[Khotbah] Hal Berdoa, Minggu 13 Agustus 2017
HAL BERDOA
Matius 5:5-15
“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.”
Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya bagaimana seharusnya berdoa, dan hal ini juga harus menjadi bagian dalam hidup kita.
Berdoa dilakukan bukan semata-mata di gereja, tapi saat kita dirumah yaitu di kamar doa kita. Sebab saat kita dirumah Tuhan, kita membawa persembahan dan korban ucapan syukur kepada Tuhan.
Saat kita ada dikamar doa, maka Bapa disorga melihat dan mendengar seruan doa kita.
Tuhan tidak ingin agar kita menjadi orang yang munafik dan bertele-tele saat berdoa, tapi menjadi orang yang berdoa dengan sikap hati yang benar.
Lewat doa yang diajarkan Tuhan Yesus, ada beberapa hal yang dapat kita pahami dan pelajari yaitu:
1. “Bapa kami yang disorga” Artinya bahwa doa kita ditujukan kepada Bapa yang ada disorga. Doa kita jangan ditujukan kepada allah lain.
2. “Dikuduskanlah namaMu” hal ini berarti bahwa kita mengagungkan dan mempermuliakan Bapa
3. “Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu” artinya bahwa minta agar Allah bekerja dalam hidup kita, dan biarkanlah kehendak Tuhan yang jadi dalam hidup kita, bukan kehendak kita yang jadi. Jika kehendak Tuhan terjadi atas hidup kita, maka banyak mujisat terjadi atas hidup kita.
4. “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya” hal ini berarti bahwa nantikan Tuhan menjamah hidup kita, dan setelah kita merasakan lawatan Tuhan, maka inilah saatnya untuk meminta.
“Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya” (Keluaran 16:18)
Orang yang mengumpulkan sedikit tidak kekurangan, dan orang yang mengumpulkan banyak, tidak berkelebihan.
Yang membuat kita seringkali tidak pernah merasa cukup adalah karena keserakahan dan tidak pernah puas. Hal ini adalah kekejian bagi Tuhan.
Secukupnya artinya kita mensyukuri atas apa saja yang ada dalam hidup kita.
5. “Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”
Tuhan mau kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita, supaya Tuhan juga mengampuni dosa kita. Lukas 6:38 “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
Ayat ini berbicara tentang mengampuni orang yang bersalah pada kita.
Doa kita akan dijawab oleh Tuhan, jika kita mengampuni orang yang bersalah pada kita.
6. “dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
Oleh Pdt Sonny Liando S.Th

Leave a Reply