[Khotbah] The Spirit Of Mamon, Minggu 02 Desember 2018
THE SPIRIT OF MAMON
Matius 6:24
“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
Mamon berasal dari bahasa Kasdim artinya rumah harta benda yaitu tempat dimana kita menyimpan apa yang kita peroleh didunia ini.
Jadi Mamon merupakan keinginan yang tamak yang menuntut seluruh hati manusia untuk takluk dan tunduk padanya.
Salah satu ancaman kehidupan rohani manusia adalah Mamon, karena akar segala kejahatan ialah cinta uang (I Tim 6:10a)
Sebagai fakta kehidupan manusia adalah: ~ kebutuhan hidup ~ perlu uang ~ berusaha mendapat ~ kebiasaan memiliki ~ cinta akan uang~
Ada beberapa contoh di Alkitab orang yang cinta akan uang yaitu Akhan yang mengambil barang-barang yang dikhususkan bagi Tuhan, Gehazi yang meminta perak pada Naaman, Yudas Iskariot yang mencuri uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya (Yoh 12:6) dan menjual Yesus dengan 30 keping perak.
Jebakan Mamon adalah “keserakahan”. Defenisi serakah adalah selalu ingin mendapat lebih dari yang sudah dimiliki.
Ciri-ciri keserakahan:
- Egoisme yaitu sulit melepaskan sesuatu dari dalam hidupnya.
- Tingkat kepuasannya sangat rendah sehingga hidupnya tanpa ucapan
syukur pada Tuhan.
- Iri hati atas kesuksesan orang lain.
- Tidak perduli akan kebutuhan orang lain.
- Banyak kepalsuan dan sering berpura-pura.
- Menghalalkan segala cara.
- Selalu merasa tidak cukup.
Pengkotbah 5:9 “Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia”
Banyak sekali orang yang terjerat dengan Mamon contohnya:
- Orang kaya yang bodoh
(Lukas 12:16-20) “Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya”
Bagaimanakah keadaannya?
- Berpenghasilan besar
Ayat 16….hasil tanahnya berlimpah-limpah
- Memperhatikan dirinya secara sepihak
Ayat 17….Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Yang dia perhatikan :
– Bukan kepentingan rohani yaitu urusan dengan Tuhan
– Kepentingan jasmani yaitu urusan harta benda, mamon
– Mendapat gelar dari Tuhan yaitu disebut orang bodoh
- Munculnya keserakahan
Ayat 18….Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
- Ketergantungan kepada harta
Ayat 19….Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
- Hartanya adalah jaminan palsu
Ayat 20….Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
Alkitab memberikan “warning” buat kita dalam 1 Tim 6:17
“Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati”
- Orang yang diundang kesebuah pesta
(Luk 14:16) “Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang”
Apakah respon mereka? Mereka lebih mementingkan ladang, lembu dan bulan madu karena barusan menikah.
Apa akibatnya?
Ayat 24 “Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”
- Pemimpin muda yang kaya
(Mark 10:17) “Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Tindakannya sudah benar yaitu dia datang pada Tuhan, berlari lari, bertelut, bertanya soal hidup yang kekal, dan dia sudah melakukan firman Tuhan sejak kecil. Akan tetapi Tuhan Yesus berkata padanya bahwa hanya satu lagi kekurangannya yaitu pergilah, juallah apa yang dimiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka dia akan beroleh harta di sorga, kemudian datang dan mengikut Tuhan. Mendengar hal itu, dia menjadi kecewa dan meninggalkan Tuhan.
Pada saat itu Tuhan sedang :
– Memberitahu kekurangannya
– Memberi 3 perintah yaitu juallah, bagikanlah, ikutlah
Perenungannya
– Hati manusia bisa terpaut pada harta
– Harta bisa lebih memikat dari sorga
– Harta bisa menjauhkan kita dari kasih Kristus
– Harta bisa menimbulkan kekecewaan dan kesedihan
Itulah sebabnya di ayat 23 Tuhan bicara bahwa sukar orang yang ber-uang masuk kedalam kerajaan Allah.
Marilah kita lebih mengasihi Tuhan Yesus dari pada Mamon….Amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
