[Khotbah] Mempersiapkan Diri Bagi Kedatangan Tuhan, Minggu 24 September 2017

MEMPERSIAPKAN DIRI BAGI KEDATANGAN TUHAN
Roma 8:15
“yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah”

Hari-hari ini berita-berita tentang kiamat sangat ramai dibicarakan dan seringkali membuat banyak orang yang menjadi ketakutan. Pada tanggal 23 September 2017 barusan, diprediksikan bahwa akan terjadi kiamat disebabkan karena adanya tubrukan bintang/planet lain dengan bumi. Hal ini membuat ketakutan dan orang-orang mempersiapkan/mengantisipasi akan hal tersebut. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita tidak usah ketakutan, tapi lebih bersungguh-sungguh lagi dalam pengiringan kita kepada Tuhan.
I Tes 4:1 “Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi”
Apa yang harus kita lakukan supaya siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus kembali?
1. Kudus dalam pernikahan (I Tes 4:4) “supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan”
Tuhan ingin agar kita hidup kudus dan menjaga hidup kita dan pernikahan kita agar tetap kudus. Pada zaman ini, poligami dan perselingkuhan begitu merebak bahkan dilakukan oleh orang kristen.
Banyak hal yang ditawarkan oleh dunia ini untuk membuat kita hidup dalam dosa dan perjinahan. Tuhan mau agar kita mengambil seorang perempuan/laki-laki dan hidup dalam pengudusan dan penghormatan dalam pernikahan.
Firman Tuhan jelas mengakan bahwa hubungan suami isteri itu adalah gambaran hubungan antara Kristus dengan gereja Tuhan sebagai mempelai wanita, dan apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Tapi mengapa pada zaman PL ada poligami? Karena bangsa Israel adalah bangsa yang tegar dan keras hati, sehingga akhirnya Musa mengijinkan untuk membuat surat cerai (Matius 19:8)
2. Motivasi yang benar saat berhubungan dengan orang lain (I Tes 4:6) “dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu”
Hal ini berarti bahwa kita jangan memperdaya dan memanipulasi orang lain untuk kepentingan diri kita. Kita harus memberdayakan orang lain, bukan memperdayakan orang lain. Memberdayakan berarti membuat orang itu berfungsi sebagaimana dirinya. Kita dapat melihat orang lain sebagai sukyek yang harus dibantu, bukan obyek yang dapat dimanfaatkan.
3. Berkorban bagi orang lain (I Tes 4:9) “Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. Dan supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya”
Kita mau dan rela berkorban buat orang lain karena adanya kasih persaudaraan.. Tanpa kasih persaudaraan, tidak mungkin kita dapat berkorban dan memberi sesuatu kepada orang lain. Mungkin saat ini ada saudara kita yang sedang mengalami kesusahan, kita yang memiliki kasih Kristus harus memberikan bantuan dan rela berkorban bagi saudara kita.
4. Hidup yang tidak bergantung apapun juga (I Tes 4:12) “sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka”
Jangan hidup bergantung pada siapapun dan juga pada apapun. Banyak orang yang tergantung pada uang, sehingga uang itu dikejar dan dicari-cari bahkan dicintai. Banyak orang yang bergantung pada bantuan orang lain, sehingga selalu berharap untuk dibantu atau ditolong. Tapi sebagai orang percaya, kita harus hidup bergantung kepada Tuhan Yesus sebagai penolong dan sumber kekuatan kita. Orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati.
5. Hidup dalam damai sejahtera (I Tes 4:16) “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit”
Artinya jika kita sudah siap menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, maka kita tidak perlu takut dengan berita-berita tentang kiamat dll. Mengapa? Karena kita telah siap untuk diangkat bersama-sama dalam kemuliaan Tuhan…..amin.

Oleh Pdt. Ir. Lui Sirapanji, MA

Leave a Reply