[Khotbah] The Year OF New Birth, Minggu 24 Februari 2019
THE YEAR OF NEW BIRTH
Yehezkiel 36:25-27
Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat
Tahun 2019 adalah “The Year Of New Birth” yaitu tahun kelahiran yang baru. Kelahiran baru dan kelahiran yang baru memimiliki perbedaan.
Kelahiran baru adalah pertobatan, pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Titus 3:4-5) kelahiran yang baru adalah berbagai hal yang akan lahir dan muncul dalam kehidupan kita.
(I Yoh 5:13) “Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal”. Kita harus percaya bahwa kita sudah memiliki hidup kekal.
Mengapa orang yang percaya pada Tuhan Yesus , yakin bahwa pasti mengalami kehidupan kekal? Jawabannya adalah karena kita percaya kepada nama Anak Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus. Hal ini berarti:
- Menghormati Kristus sebagi Tuhan dan Tuan dalam kehidupan kita
dan sungguh berusaha mentaati perintahNya
- Mengasihi Tuhan Yesus dan bukan mengasihi dunia ini, dan kita
menang terhadap daya tarik dunia ini
- Sudah bisa dan tekun melakukan kebenaran dan bukan melakukan
dosa
- Mengasihi saudara seiman
- Sadar bahwa Roh Kudus berdiam didalam kita, sehingga kita tidak
mendukakan Roh Kudus
- Berusaha sungguh-sungguh mengikuti teladan Tuhan Yesus dan
hidup seperti Tuhan Yesus
- Percaya, menerima dan tinggal dalam Tuhan Yesus Kristus, percaya
pada firman Tuhan dan para Rasul dalam Perjanjian Baru
- Sungguh sungguh merindukan dan mengharapkan kedatangan Tuhan
Yesus pada kali yang kedua
(Amsal 4:23) “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” artinya adalah hati kita harus percaya
dan lebih mencintai Tuhan Yesus daripada dunia ini dan segala yang ada didalamnya termasuk mencintai mamon.
(I Tim 6:10) “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka”
Firman Tuhan berkata bahwa dimana hartamu berada disitu hatimu berada.
Seorang ahli Alkitab yaitu Jim Senneth berkata bahwa:
– Ada 2.350 ayat tentang uang sementara tentang doa hanya 509 ayat dan tentang iman 500 ayat
– 1 dari 10 ayat dalam Perjanjian Baru berbicara tentang uang
– Perumpamaan Tuhan Yesus tentang uang lebih banyak daripada perumpamaan tentang sorga dan neraka.
Mengapa hal ini terjadi?
Ada 3 alasan mengapa Alkitab berbicara lebih banyak tentang uang yaitu:
- Uang adalah saingan utama dari Tuhan Yesus
Peristiwa tentang anak muda yang kaya yang datang pada Tuhan Yesus, namun dia lebih mencintai uang dan hartanya sehingga akhirnya dia pergi dan meninggalkan Tuhan Yesus (Mat 19:16-26).
Namun berbeda dengan yang terjadi pada Zakheus. Dia adalah contoh orang yang lebih mengasihi Tuhan Yesus daripada uang (mamon) karena dia mau melepaskan ikatan mamon dari hidupnya.
- Bagaimana cara kita menangani uang akan berdampak pada persekutuan kita dengan Tuhan.
Seperti yang dialami oleh jemaat di Laodikia, yang memiliki kekayaan dan banyak sumber daya namun kehidupan rohaninya dan hubungannya dengan Tuhan suam-suam kuku. Hal ini mengakibatkan Tuhan mau memuntahkan mereka dari mulut Tuhan (Wahyu 3:14-22)
- Uang akan membentuk karakter kita
(I Tim 6:17) “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi”
Umumnya orang kaya itu memiliki karakter yang sombong, tinggi hati, selalu mengandalkan kekayaannya, kikir, tidak suka memberi dll. Jangan sampai hal itu terjadi dalam hidup kita.
(II Tim 3:1-2) manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. (Luk 4:5-7) “Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki”
Siapakah penguasa dunia dan segala isinya? yaitu iblis.
Sebagai orang percaya, kita jangan memburu kekayaan dan harta benda sebab berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya” (Ams 10:22). “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6:33). “Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur” (Maz 127:2).
Oleh karena itu marilah kita mencari dan memikirkan perkara-perkara yang diatas yaitu hal kerajaan sorga, dan bukan perkara yang dibumi, maka kita akan diberkati…..amin
Oleh Pdt. Ir. Niko Nyotorahardjo
