[Khotbah] Ishak, Minggu 19 Maret 2017

ISHAK

Siapakah yang disebut Bani Sion? Itu adalah orang Israel. Sionis adalah orang-orang Israel yang datang dari seluruh dunia kembali ke Tanah Perjanjian, tanah mereka karena nenek moyang untuk membangun suatu bangsa yang kemudian menjadi kenyataan ketika mereka diakui oleh PBB pada Tanggal 14 Mei 1948. Diploklamirkan kembali di Timur Tengah sebuah Negara kecil yang baru membangun tetapi tua sebab Negara ini sudah ditemukan jauh sebelumnya yaitu bangsa yang seperti belalang banyaknya, seperti semua orang yang keluar dari Mesir setelah 430 tahun dijajah dan dianiaya di Mesir, mereka kemudian keluar melewati Laut Teberau sampai kepada Gunung Sinai dan di Gunung Sinailah kemudian bangsa ini di ploklamirkan menjadi sebuah bangsa. Ketika Musa mendapatkan Hukum 10 Perintah Allah di Gunung Sinai menandakan komplitnya menjadi sebuah Bangsa.

Kita tahu syarat untuk menjadi sebuah bangsa yang pertama adalah:

  1. Adanya sebuah Pemerintah; Pemerintahan mereka adalah Tuhan (Teokrasi),
  2. Adanya Rakyat; Rakyat mereka kira-kira adalah sekitar 3 juta orang yang keluar dari negeri perbudakan ditanah Mesir,
  3. Adanya Bahasa; Bahasa mereka adalah bahasa Ibrani,
  4. Adanya Hukum, Hukum mereka adalah 10 Perintah Allah
  5. Adanya Teritorial atau tanah dan tanah mereka itu disebut adalah tanah Perjanjian yaitu tanah yang dijanjikan kepada nenek moyang mereka, ini yang kemudian disebut dengan Bani Sion.

Orang-orang yang dekat dengan hatinya Tuhan, bangsa yang kecil tetapi besar dalam pemandangannya Tuhan. Karena Firman Tuhan berkata hati Tuhan terpikat kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak dan Yakub (Israel).

Kita sudah belajar tentang Abraham dan saat ini kita akan belajar tentang Ishak

 

Alasan Tuhan Menetapkan ISHAK Sebagai Anak Perjanjian :

  1. Lahir dari Perempuan Merdeka (Kej 21:2)

Setelah 75 tahun Abraham meninggalkan Haran, sebenarnya harapan Abraham itu ada pada Ismael (Kej 17:18). Ini berbicara Perkenanan Tuhan yang juga menjadi target kita hidup berkenan dihadapan Tuhan. Sebab orang yang hidupnya berkenan dihadapan Tuhan disebut God’s Man (Orangnya Tuhan) Allah dipihak kita siapa lawan kita, kalau orang yang mendapatkan perkenanan Tuhan apa saja yang diperbuatnya pasti berhasil, makanya kita harus melakukan tindakan-tindakan yang cocok dengan maunya Tuhan kalau kita melakukan seperti apa yang Tuhan mau maka kita akan memperoleh perkenanannya Tuhan.

Kenapa Ismael itu ditolak? Karena Ismael lahir dari perempuan perhambaan (Gal 4:22,Gal 4:23) jadi semua bentuk Perbudakan/Perhambaan (Ikatan) di dunia ini tidak berkenan kepada Tuhan apapun itu bentuknya, bahkan semua kebiasaan-kebiasaan yang mengikat kita itu tidak baik bagi kita.

Untuk mengetahui apakah sebuah hal itu boleh atau tidak boleh kita dapat membacanya pada  1 Kor 6, 8 dan 10.

  1. Apakah itu berguna bagi Roh, Jiwa dan Tubuhmu
  2. Apakah itu menjadi ikatan atau tidak
  3. Apakah menjadi batu sandungan atau tidak
  4. Apakah mempermuliakan Tuhan atau tidak

 

  1. Lahir pada Waktu Penetapan Tuhan (Kej 21:2)

Kita harus mengerti bahwa ada waktunya Tuhan dalam setiap kehidupan kita, jangan memaksakan waktu Tuhan didalam kehidupan kita. Semua yang instan itu ada kadaluarsanya, Tuhan tidak pernah menetapkan bagi kita waktu yang sesuai dengan waktunya kita, 1000 tahun bagi manusia 1 hari dihadapan Tuhan.

