[Khotbah] The Traveling Of The Ark (2), Minggu 02 September 2018
THE TRAVELLING OF THE ARK (2)
(Keluaran 25:10)
“Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya”
Tuhan menyuruh Musa untuk membuat Tabut Perjanjian yang merupakan lambang kehadiran Tuhan ditengah umatNya.
Adapun bahan-bahan yang dipakai untuk membuat Tabut Perjanjian itu adalah kayu Akasia yang dilapisi dengan emas murni. Panjangnya 110 cm, lebarnya 66 cm dan tingginya 66 cm. Tabut Perjanjian itu berisi buli-buli emas berisi Manna, tongkat Harun yang berbunga dan berbuah badam, serta dua loh batu perintah Allah.
Pada saat Nebukadnezar raja Babel menghancurkan Bait Allah, maka Tabut Perjanjian itu tidak diketahui keberadaannya dan tidak lagi disebutkan keberadaannya sampai pada Perjanjian Baru.
Walaupun Tabut Perjanjian merupakan lambang kehadiran Allah ditengah umatNya, namun saat bangsa Israel berdosa dan memberontak kepada Tuhan, maka Tuhan mengijinkan Tabut Perjanjian itu dipindahkan ketempat lain.
Dalam I Sam 5:1-5 dikisahkan tentang perjalanan Tabut Perjanjian dinegeri orang Filistin. Pada saat itu orang Israel kalah perang sehingga Tabut Perjanjian dirampas oleh orang Filistin dan membawanya ke Asdod.
Dari Asdod, mereka menaikkan Tabut Allah itu ke atas kereta yang ditarik oleh lembu, dan lembu itu pergi menuju ke Bet Semes.
Perenungannya adalah:
– Kuasa Tuhan bisa dimana saja, walaupun saat itu Tabut Allah ada didaerah orang Filistin tapi Tuhan tetap berkuasa.
– Jangan main-main kepada Tuhan, seperti yang terjadi pada orang Filistin yang membawa Tabut Allah itu masuk ke kuil Dagon.
– Ilah dunia tidak dapat melawan Tuhan.
Dari Asdod, maka Tabut Allah dibawa mengikuti jalan ke Bet-Semes; melalui satu jalan raya (I Sam 6:13-15)
Apa yang terjadi di Bet Semes?
- Mereka bersukacita (I Sam 6:13)
“Orang-orang Bet-Semes sedang menuai gandum di lembah. Ketika mereka mengangkat muka, maka tampaklah kepada mereka tabut itu, lalu bersukacitalah mereka melihatnya”
Kehadiran Tuhan mendatangkan sukacita buat orang-orang di Bet Semes, dan memang kita harus percaya bahwa jika Tuhan hadir, maka itu akan mendatangkan sukacita.
Seperti yang terjadi pada Zakheus yang bersukacita karena Tuhan Yesus mau hadir dan datang dirumahnya (Luk 19:6). Hal ini disebabkan karena perkenanan Tuhan yang datang pada Zakheus. Kehadiran Tuhan itu memberikan keselamatan kepada Zakheus dan keluarganya.
Demikian juga dengan kepala penjara Filipi yang bersukacita karena keselamatan yang Tuhan berikan pada dia dan keluarganya (Kisah 16:33)
Saat itu di Bet Semes ada batu besar (I Sam 6:14). Batu besar ini adalah gambaran mezbah. Batu itu adalah gambaran mezbah sebagai sarana untuk melakukan penyembahan kepada Tuhan. Penyembahan adalah sebuah sikap yang sangat disukai oleh Tuhan. Seperti perempuan Sirofenisia (Mat 15:21-28) yang mau datang mencari Tuhan, memohon belas kasihan Tuhan, menaklukkan dirinya dalam penyembahan, merendahkan dirinya dengan cara menyamakan dirinya dengan seekor anjing yang makan remah-remah roti yang kelihatannya sangat tidak berharga, bahkan remah-remah roti itu jatuh dari meja yaitu tempat yang rendah. Namun hal itulah yang membuat dia menerima apa yang dia minta.
Karena sikapnya yang benar dihadapan Tuhan, maka dia mengalami mujisat Tuhan, anaknya disembuhkan dan menerima keselamatan. Demikian juga yang terjadi pada perwira di Kapernaum (Luk 7:7) yang percaya pada Tuhan dan minta agar Tuhan Yesus menyembuhkan hambanya, dan akhirnya hambanya itu menjadi sembuh, hanya oleh sepatah kata saja dari Tuhan Yesus.
- Mereka mempersembahkan korban (I Sam 6:14)
“Kereta itu sampai ke ladang Yosua, orang Bet-Semes itu, dan berhenti di sana. Di sana ada batu besar. Mereka membelah kayu kereta itu dan mereka mempersembahkan lembu-lembu sebagai korban bakaran kepada TUHAN”
Walaupun mereka bersukacita dan mempersembahkan korban bagi Tuhan, tapi Tuhan membunuh 70 orang di Bet Semes karena mereka membuka tutup Tabut Allah itu, dan melihat ke dalam Tabut Allah.
Mereka berkabung, karena Tuhan telah menghajar mereka dengan dahsyat. Peraturan Tuhan memang sangat ketat dan keras sebab hanya Imam yang telah dikuduskan yang boleh mengurus Tabut Allah.
Pelajarannya:
– Mempersembahkan korban adalah kewajiban
– Menyembah Tuhan adalah keharusan
– Tetapi bukan berarti kita bisa hidup dengan sembarangan.
Ibrani 12:14b ” sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan”
Bagaimanakah cara kita berjalan untuk mencapai kekudusan?
– II Kor 6:17 “Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.
– Roma 6:22 “Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.
Akibat bagi orang di Bet Semes
– Korban mereka menjadi sia sia
– Harkat mereka turun seperti yang terjadi pada orang Filistin
– Ada 70 orang yang mati
Percayalah bahwa jika Tuhan hadir dalam hidup kita maka Dia akan mendatangkan berkat dan kebaikan, namun jika kita tidak menghormati kehadiran Tuhan, maka itu akan menjadi kutuk dan tulah bagi kita…amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th.
