[Khotbah] Kembali ke Eden, Minggu 29 Juli 2018

KEMBALI KE EDEN

Roma 12:2

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”

Firman Tuhan berkata agar kita jangan serupa dengan dunia ini, tapi harus serupa dengan gambar Allah. Untuk menjadi serupa dengan Allah didalam Tuhan Yesus, maka kita harus mempersembahkan hidup kita kepada Dia.

Dalam Filipi 1:29 dikatakan “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia”

Dari ayat ini kita dapat melihat bahwa karunia Allah terdiri dari 2 hal yaitu

– Untuk percaya pada Tuhan Yesus, bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat manusia.

– Untuk menderita bagi Tuhan Yesus, dengan mengalami berbagai masalah, pergumulan hidup, kekurangan, sakit penyakit dll.

Ada dua hal yang membuat kita dapat dibaharui oleh Tuhan yaitu :

  1.         Kenalilah identitas jati diri 

(Mazmur 139:13-16) “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya”

Pemazmur bekata bahwa dirinya merupakan sebuah karya Tuhan yang dahsyat dan ajaib. Demikian juga dengan kita, harus meyakini bahwa diri

kita merupakan rancangan dan tenunan dari Allah yang dibuat oleh kerajaan sorga, dan bukan hanya berasal dari keinginan daging.

Kita adalah ciptaan dari tangan Allah sendiri dan Dia menghembuskan nafas hidup yaitu RohNya pada kita, dan Apa yang Dia lakukan itu sungguh amat baik. Inilah identitas kita dalam Tuhan.

Kita harus mengerti tentang identitas diri dalam Tuhan Yesus. Kultur adalah ekspresi dari jati diri, sehingga kita harus mengenal identitas diri kita. Orang dapat menjadi tidak percaya diri karena tidak mengenali identitas jati diri.

Yesaya 41:8 “Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi”.

Israel menjadi hamba Tuhan yang trepilih. Namun pada ayat 14  dikatakan “Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel”. Ini berbicara tentang keadaan Israel yang sangat hina tanpa Tuhan.

Pada zaman PL, bait Allah digambarkan dengan sebuah bangunan.

Bagaimanakah nilai investasi dari bait Allah Salomo?

– Emas 3.752.006.840 gr X Rp 600 rb = 2.203,7 trilyun

– Perak 34.578.000.000 gr X Rp 10 rb = 345,7 trilyun

Total Rp 2.549,4 trilyun, ini adalah nilai yang luar biasa berharga.

Namun pada zaman PB, bait Allah digambarkan sebagai tubuh kita.

I Kor 3:16 “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu”

Kita ketahui bahwa setiap detik kita membutuhkan oksigen dan nitrogen. Kebutuhan oksigen dan nitrogen dalam sehari tubuh manusia adalah:

– Oksigen : 2.880 liter X Rp 25.000 = 72 jt

– Nitrogen: 11.376 liter X Rp 10.000=113.7 jt

Jadi total satu hari Rp 185,7 jt

Hagai 1:8 “Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN”

Kel 30:13-15 “Inilah yang harus dipersembahkan tiap-tiap orang yang akan termasuk orang-orang yang terdaftar itu: setengah syikal, ditimbang menurut syikal kudus–syikal ini dua puluh gera beratnya–;setengah syikal itulah persembahan khusus kepada TUHAN.

Tuhan mau agar kita mempersembahkan roh, jiwa dan tubuh kita.

  1.         Komitmen

Komitmen adalah mentalitas bagi anggota kerajaan sorga dan mereka yang terlibat dalam pelayanan. Tuhan tidak berkepentingan dengan sesuatu yang kita lakukan bagi Dia. Dia hanya memberi apresiasi bagi orang yang memiliki komitmen kuat.

Komitmen itu berbicara tentang keputusan, seperti Musa yang mengambil keputusan untuk menolak sebagai anak puteri Firaun (Ibr 11:24-26) “Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah”

Jika kita komitmen, maka Tuhan akan memerintahkan kebajikan dan kemurahan akan terus mengejar dan mengikuti kita.

Komitmen harus fokus dan fokus itu perlu kesetiaan. Komitmen teruji dalam sikon yang tidak baik…..amin

 

Oleh Pdt Steve Retraubun