[KHOTBAH] Beritakanlah Injil, Minggu 15 Januari 2017
BERITAKANLAH INJIL
Markus 16:15-20
“Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”
Ini adalah amanat agung yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada kita semua yaitu memberitakan Injil kepada segala makhluk.
Ada beberapa bagian dari ayat ini yang kita akan pelajari yaitu:
1. Siapa yang percaya.
Percaya dalam bahasa Ibrani adalah Emun, Batakh. Dalam bahasa Yunani adalah Pisteo yang mempunyai arti percaya, beriman kepada, mempercayai, meyakini. Juga dipakai kata Pistis artinya iman, kesetiaan, keyakinan, bukti. Menurut kamus Browning, percaya makna Alkitabiahnya adalah lebih terletak kepada komitmen. Jadi kesimpulannya bahwa percaya bukan hanya diucapkan tapi harus disertai dengan komitmen,keyakinan yang kokoh, kesetiaan dan bukti bahwa kita percaya pada Tuhan Yesus.
Jadi jika kita percaya pada Tuhan, maka kita harus memiliki komitmen pada Tuhan Yesus.
Yang termasuk orang percaya adalah orang yang percaya pada Tuhan Yesus, menerimanya sebagai Tuhan dan Juruselamat, berkomitmen untuk tetap setia kepada Tuhan Yesus sebagai buktinya mau bertobat dan mau melakukan apa yang Tuhan perintahkan.
2. Tanda-tanda yang menyertai orang percaya.
Tanda-tanda yang menyertai orang percaya antara lain mereka akan mengusir setan-setan demi nama Tuhan, berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru, akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, tidak akan mendapat celaka; akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh. Hal ini adalah janji Tuhan bahwa pemberitaan Injil yang kita lakukan akan disertai dengan mujisat dan kuasa Allah.
Oleh karena itu kita tidak perlu takut saat memberitakan Injil, sebab Allah beserta kita.
3. Pergi memberitakan Injil.
Orang percaya harus pergi untuk memberitakan Injil. Kata perintah “pergilah” artinya kita harus melakukan sesuatu, tidak berdiam diri dan pasif. Sebagai orang percaya, kita harus memiliki hati yang terbeban dan penuh dengan belas kasihan untuk pergi memberitakan Injil kepada orang lain sehingga mereka dapat diselamatkan. Percayalah bahwa saat kita memberitakan Injil, Tuhan turut bekerja dengan cara meneguhkan firman Tuhan itu melalui tanda-tanda yang heran.
4. Siapakah yang memberitakan Injil?
Yang harus memberitakan Injil adalah murid-murid Tuhan, orang yang percaya, rasul-rasul, hamba-hamba Tuhan dan kita semua.
Penginjilan dapat dilakukan secara massal berupa Kebaktian Kebangunan Rohani, maupun secara pribadi atau biasa disebut one on one.
Contoh penginjilan pribadi yaitu saat Tuhan Yesus berbicara dengan Nikodemus dan wanita Samaria. Andreas membawa saudaranya yaitu Simon untuk datang kepada Yesus (Yoh 1:39-42), Filipus yang juga memanggil Natanael untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus (Yoh 1:43-51), Jemaat mula-mula yang memberitakan Injil kepada semua orang (Kisah 8:4-5). Tuhan Yesus ingin agar kita juga memberitakan Injil Keselamatan kepada semua orang sehingga mereka bisa percaya kepada Tuhan Yesus.
Mari bawa orang-orang untuk datang kepada Yesus. Bawa mereka datang kegereja dan biarkan Roh Kudus yang menjamah hidupnya sehingga dapat menjadi percaya.
Oleh karena itu penginjilan adalah tugas semua orang percaya, supaya orang lain juga diselamatkan, bersiaplah dan lakukanlah amanat agung Tuhan Yesus….amin.
Oleh Pdt Paulus Kamagi.

Leave a Reply