[KHOTBAH] Bible Thinking, Jesus Minded, 7 April 2019
BIBLE THINKING, JESUS MINDED
Kejadian 1:26
“Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Bible thinking, Jesus minded merupakan fondasi iman kristen. Tujuan Allah menciptakan manusia adalah supaya kita serupa dan segambar dengan Dia.
Kata “Kita” dalam ayat diatas maksudnya adalah kesatuan tiga pribadi yaitu Bapa,Anak dan Roh Kudus. Sedangkan kata “Gambar” maksudnya adalah tentang batin kita, sesuatu yang ada dibagian dalam kita. Dan kata “Rupa” berbicara tentang wajah kita, seperti orang yang sedang bercermin yang mengetahui rupa wajahnya.
Esensi dari gambar Allah, adalah :
1. Kasih.
Allah adalah kasih dan jika kita adalah anak-anak Allah, maka kita harus hidup dalam kasih (I Yoh 4:7) “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah”
Untuk hidup dalam kasih, maka yang harus dijaga dan diperhatikan adalah hati kita. Jika hati kita jahat maka pastilah kita tidak akan hidup dalam kasih. Tapi jika hati kita bersih dan suci, maka akan dengan mudah untuk menyatakan kasih itu.
2. Kekudusan.
Kekudusan adalah terang dan kebenaran. Jika kasih telah hilang, maka kekudusan, terang dan kebenaran pasti tidak akan ada dalam hidupnya.
Pada saat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, maka gambar Allah dalam diri manusia menjadi rusak, tapi puji Tuhan lewat pengorbanan Tuhan Yesus diatas kayu salib, gambar Allah dalam diri manusia dipulihkan. Setelah gambar Allah telah pulih dalam diri manusia, maka tujuan kita hidup adalah agar kita menyenangkan hati Tuhan. Menyenangkan hati Tuhan yaitu dengan hidup dalam kekudusan, dalam terang dan dalam kebenaran.
Kita diciptakan oleh Tuhan, agar kita tinggal dalam kesatuan dan persatuan, seperti doa Tuhan Yesus (Yoh 17:21) “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”
Tuhan mau agar kita hidup dalam sebuah kesatuan, sebab hanya didalam kesatuan maka kita ada didalam Tuhan. Tanpa kesatuan, kita diluar Tuhan.
Banyak orang saat menghadapi masalah dan pergumulan hidup, malahan pergi meninggalkan persekutuan dengan Tuhan dan dengan orang percaya. Padahal saat itulah kita harus tetap tinggal dalam suatu persekutuan bersama Tuhan Yesus Kristus.
Apa yang dimaksud dengan Bible Thinking?
Bible Thinking adalah berpikir seperti apa kata Alkitab. salah satunya adalah tentang perpuluhan (Maleakhi 3:9-10) “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan”
Bagi orang lain, perpuluhan itu tidak penting, namun Alkitab berkata bahwa perpuluhan itu sangat penting supaya ada persediaan makanan dirumahKu. Perpuluhan juga merupakan kunci berkat Tuhan bagi kita.
Apa yang dimaksud dengan Jesus minded?
Dalam Filipi 2:5 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”
Tuhan Yesus melakukan semua hal didunia ini sesuai dengan kehendak Bapa di sorga. Bahkan Dia melakukan semua tugas dan kehendak Bapa sampai selesai.
Kita harus memiliki pikiran Kristus, memiliki pola pikir Kristus. sebab ekspresi pemberontakan manusia adalah pikiran, alasan dan perkataan dan inilah yang dilakukan oleh bangsa Israel saat dipadang gurun. Bangsa Israel adalah bangsa yang telah dikeluarkan oleh Tuhan dari perbudakan Mesir dan menjadi bangsa yang merdeka, namun pola pikir mereka masih memakai pola pikir Mesir. Demikian juga dengan kita saat ini yang telah menjadi manusia yang baru, ciptaan yang baru dalam Kristus, tapi jangan sampai masih memakai pikiran yang lama, cara berpikir duniawi.
Pola pikir duniawi hanya bisa dikalahkan saat kita dikuasai Roh Kudus, dan hidup oleh Roh.
Oleh karena itu marilah hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus kedalam seluruh kebenaran Allah sehingga kita bisa menjadi orang yang “Bible thinking, Jesus minded”…..amin.
Oleh Pdt David Tjakra Wisaksana
