[Khotbah] Memikul Kuk, Minggu 10 September 2017
MEMIKUL KUK
Matius 11:28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu, Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”
Tuhan ingin agar kita hidup dalam kelegaan dan terlepas dari kehidupan yang berbeban berat. Namun untuk mengalami kelegaan, kita harus memikul kuk.
Kata “kuk” dalam bahasa Inggris yaitu Yoke yaitu beban dan bahasa Yunani yaitu dzoogos berarti kopleng. Dalam dunia otomotif, kegunaan kopleng yaitu untuk menghubungkan, mengikat, menggabungkan. Jadi kopleng gunanya untuk menghubungkan antara mesin mobil dengan ban sehingga dapat bergerak, tanpa kopleng tidak mungkin mobil itu dapat berjalan. Kuk membuat kita terikat, tidak bisa kemana-mana, tetap berada ditempatnya.
Apakah kegunaan dari Kuk?
1. Sebagai Tanda.
Tanda atau Meterai merupakan bukti bahwa kita adalah milik Tuhan.
II Kor 1:21-22 “memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita”
Binatang peliharaan seringkali diberikan tanda kepemilikan. Contohnya Sapi atau Kuda yang diberikan cap untuk menjadi tanda kepemilikan.
Sebagai orang percaya, kita harus memiliki cap Kristus yang memberikan tanda bahwa kita adalah milik kepunyaan Tuhan Yesus.
Sudahkan kita memiliki tanda Kristus dalam hidup kita? Jika kita tidak memiliki cap atau tanda bahwa kita milik Kristus, maka kita akan dengan mudah dibinasakanoleh Iblis.
Kesombongan, dosa membuat cap Kristus itu hilang dari hidup kita.
Daud pernah mengalami sesuatu yang pahit dan memalukan dalam hidupnya, namun Daud tidak menyembunyikannya dosanya. Daud memberitahukan pada semua orang dan menuliskannya di kitab Mazmur tentang dosanya.
Hal ini menyadarkan pada kita bahwa tanpa Tuhan, kita tidak ada apa-apanya. Inilah perlunya kuk, yang menyatakan bahwa kita adalah milik Tuhan Yesus.
2. Menghubungkan.
Roma 5:5 “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Galatia 5;24 “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya”
Kuk yang ditaruh dalam hidup kita gunanya untuk menghubungkan antara kita sebagai manusia ciptaan kepada Tuhan. Juga artinya menghubungkan antara satu pribadi dengan pribadi lainnya. Kuk ditaruh oleh Tuhan dalam hidup kita untuk menyatakan kasih Tuhan pada kita, namun seringkali kita tidak mau terikat dengan kasih Tuhan, dan lebih mencintai dunia dan dosa.
Jadi kuk yang ada pada kita adalah kasih Allah yang mau mengikat kita.
Kuk juga merupakan gambaran hubungan antara suami dan isteri yang membuat mereka terhubung dan terikat dalam sebuah pernikahan.
Demikian juga antara Tuhan dengan kita, Tuhan ingin mengikatkan diriNya dengan kita, demikianpun sebaliknya.
Hanya orang yang terikat dengan kita yang dapat menikmati apa yang kita punya. Contoh bahwa isteri kita bisa memakai mobil kita karena dia terikat dalam pernikahan dengan kita sebagai suaminya. Demikian juga kita akan menikmati semua berkat dan anugerah Tuhan saat kita terikat dan terhubung dengan Tuhan dan kasihNya.
Roma 14:8 “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan”……amin.
Oleh Pdt. Ir. Lui Sirapanji MA

Leave a Reply