana saja, walaupun saat itu Tabut Allah ada didaerah orang Filistin tapi Tuhan tetap berkuasa.
– Jangan main-main kepada Tuhan, seperti yang terjadi pada orang Filistin yang membawa Tabut Allah itu masuk ke kuil Dagon.
– Ilah dunia tidak dapat melawan Tuhan.
Dari Asdod, maka Tabut Allah dibawa mengikuti jalan ke Bet-Semes.
Apa yang terjadi di Bet-Semes? (I Sam 6:13) “Orang-orang Bet-Semes sedang menuai gandum di lembah. Ketika mereka mengangkat muka, maka tampaklah kepada mereka tabut itu, lalu bersukacitalah mereka melihatnya.
Saat orang-orang di Bet Semes melihat Tabut Allah itu datang, mereka bersukacita. Sukacita adalah keadaan hati seseorang yang merasa puas secara rohani atas apa yang terjadi dalam hidupnya.
Apa yang membuat orang bersukacita?
- Sukacita karena pengharapan akan penyertaan Tuhan.
(Rom 12:12) “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”
Sukacita itu muncul karena ada pengharapan dalam Tuhan Yesus, bahkan saat kita mengalami pergumulan,kesesakan dan penderitaan. Jangan pernah berhenti berharap pada Tuhan.
- Sukacita karena mendapatkan apa yang mustahil.
(Gal 4:27) “Karena ada tertulis: “Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami.”
Saat kita menerima dari Tuhan sesuatu yang mustahil, maka kita akan bersukacita dan mengucap syukur pada Tuhan. Tahun 2018 adalah tahun permulaan yang baru dan salah satu bentuknya yaitu mujisat yang tidak lazim. Percayalah bahwa kita juga akan mengalami mujisat yang tidak lazim ditahun ini.
- Sukacita karena kehadiran Tuhan.
Tuhan itu Maha Hadir, dan Dia hadir dimana saja dan kapan saja tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Bahkan Tuhan mau hadir dalam hidup kita.
Apakah kita tahu dan yakin akan kehadiran Tuhan dalam hidup kita?
Untuk mengetahui kehadiran Tuhan dalam hidup kita, dapat dilihat lewat apa yang kita alami dalam hidup ini. Pasti ada perbedaan antara orang yang mengalami kehadiran Tuhan dalam hidupnya, dengan orang yang jauh dari hadirat Tuhan.
- Sukacita karena orang lain mengikuti teladan kita.
(I Taw 29:9) “Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN; juga raja Daud sangat bersukacita”
Daud memberikan teladan dalam hal memberi bagi pembangunan Bait Allah, dan orang Israel juga mengikuti teladan Daud, sehingga mereka semua menabur dengan sukacita bagi pembangunan Bait Allah.
Mari berikan pengaruh dan teladan bagi orang lain, karena itu membawa sukacita bagi diri kita dan bagi orang lain.
- Sukacita karena kebaikan Tuhan.
(II Taw 7:10) “Pada hari yang kedua puluh tiga, bulan ketujuh, disuruhnya bangsa itu pulang ke kemah-kemah mereka sambil bersukacita dan bergembira atas kebaikan yang telah dilakukan TUHAN kepada Daud, kepada Salomo, dan kepada orang Israel, umat-Nya”
Lihatlah kebaikan Tuhan yang Dia lakukan didalam hidup kita, sebab Tuhan Yesus sangat baik bagi kita dan tak habis-habisnya rahmatNya.
- Sukacita karena pemulihan Tuhan.
(Maz 126:1-2) “Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai”
Tanda orang bersukacita dapat dilihat pada wajahnya, perkataannya, tindakannya, pelayanannya dll.
Sebagai orang percaya, marilah kita selalu bersyukur dan bersukacita seperti kata firman Tuhan dalam Filipi 4:4 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”…..amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
