[Khotbah] Menerima Mujisat, Minggu 10 Desember 2017

MENERIMA MUJISAT
Markus 10:46
“Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan”

Ada seorang yang mengalami penderitaan yang besar yang bernama Bartimeus seorang pengemis yang buta. Saat dia berjumpa dengan Tuhan Yesus, maka dia mengalami mujisat Tuhan. Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Bartimeus dan dia mengalami mujisat Tuhan yaitu:
1. Berseru (Ayat 47) “Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”
Bartimeus berseru minta belas kasihan Tuhan agar mujisat terjadi baginya. Pada zaman ini banyak orang percaya yang juga berseru kepada Tuhan minta agar dikasihani dan diberikan mujisat oleh Tuhan. Untuk menerima mujisat Tuhan, kita harus berseru dengan sungguh-sungguh agar belas kasihan Tuhan turun atas hidup kita.
2. Proses (Ayat 48) “Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”
Saat Bartimeus berseru pada Tuhan, maka orang banyak mendengarnya dan mereka menegornya supaya diam. Ada proses yang dialami oleh Bartimeus saat dia berseru kepada Tuhan, berupa halangan dan tantangan. Demikian juga dengan kehidupan kita, bahwa saat ada masalah dan pergumulan, maka kita harus berseru pada Tuhan. Walaupun banyak tantangan dan rintangan, kita harus tetap maju dan percaya pada Tuhan. Bartimeus walaupun mendapatkan tantangan dan rintangan, namun dia semakin keras berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”
3. Menguatkan hati (Ayat 49) “Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.”
Bartimeus menguatkan hatinya untuk berjumpa dengan Tuhan dan menerima mujisat.
Seperti Bartimeus, kita juga harus menguatkan hati dihadapan Tuhan. Saat mengalami pergumulan dan badai hidup, jangan menjadi orang kristen yang cengeng dan tidak kuat, tapi tetap kuat dan maju untuk menghadapi semua itu.
Hal ini juga seperti yang dialami Daud saat dia di Ziklag dan orang Amalek telah menyerbu Ziklag dan kota itu dibakar habis dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan. Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN (1 Sam 30:1-6).
4. Menanggalkan jubahnya (Ayat 50) “Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus”.
Jubah berarti kehidupan, karakter, sifat yang melekat pada hidup kita. Oleh karena itu jubah yang lama itu harus ditanggalkan dan mengenakan jubah yang baru yaitu kehidupan yang baru berupa karakter Kristus.
Tanpa kehidupan yang baru, kita tidak akan mengalami mujisat Tuhan.
5. Meminta mujisat pada Tuhan (Ayat 51) “Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”
Untuk dapat mengalami mujisat Tuhan, kita harus meminta dengan segenap hati supaya terjadi mujisat.
Firman Tuhan berkata “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan” (Matius 7:7)
6. Bertindak dengan iman (ayat 52) “Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya”
Imannya Bartimeus yang membuat dia dapat menerima mujisat. Iman dan perbuatan yang membuat kita dapat menerima mujisat…..amin.

Oleh Pdt Hanny Pantouw

Leave a Reply