[Khotbah] Bagaimana Mujizat Dapat Terjadi Atas Hidup Kita, Minggu 12 Maret 2017
Yohanes 4:46-54
“Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit”
Mujisat kedua yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah menyembuhkan anak seorang pegawai istana yang sedang sakit. Saat itu pegawai istana itu datang pada Yesus dan meminta agar Tuhan Yesus datang kerumahnya dan menyembuhkan anaknya yang sedang sakit. Namun respon Tuhan Yesus sangat mengejutkan karena Tuhan Yesus berkata “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.”
Mujisat Tuhan itu penting dan harus menjadi bagian hidup kita, namun jangan lah kita mencari Tuhan karena mujisatNya saja, tapi karena pribadiNya. Seperti yang terjadi pada 10 orang kusta yang disembuhkan oleh Tuhan, namun hanya seorang yang datang kembali kepada Tuhan Yesus dan memuliakan Allah. Orang itu adalah orang Samaria.
Mengapa 9 orang kusta yang lain tidak kembali pada Tuhan Yesus?
1. Mereka hanya membutuhkan mujisat Tuhan saja, bukan pribadiNya.
Setelah mereka mengalami mujisat kesembuhan, maka mereka tidak kembali pada Tuhan Yesus untuk berterimakasih dan menyembahNya.
2. Mereka membutuhkan pemulihan dan status sosial.
Dalam kitab Taurat dituliskan bahwa orang yang telah sembuh dari penyakit kusta, harus menghadap imam untuk diperiksa dan diteliti kesembuhannya, dan setelah itu imam mentahirkannya dan menyatakan dia telah sembuh dan dapat kembali diterima ditengah-tengah masyarakat. Saat mereka masih kusta, mereka dikucilkan dan harus tinggal diluar pemukiman penduduk. Hal inilah yang mereka cari, yaitu pemulihan nama dan status sosial mereka.
Sedangkan berbeda dengan yang terjadi pada orang samaria, karena mereka tidak terikat dengan hukum Taurat, namun yang kesembilan orang adalah orang Israel, dan mereka mau memperlihatkan dirinya kepada imam agar keadaan mereka terpulihkan kembali.
Sebagai orang percaya, fokus dan sentral ibadah kita adalah pada Tuhan Yesus, bukan pada liturgi dan menyenangkan hati jemaat.
Pada ayat 50 “Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi”
Pegawai istana itu percaya pada perkataan Yesus dan dia pun pulang kerumahnya dan melihat kesembuhan dan mujisat terjadi.
Iman yang menghasilkan mujisat adalah iman yang percaya pada firman Tuhan/perkataan Tuhan. Kita harus percaya apa kata firman Tuhan daripada apa kata orang. Kita juga harus percaya apa kata firman Tuhan dibandingkan dengan semua pergumulan yang terjadi atas hidup kita.
Jika firman Tuhan berkata bahwa oleh bilur Yesus, kita telah sembuh, maka percayalah dan itu akan terjadi.
Pegawai ini percaya perkataan Yesus.
Hidup kita ditentukan oleh perkataan Tuhan. Jika kita pegang firman Tuhan, maka firman Tuhan itu lebih nyata dari apapun juga.
Filipi 2:6-8 “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”
Tuhan Yesus mau taat kepada Bapa sorgawi, kita juga harus taat kepada setiap perkataan/firman Tuhan…..amin.
Oleh Pdt Andreas (Bandung)

Leave a Reply