[Khotbah] Super Family (3), Minggu 05 Agustus 2018

S U P E R   F A M I L Y (3)

Kejadian 25:19-26

“Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya”

 

Ishak mengambil Ribka menjadi isterinya pada saat dia berumur 40 tahun. Namun setelah mereka menikah, ternyata Ribka mandul selama 20 tahun, dan Ishak berdoa kepada Tuhan sehingga Tuhan menjawab doa Ishak dan akhirnya Ribka mengandung dan melahirkan dua orang anak kembar yaitu Esau dan Yakub. Hal ini seperti yang terjadi pada Yabes yang hidup dalam kesakitan, namun dia berdoa kepada Tuhan dan Tuhan mendengar dan menjawab doanya.

Setelah keluarga Ishak mendapatkan Esau dan Yakub maka ada beberapa hal yang tidak rohani yang terjadi dalam keluarga Ishak yaitu :

– Adanya pilih kasih karena Ribka lebih mengasihi Yakub sedangkan Ishak lebih mengasihi Esau.

– Keduanya tumbuh dengan karakter yang buruk

– Komunikasi mereka sangat buruk

– Hubungan mereka sangat jauh karena saat Esau lapar dan minta makan, Yakub memberikannya namun dengan meminta imbalan yaitu hak kesulungan Esau (Kej 25:30-31). Hal ini membuat Esau merasa ditipu oleh Yakub sehingga Esau mau membunuhnya (Kej 25:41)

Keluarga adalah anugerah Tuhan, karena keluarga adalah tempat untuk membangun Kerajaan imamat sesuai firman Tuhan.

Hal-hal besar yang dapat dilakukan dalam keluarga seperti :

– Tempat lahirnya iman kristen, membangun iman kita bersama dengan keluarga kita.

– Firman Tuhan dibagikan dan dilakukan antar sesama anggota keluarga.

– Etika kristen dipraktekkan.

– Nilai-nilai kerajaan Allah menjadi pedoman keluarga kita.

– Perjuangan hidup karena masalah dan pergumulan hidup.

Dalam kisah ini kita akan belajar tentang anak-anak Ishak yaitu Yakub.

Karakter Yakub yang dapat kita pelajari yaitu:

  1.         Cenderung menipu

Hosea 12:4 “(12-4) Di dalam kandungan ia menipu saudaranya, dan dalam kegagahannya ia bergumul dengan Allah”

Arti kata Yakub adalah penipu, penangkap tumit, penyerobot, dan orang yang tinggal dalam tenda.

Yakub adalah seorang anak yang suka akal-akalan yaitu selalu mencari keuntungan dari orang lain. Contohnya dia menawarkan kacang merah kepada Esau ganti hak kesulungan. Karakter orang seperti ini biasanya pelit, egois, dan sulit menabur.

  1.         Penuh dengan perhitungan

Yakub saat melepaskan sesuatu, selalu mau menuntut imbalannya. Yakub mau memberikan kacang merah kepada Esau namun dia meminta hak kesulungan Esau. Orang yang penuh dengan perhitungan pasti selalu penuh dengan akal licik.

Kej 28:20 “Lalu bernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai”

Yakub bernazar kepada Tuhan namun dengan mengajukan syarat kepada Tuhan. Dalam Pengkotbah 5:1-5 dituliskan beberapa hal tentang nazar yaitu :

– jangan terburu-buru dengan mulut (ayat 1)

– jangan menundanya (ayat 3)

– harus ditepati sesuai dengan nazar (ayat 3)

– jangan sampai menimbulkan dosa (ayat 5)

– jangan sampai pekerjaan menjadi rusak (ayat 5)

Tuhan itu ingat dengan nazar yang kita ucapkan, jadi harus berhati-hati dengan nazar kita (Kej 31:13) “Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu.”

Cara Yakub mendapatkan isteri juga dengan perhitungan (Kej 29:18) “Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: “Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu.”

Untuk mendapatkan berkat, Yakub bergumul dengan Allah dan meminta untuk diberkati oleh Allah (Kej 32:26) “Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”

  1.         Pengecut

Saat waktunya Yakub untuk bertemu dengan Esau, maka tindakannya memperlihatkan ketakutannya (Kej 33:11). Tindakan Yakub yang membuktikan dia seorang pengecut yaitu menyuap Esau, dengan membawa ternak sebagai persembahan kepada Esau (Kej 32:13-16) “Lalu bermalamlah ia di sana pada malam itu. Kemudian diambilnyalah dari apa yang ada padanya suatu persembahan untuk Esau, kakaknya”

Bukan hanya itu, Yakub menempatkan anak-anak dan isterinya didepan, saat akan bertemu dengan Esau.

Namun semua karakter Yakub yang tidak baik, telah diubah oleh Allah menjadi baik dengan cara mengubah namanya menjadi Israel (Yashar El).

Arti Israel adalah pangeran Allah, yang dapat berhubungan langsung dengan Allah sehingga dia menjadi pemenang. Hal ini membuat Yakub menjadi pribadi yang baru (Kej 33:3), sehingga dia tampil dengan berani, mau merendahkan diri dan hatinya didepan Esau,dan dia tampil sebagai imam dalam keluarganya.

Bagaimana sebuah keluarga dapat memperoleh kemenangan?

– milikilah firman Tuhan.

– ada urapan Allah.

– saling menopang.

– beribadah bersama.

– melayani Tuhan.

Oleh karena itu sebagai orang tua, kita harus mendidik anak-anak kita untuk menjadi orang yang takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan….amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th