[KHOTBAH] BACK TO JERUSALEM, 02 Juni 2019
BACK TO JERUSALEM
Kisah Rasul 1:12″
Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem, Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang”
Seperjalanan sabat adalah ukuran dari lokasi Tabut Perjanjian sejauh 1.825 meter. Ini merupakan jarak kemah paling pinggir dari Tabut Perjanjian ke kemah pertemuan.
Dalam Kisah Rasul 1:13 dikatakan “….naiklah mereka keruang atas…”
II Raja-raja 4:10 “Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana.”
Kamar atas dalam bahasa Ibrani yaitu “Aliyah”.
Arti kamar atas dalam Perjanjian Lama adalah:
A. Private Room
Ruang pribadi seperti rumah sendiri (II Raja 4:10) Hal ini yang terjadi juga pada 120 murid Tuhan yang berkumpul dan naik ke loteng atas di Yerusalem untuk membangun hubungan pribadi yaitu antara murid dengan murid lainnya, dan antara murid-murid dengan Tuhan.
B. Honour Places
Tempat yang terhormat (II Raja 4:9) “Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: “Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus”
Elisa disebut sebagai hamba Allah dan dari kehidupan Elisa memancarkan kuasa kemuliaan Allah.
Menjadi hamba Tuhan adalah sebuah kehormatan.
– Siapakah yang disebut hamba Tuhan? (Rom 6:20)
Semua orang percaya adalah hamba Tuhan.
– Apa tanggung jawab sebagai orang percaya? Yaitu memahami dan melakukan kehendak tuannya, meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, hidup bijaksana dan adil dan beribadah dalam dunia sekarang ini (Tit 2:12). Seorang hamba Tuhan memiliki hati yang selalu tertuju kepada tuannya (Ibr 12:2) dan memasyurkan nama Tuhan dengan cara melayani dan bersaksi.
Tuhan mau agar kita menjadi saksiNya di Yerusalem (keluarga), Yudea (tetangga), Samaria (kota dan bangsa), Ujung bumi (seluruh dunia).
Arti kamar atas dalam Perjanjian Baru adalah:
A. Tempat perjamuan terakhir
Kamar atas adalah tempat Tuhan Yesus dan murid-muridNya mengadakan perjamuan terakhir/perjamuan kudus (Mark 14:15)
Ada 4 konsep tentang perjamuan kudus yaitu:
– Transubtansiasi artinya roti dan anggur benar-benar menjadi tubuh dan darah Tuhan.
– Konsubstansiasi artinya roti dan anggur tetap dan tidak berubah, tetapi Kristus hadir didalam dan bersama-sama dan dibawah tanda-tanda roti dan anggur.
– Pandangan Calvin (Reform) Yesus hadir secara rohani dan dinamis
– Pandangan Swingly sebagai lambang dan peringatan
Pandangan Gereja Bethel Indonesia adalah:
– Menolak Transubstansiasi
– Konsep Swingly perlu dipertegas dan diperdalam, bukan sekedar lambang peringatan
– Menerima konsep Konsubstansiasi dan Calvin bahwa Kristus hadir secara rohani didalam roti dan anggur (hanya dalam perjamuan kudus)
– Memahami makna sakramen perjamuan kudus akan membawa kita kepada sikap yang benar dalam mengikuti perjamuan kudus.
Makna theologis dari perjamuan kudus adalah persekutuan dengan Kristus, menyatukan jemaat dengan kematian Kristus, peringatan akan Tuhan, pengajaran kepada jemaat, pemberitaan akan korban, pengucapan syukur dan kesembuhan illahi.
Sikap yang salah dalam perjamuan kudus (I Kor 11:27-30) yaitu:
– Tidak layak karena sikap hati dan perbuatan yang berdosa dihadapan Tuhan, oleh karena itu kita harus berdoa meminta ampun.
– Tanpa mengakui tubuh Tuhan dan tidak percaya, oleh karena itu harus percaya.
B. Tempat penantian
Apa yang dinantikan?
– Janji Bapa (Kisah rasul 1:4)
Untuk menerima janji Bapa maka level kerohanian kita harus naik, karena kanak-kanak rohani tidak akan menerima janji Bapa.
– Roh Kudus
Semua orang percaya harus menerima baptisan Roh Kudus dengan cara minta dengan sungguh-sungguh, menantikan dengan pengharapan, menantikan dengan hati damai, tanpa konflik, dan akhirnya adalah bertindaklah dengan iman.
C. Tempat membuang undi
Kisah rasul 1:26 “Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu”
Tujuan untuk membuang undi adalah:
– Menentukan raja pertama Israel (I Sam 10:21)
– Menentukan siapa yang bersalah dan mengakibatkan orang Israel kalah saat menyerang kota Ai (Yosua 7:16-18)
– Menentukan siapa yang mendatangkan badai (Yunus 1:7)
– Menentukan siapa yang menggantikan Yudas (Yoh 4:35, Mat 9:37).
Oleh Pdt. Honny Supit Sirapanji M.Th
