[Khotbah] Diubahkan dalam Ibadah, Minggu 23 September 2018

DIUBAHKAN DALAM IBADAH

II Timotius 3:5

“Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!”

 

Sebagai orang kristen, kita semua pasti beribadah mencari Allah, namun pertanyaannya adalah apakah kita percaya bahwa ibadah itu memiliki kekuatan bagi kita dan menjadi berkat bagi kita?

Kekristenan artificial atau kekristenan palsu adalah orang kristen yang hanya memakai aksesoris belaka untuk memperlihatkan bahwa dirinya adalah orang kristen, namun tidak menghidupi nilai-nilai kekristenan. Secara lahiriah mereka setia beribadah tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.

Dalam versi Inggris II Tim 3:5 “holding a form of godliness, but having denied its power. Turn away from these, also.”

Ada 3 kunci agar ibadah menjadi berkat bagi kita yaitu:

  1.         Hancur hati (Pertobatan)

– Hati yang rela untuk dibaharui oleh Tuhan, hal ini berbicara tentang merendahkan hati dihadapan Tuhan

– Persiapkan hati bagaikan tanah yang subur yang siap untuk ditanami benih kebenaran firman Tuhan.

– Tuhan duduk dan bertahta artinya kita mempersilahkan Tuhan hadir dan menyembah Dia.

Titus 1:16″Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik”

Perubahan adalah bukti bahwa kita beribadah dengan cara yang benar dan tepat. Jadi maksudnya adalah jika kita beribadah dengan cara yang benar yang sesuai dengan kehendak Tuhan, maka pasti akan terjadi perubahan yang baik dalam hidup kita.

Seorang penulis yang bernama Lamar Boschman menulis “when i worship, i would rather my heart be without words than my words be without heart”

Artinya ketika saya menyembah, saya lebih suka datang menyembah tanpa kata-kata tapi dengan hati,  dari pada dengan kata-kata tanpa hati yang menyembah.

Ini berarti bahwa kita harus menyembah Tuhan dengan segenap hati kita, walaupun tanpa kata-kata dihadapan Tuhan.

  1.         Dengan pengertian

Saat kita beribadah, kita harus memiliki pengertian yang benar. Contoh ibadah dengan pengertian dapat dilihat pada saat kita memuji Tuhan,

dengan cara  merenungkan dan menyadari tentang keberadaan Tuhan. Ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan saat kita beribadah:

– Apa alasan/motif kita datang beribadah? Banyak orang yang memiliki motivasi yang bermacam-macam saat beribadah.

– Apa tujuan kita beribadah? Apakah hanya untuk kepentingan kita atau untuk mempermuliakan Tuhan.

– Apa hasil dari ibadah kita? Menjadi berkat bagi kita atau sesuatu yang biasa dan hanya sebuah rutinitas.

Dalam bukunya “Worship in Ancient Israel” H.H.Rowley mengatakan bahwa  “The first element in worship is adoration. Hebrew expressed this by their posture and not alone by their word. For their prostrated themselves before God. They did not come with an easy familiarity into the present of God, but were aware of His greatness and majesty, and came with a sense of privilege to His house”

Artinya bahwa faktor utama dalam penyembahan adalah pengagungan/pemujaan. Orang Yahudi mengekspresikan hal ini lewat sikap (tubuh) dan bukan semata-mata lewat kata-kata. Mereka tersungkur dihadapan Allah. Mereka tidak datang pada Tuhan dengan suatu kebiasaan tapi dengan kesadaran akan kebesaran dan keagungan Tuhan. Mereka merasa mendapatkan hak istimewa saat datang dirumah Tuhan.

  1.         Tuhan pusat ibadah

Saat beribadah, kita menyadari bahwa ibadah itu berpusat pada Tuhan. Saat ibadah kita berpusat pada Tuhan, maka kita akan:

– Mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan

– Waktu ibadah hanya untuk Tuhan

– Bergairah untuk memuji dan menyembah Tuhan

– Haus akan kebenaran firman Tuhan

Tuhan harus jadi pusat ibadah, pujian, penyembahan kita sebab Bapa sedang mencari penyembah-penyembah yang menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Jack Hayford mengatakan “worship changes the worshiper into the image of the One worshiped”

Artinya penyembahan akan mengubah gambaran sang penyembah kepada gambaran dari yang disembah.

Marilah kita beribadah dengan sungguh-sungguh dihadapan Tuhan…amin.

 

Oleh Pdt Tony Simanjuntak