[Khotbah] Benih Yang Ditabur Berbuah , Minggu 14 Mei 2017

BENIH YANG DITABUR DAN BERBUAH
Tuhan Yesus Kristus sebagai benih yang ditaburkan oleh Bapa dengan yaitu saat Bapa memberikan AnakNya yang tunggal untuk menjadi korban penebus dosa. Dan Tuhan Yesus taat menyelesaikan misiNya untuk menebus dosa manusia (Filipi 2:8) “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”
Seperti yang Tuhan Yesus katakan dalam Yoh 12:24 bahwa “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah”
Bagaimanakah proses benih itu?
Benih itu harus jatuh kedalam tanah kemudian mati supaya dapat hidup, bertunas, bertumbuh, berbuah lebat, dan akhirnya mujisat penuaian terjadi.
Bagaimana agar bisa menghasilkan penuaian besar?
1. Harus ada biji gandum.
– Biji benih atau bibit mengandung inti kehidupan. Benih yang mengandung inti kehidupan, maka benih itu akan hidup dan bertumbuh dan berbuah.
– Biji yang bukan benih sehingga tidak akan bertumbuh, karena benih ini adalah benih yang rusak dan busuk.
Oleh karena itu, menaburlah benih yang terbaik bagi Tuhan. Persembahan persepuluhan dan persembahan khusus adalah taburan benih yang baik (Maleakhi 3:7-10)
– Menabur tidak bergantung situasi dan kondisi (Pengkotbah 11:4) “Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai”
– Rahasia tentang benih dan roti (II Kor 9:10) “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu”. Artinya bahwa Tuhan yang menyediakan benih bagi kita untuk ditabur. Jangan hanya menabur angin atau hal yang kosong dan tidak ada artinya (Hosea 8:7) “Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung; gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak menghasilkan tepung; dan jika memberi hasil, maka orang-orang lain menelannya”
2. Benih itu harus jatuh kedalam tanah dan mati.
Artinya saat kita menabur, kita harus merelakannya dan melepaskannya.
– Pertumbuhan benih itu bukan bagian kita, sebab Allah yang memberikan pertumbuhan. (Mark 4:26-27) “Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu”
– Sekalipun biji itu kecil, namun akan bertumbuh besar (Mark 4:31-32) “Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi”
– Cara agar benih itu hidup dan bertumbuh, yaitu dengan mati artinya adalah hidup kita harus putus hubungan dengan dunia ini, supaya kita hidup. Relakanlah benih itu agar dapat bertumbuh (II Kor 9:7)
3. Dari satu biji saja menghasilkan banyak buah
– Pertumbuhan benih adalah wewenang dari Allah (I Kor 3:6-7) “Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan”
– Taburkan saja segala benih yang baik (Galatia 6:7-9) “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya”
Caranya agar tahun ini kita mengalami mujisat penuaian yaitu kita harus mempersembahkan hidup / tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati (Roma 12:1). Investasikan hidup kita untuk masa depan kita, berikanlah yang terbaik bagi Tuhan. Menaburlah benih yang terbaik bagi Tuhan. Ingat, kemanakah tempat yang akan kita tuju? Sorga atau Neraka? Pilihan dan keputusan itu ada ditangan kita. Amin

Oleh Pdt Phillipus Yuwono

Leave a Reply