[KHOTBAH] The Man Behind The Gun, 31 Maret 2019
THE MAN BEHIND THE GUN
(I Samuel 13:1-5)
“Yonatan memukul kalah pasukan pendudukan orang Filistin yang ada di Geba; dan hal itu terdengar oleh orang Filistin. Karena itu Saul menyuruh meniup sangkakala di seluruh negeri, sebab pikirnya: “Biarlah orang Ibrani mendengarnya.”
Pada saat orang Filistin maju menyerang orang Israel, maka Yonatan dan pembawa senjatanya maju kedaerah orang Filistin. Dan hal ini memicu perang antara orang Israel dan Filistin.
Namun orang Israel menghadapi persoalan yang sangat besar yaitu:
1. Orang Filistin sangat banyak jumlahnya (I Sam 13:5) “Adapun orang Filistin telah berkumpul untuk berperang melawan orang Israel. Dengan tiga ribu kereta, enam ribu orang pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut mereka bergerak maju dan berkemah di Mikhmas, di sebelah timur Bet-Awen”
2. Orang Israel sangat terjepit dan sangat terdesak (I Sam 13:6) “Ketika dilihat orang-orang Israel, bahwa mereka terjepit–sebab rakyat memang terdesak–maka larilah rakyat bersembunyi di gua, keluk batu, bukit batu, liang batu dan perigi”
3. Saul mendukakan hati Tuhan (I Sam 13:13) “Kata Samuel kepada Saul: “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya”
4. Orang Israel diserang oleh gerombolan (I Sam 13:17) “Maka keluarlah orang-orang penjarah dari perkemahan orang Filistin dalam tiga gerombolan: gerombolan yang satu mengambil jalan ke Ofra, ke daerah Syual”
5. Mereka tidak memiliki senjata perang (I Sam 13:22) “sehingga pada hari pertempuran itu sebilah pedang atau lembingpun tidak terdapat pada seluruh rakyat yang ada bersama Saul dan Yonatan. Tetapi Saul dan Yonatan, anaknya itu, masih mempunyainya.
Saat keadaan orang Israel sangat tidak baik, ternyata Yonatan masih memiliki senjata untuk berperang dan senjata Yonatan adalah senjata yang berbeda dari biasanya.
Apakah senjatanya Yonatan?
1. Yonatan menjaga persekutuan yang benar (I Sam 14:1a)
Pembawa senjatanya berkata “aku sepakat” hal ini berarti bahwa diperlukan orang-orang yang memiliki level rohani yang baik yang menjadi pendamping atau teman kita yang sepakat, sehati dengan kita.
Saat Yonatan mau menyerang orang Filistin, dia tidak memberitahukan kepada ayahnya Saul, karena Saul telah ditolak oleh Tuhan.
Seringkali keberhasilan kita juga ditentukan oleh orang yang ada didekat kita. Jika kita bergaul dan dekat dengan orang yang gagal, maka kita juga akan gagal, namun jika kita bergaul dengan orang sukses, maka kita akan sukses.
Dengan siapakah kita bergaul saat ini? Itu akan menentukan masa depan kita.
2. Yonatan berani menghadapi masalah (I Sam 14:1b)
Yonatan malahan maju untuk menyeberang dan menyerang orang Filistin. Sebagai orang percaya kita harus menghadapi masalah, jangan lari dan meninggalkan masalah.
3. Yonatan mengucapkan perkataan iman (I Sam 14:6)
Yonatan mengucapkan perkataan iman bahwa :
– Orang Filistin tidak bersunat, ini artinya bahwa dia merendahkan musuh-musuhnya. Kita tahu bahwa pada zaman Perjanjian Lama, Allah tidak berkenan pada orang yang tidak bersunat dan Dia tidak akan menyertai orang yang tidak bersunat itu.
– Bagi Tuhan tidak sukar untuk menolong
– Baik dengan banyak orang atau dengan sedikit orang
Perkataan iman ini seperti yang diucapkan oleh Daud saat dia melawan Goliat (I Sam 17:45-46).
4. Yonatan memiliki sikap hati yang benar (I Sam 14:8)
Dia tidak takut kepada orang Filistin karena dia dan pembawa senjatanya akan menyeberang kedekat orang Filistin, bahkan mau memperlihatkan dirinya pada orang filistin. Dia bertindak berbeda dengan orang Israel kebanyakan. Tuhan mau agar kita tidak takut menghadapi musuh kita.
5. Yonatan percaya pada Tuhan (I Sam 14:9)
Yonatan percaya pada tuntunan Tuhan dan pada strategi Tuhan, karena strategi Tuhan lebih baik daripada strategi manusia.
Apa yg terjadi setelah itu ? Yonatan membunuh orang Filistin dan tiba-tiba muncul kegemparan dan terjadi kegentaran diantara orang Filistin
Tindakan yang kelihatannya kecil, namun menghasilkan sesuatu yang besar. Hanya karena 20 orang yang mati, maka terjadilah huruhara dan para orang Israel yang tinggal bersama orang Filistin, berbalik menyerang orang Filistin. Juga orang Israel yang lari bersembunyi, mereka akhirnya keluar dan ikut berperang. Tuhan akhirnya menyelamatkan orang Israel dan mereka mengalami kemenangan yang gilang gemilang.
Seperti Yonatan dan orang Israel yang mengalami kemenangan, Tuhan juga mau kita untuk menjadi pemenang bahkan lebih dari pemenang…..amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
