[Khotbah] Pentakosta, Minggu 27 Mei 2018

P E N T A K O S T A

Kisah rasul 2:1-13

“Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk”

 

Kata Pentakosta dalam bahasa Ibrani yaitu Shavuot dan dalam bahasa Yunani yaitu Pen-tay-kos-tay yang artinya hari ke 50.

Pada jaman PL, hari raya Pentakosta adalah hari perayaan panen raya dan awal dari musim ketika buah pertama dipersembahkan.

Pada hari Pentakosta semua orang Yahudi yang tersebar disegala penjuru dunia, datang ke Yerusalem untuk merayakan Shavuot atau festival panen raya dan hari itu merupakan hari pertemuan kudus (Imamat 23:15-21).

Pentakosta pada jaman PB adalah hari pencurahan Roh Kudus yaitu saat 120 orang murid Tuhan menantikan janji Bapa yaitu pencurahan Roh Kudus, sebab Tuhan Yesus telah berjanji pada mereka untuk membaptis mereka dengan Roh Kudus (Kisah rasul 1:5)

Dalam Matius 28:19-20, Tuhan Yesus menyuruh mereka pergi, namun di Kisah rasul 1:4 Tuhan Yesus melarang mereka untuk meninggalkan Yerusalem, mengapa?

Jawabannya yaitu karena mereka belum dibaptis Roh Kudus dan dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus.

Ada beberapa dampak Pentakosta bagi murid Tuhan Yesus, yaitu:

  1.         Keberanian (Kisah rasul 2:14-15)

Sebelumnya mereka adalah orang-orang yang sedang mengalami ketakutan yang luar biasa karena setelah kematian Yesus, mereka adalah orang-orang yang dicari-cari oleh para ahli Taurat dan orang Farisi. Namun setelah mereka menerima kuasa Roh Kudus, maka mereka menjadi orang yang penuh keberanian dan lepas dari ketakutan dan intimidasi.

Kisah 4:13 “Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus”

Banyak orang yang ketakutan akan masa depan, jodoh, pekerjaan, bisnis, rumah tangga , sakit penyakit dll. Tetapi orang yang menerima pengurapan Roh Kudus adalah orang yang lepas dari ketakutan dan intimidasi. Ketakutan itu manusiawi, sebab Yesus saja pernah mengalami ketakutan saat berada ditaman Getsemani, tapi jangan biarkan ketakutan menguasai kita.

  1.         Memberitakan Injil / firman Tuhan (Kisah rasul 2:22-24)

Setelah mereka menerima pengurapan Roh Kudus, maka mereka memberitakan Injil tentang Yesus kepada semua orang. Bahkan mereka memberitakan firman Tuhan dengan penuh keberanian (Kisah rasul 4:31).

Orang yang telah menerima pengurapan Roh Kudus pasti memiliki kerinduan untuk memberitakan Injil kerajaan sorga kepada orang lain.

Ada perbedaan yang sangat besar, antara orang yang memberitakan Injil tanpa urapan Roh Kudus, dan orang yang memberitakan Injil dengan urapan kuasa Roh Kudus. Iblis juga tahu akan firman Tuhan, dan dia juga bisa mengucapkan firman Tuhan, namun tidak disertai dengan kuasa. Hal ini dapat kita lihat dalam peristiwa Yesus dicobai oleh iblis.

Mat 4:6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”

Pastikan para pengkotbah baik itu di cool, YC, WBI, Ibadah Raya dll adalah pengkotbah yang senantiasa menerima pengurapan Roh Kudus.

  1.         Membawa jiwa (Kisah rasul 2:41)

Ada 3000 jiwa yang bertobat dan percaya pada Tuhan Yesus.

Pengurapan Roh Kudus tujuannya agar kita membawa jiwa-jiwa pada Tuhan, agar mereka diselamatkan dan dipulihkan Tuhan.

Orientasinya Allah adalah jiwa-jiwa agar dapat diselamatkan.

Jika kita telah menerima baptisan Roh Kudus maka kita harus memiliki kerinduan untuk membawa jiwa-jiwa yang tersesat datang pada Tuhan Yesus. Masih banyak keluarga dan teman kita yang belum percaya pada Tuhan Yesus, mari bawa mereka pada Tuhan Yesus.

Kita harus memiliki hati seperti hati Yesus yang sangat mengasihi manusia.

  1.         Mengadakan tanda-tanda mujisat (Kisah rasul 2:43)

Akibat pencurahan Roh Kudus adalah mereka diberi kuasa untuk mengadakan tanda-tanda mujisat yang heran. Mereka mendoakan orang sakit, mengusir setan, memiliki karunia marifat, mengimpartasikan kuasa Roh Kudus, menumpangkan tangan pada orang lain sehingga menerima baptisan Roh Kudus dll. Semua hal itu tidak mungkin dilakukan tanpa kuasa Roh Kudus.

Dalam Kisah 5:12 “Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat”

Tahun ini kita harus mengalami mujisat yang tidak lasim, dan juga dapat mengimpartasikan kuasa Roh Kudus kepada orang lain.

  1.         Multiplikasi (Kisah rasul 2:47)

Dari 3000 orang yang percaya, terjadi pelipat gandaan jiwa-jiwa yang percaya, bahkan semakin hari semakin banyak.

Kisah rasul 5:14 “Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan”

Hal ini memperlihatkan multiplikasi jiwa-jiwa. Tuhan mau kita juga mengalami multiplikasi atau pelipat gandaan bukan hanya dalam hal rohani tapi juga jasmani seperti pekerjaan, bisnis, studi, usaha dll.

Semua itu hanya bisa terjadi jika kita dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus.

 

Dalam Kisah rasul 2:17 “Akan terjadi pada hari-hari terakhir–demikianlah firman Allah–bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi”

Hari terakhir….itu adalah hari ini….saat ini adalah waktu dimana Roh Kudus dicurahkan sepenuhnya bagi kita…..amin.

 

Oleh Pdt Aris Andrijanto SE,MA