 

“Pelajaran tentang Waktu Penetapan Tuhan”

Abram Meninggalkan Haran (Kej 12:4) pada usianya pada waktu itu sudah 75 tahun (Kej 12:4), waktu ia meninggalkan Haran Tuhan berfirman  Aku akan menjadikan engkau Bapak dari banyak bangsa lihatlah kelangit, lihatlah ketepi lautan seperti itulah nanti keturunanmu. Tetapi 10 tahun kemudian janji itu seakan-akan tidak terjadi lalu kemudian datanglah Sarai istri Abraham memberikan Hagar hambanya kepada Abraham (Kej 16:3). Pada saat itu mereka tiba pada titik terendah dalam iman mereka.

 

Akibatnya ketika Sarai menyodorkan Hagar kepada Abraham buahnya adalah:

– Sarai dipandang rendah oleh Hagar (Kej 16:4)

– Sarai menerima, Penghinaan dan derita karena tidak punya anak/mandul (Kej 16:5)

– Muncul Perkara dan Perselisihan dalam keluarga (Kej 16:5) sehingga akibatnya adalah

– Abraham menyerahkan Hak ke Imamannya kepada Sarai untuk memperlakukan Hagar sesuai dengan kehendak hatinya Sarai (Kej 16:6). Hak otoritas sebagai Imam tidak boleh diberikan kepada istri.

Darimana munculnya buah ini? Yaitu dari orang yang sampai pada titik terendah yang tidak mempercayai waktunya Tuhan. Ada kalanya Tuhan bilang “Tunggu”, “Iya” dan adakalanya Tuhan bilang “Tidak”. Jangan memaksakan kehendak sesuai dengan waktu kita, kalau kita memaksakannya maka akan muncul persoalan didalam hidup kita.

Setelah 25 tahun kemudian ketika Abraham berusia 100 tahun barulah Ishak lahir (Kej 17:17). Hidup ini akan Indah jika Berjalan sesuai waktu penetapan Tuhan (Pengkh 3:1). Jangan seperti Gehazi yang ingin cepat kaya yang mengambil persembahan dari Naaman yang telah sembuh dari sakit kustanya yang sebelumnya persembahan itu telah ditolak oleh Elisa. Kenapa Elisa menolak persembahan Naaman karena kebiasaan di Aram dukun itu dibayar, itulah sebabnya Elisa menolak persembahan Naaman karena Elisa tahu ini bukan keahlian dia tetapi ini adalah anugerah dari Tuhan yang ada disorga. Gehazi adalah orang yang menjual harta rohani demi harta duniawi. Gehazi adalah orang yang mempergunakan nama tuannya, memakai nama Pendeta/nabi lain dan Tuhan serta berdusta untuk memperoleh kekayaan, dia bukan orang yang dipakai Tuhan tetapi dia adalah orang yang memakai Tuhan. Kenapa dia melakukan hal ini? Karena dia ingin melampaui waktunya Tuhan, menggunakan jalan pintas. Jangan menggunakan jalan pintas karena apa yang kita tabur hari ini akan kita tuai suatu hari nanti. Orang yang menggunakan jalan pintas tidak akan sampai pada tujuan. Jangan seperti Gehazi yang ingin cepat kaya itulah sebabnya Elisa menegur Gehazi (II Raj 5:26).

 

Apa yang menyebabkan hal-hal ini terjadi, alasannya adalah:

– Daya Juang Yang Rendah – Malas, menuntut maunya cepat dan melawan waktunya Tuhan

– Etos Kerja Yang Rendah – Nyaman, karena ada ditempat yang nyaman merasa semuanya tersedia sehingga tidak lagi mau berjuang

– Serakah – Tidak tahu Mengucap Syukur.

Saudara mari kita menjadi orang yang berkenan dihati Tuhan dan menunggu waktu Tuhan sehingga kita menjadi orang pilihan Tuhan.

 

Oleh Pdt. Honny Supit Sirapanji, M.Th

Leave a Reply