[Khotbah] Benih Bagi Penabur, Minggu 20 Agustus 2017
Benih Bagi Penabur
II Korintus 9:6-15
“Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu”
Benih apapun yang ditabur akan tumbuh dan berbuah. Kehidupan kita hari ini adalah gambaran (buah) dari apa yang kita pernah tabur diwaktu sebelumnya. Apa saja yang kita lakukan sekarang menentukan apa yang akan terjadi dikemudian hari atau yang akan mendatangi kita.
Jika kita ingin mengalami sesuatu yang baik diwaktu yang akan datang, maka hari ini kita harus melakukan sesuatu yang baik.
Jadi untuk menjadi luarbiasa, bukanlah karena kepintaran atau yang terbaik tapi yang pertama.
Contohnya bahwa kita mengasihi Allah karena Dia lebih dahulu mengasihii kita. Persoalannya adalah kita cenderung menunggu orang lain berbuat sesuatu terlebih dulu, sehingga ada orang yang mendahului kita untuk melakukan yang terbaik.
Jadi jika kita berdiri untuk jadi penabur, maka kita akan diberikan benih oleh Tuhan untuk ditabur. Masalahnya adalah apakah kita layak dipercaya untuk diberikan benih?
Apakah artinya ayat diatas tadi? Jika kita dipercaya Tuhan untuk menjadi penabur, maka Tuhan yang bertanggung jawab untuk memberikan benih bagi kita.
Ada beberapa prinsip tentang benih :
1. Benih yang paling berharga yang ditabur adalah ketaatan
Abraham (Kejadian 22:11-12) “Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”
Tuhan menyuruh Abraham untuk mempersembahkan Ishak, dan Abraham sangat taat kepada perintah Tuhan. Dan Tuhan berkata “telah Kuketahui “sekarang”
Ketaatan yang Tuhan ingin lihat adalah ketaatan “sekarang” bukan ketaatan masa lalu.
Contoh ketaatan sekarang ini adalah mengembalikan perpuluhan yang adalah milik Tuhan. Perpuluhan adalah kunci untuk menerima berkat Tuhan.
2. Benih itu adalah sesuatu yang telah diberikan Tuhan untuk apa yang dibutuhkan.
Tuhan sudah berikan benih itu sekarang bagi kita, tapi seringkali kita tidak sadar bahwa benih itu telah ada pada kita. Sebenarnya benih itu kelihatan kecil namun akan menjadi sangat besar, dan benih itu akan jadi besar jika ditabur. Hal ini dapat kita lihat pada tokoh-tokoh Alkitab seperti:
– Musa yang ada tongkat ditanganya, sederhana namun dengan tongkat itu Allah melakukan mujisat.
– Daud memiliki tongkat, ali-ali dan batu sehingga dapat mengalahkan goliat.
– Anak kecil yang memiliki 5 roti dan 2 ikan sehingga dipakai Tuhan untuk memberi makan 5000 orang.
– Minyak dalam buli2 bagi seorang janda pada zaman elisa sehingga dia dapat melunasi hutangnya dan hidup dari selebihnya.
Investasi sekarang ini menentukan apa yang akan mendatangi kita kelak. Temukanlah apa yang ada pada kita, walaupun sederhana dan kecil, namun tabur itu dan akan menjadi besar dan akan jadi jawaban bagi semua kebutuhan kita dimasa datang.
3. Jangan menahan benih yang Allah ingin agar kita tabur.
Artinya menahan sesuatu yang tidak harus kita pertahankan, salah satu contohnya adalah menyimpan dosa. Ada beberapa contohnya yaitu:
– Kisah rasul 5:3-4 Ananias dan Safira mati karena menahan apa yang Tuhan ingin mereka lakukan
– Maleakhi 3:9-10 Perpuluhan. Jangan menahan perpuluhan karena itu adalah menipu Tuhan.
4. Kemiskinan adalah bukanlah kekurangan uang tapi salah mengelola keuangan. Amsal 11:24-25
Kita seringkali salah dalam mengelola keuangan sehingga mengalami kekurangan.
Jika kita ingin agar sesuatu yang baik terjadi dimasa depan, maka kita harus menabur dimasa sekarang ini.
Ingatlah bahwa untuk menabur, kita harus memiliki keberanian dan iman, namun bertindaklah dengan iman dengan cara melepaskan benih itu….menaburlah…..Amin
Oleh Pdt Ishak Moses (Makassar)

Leave a Reply