[Khotbah] G O N C A N G A N
G O N C A N G A N
MatIius 24:8
“Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru”
Tahun 2020-2030 merupakan new decade, new era, new age yaitu tahun-tahun yang mana akan terjadi perubahan yang besar dalam kehidupan manusia. Indonesia juga sedang masuk dalam perkembangan teknologi yang luar biasa. Bukan hanya perkembangan informasi dan teknologi, tapi akan banyak ujian dan pencobaan yang akan terjadi tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat (ayat 13).
Semua itu terjadi sebelum kedatangan Tuhan Yesus kedua kali (Mat 24:27)
“Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia”
Pada saat ini kita sedang masuk dalam era Pentakosta ketiga. Dalam Yoel 2:28-32 dikatakan “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.”
akan terjadi:
Dari nubuatan kitab Yoel, maka akan terjadi diakhir zaman ini yaitu:
– pencurahan Roh Kudus bagi semua generasi
– goncangan-goncangan yaitu semua aspek kehidupan
– keselamatan yaitu kerajaan yang tak tergoncangkan (Ibr 12:26-28)
Tahun ini adalah tahun dimensi yang baru dan ayat firman Tuhan dalam II Kor 3:18 “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”
Dari ayat ini, Tuhan menciptakan manusia
– serupa dengan gambarNya. Kita harus kembali untuk menjadi serupa dan segambar dengan Allah.
– memberikan otoritas yaitu kuasa Allah ada dalam hidup kita, bahkan menerima berkat dan kuasa atas bangsa-bangsa.
Ulangan 28:13-14 “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”
Tuhan mau agar kita mendengarkan firman Tuhan dan melakukan dengan setia. Sebelum masuk dalam dimensi yang baru, akan terjadi goncangan karena ini adalah permulaan ujian bagi orang percaya.
Hal ini juga yang terjadi pada Yosua. Tuhan berkata “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”
Yos 3:1 “Yosua bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, dan sampailah mereka ke sungai Yordan, maka bermalamlah mereka di sana, sebelum menyeberang”
Tindakan untuk menghadapi permulaan ujian adalah Yosua mempersiapkan dirinya dan pasukannya.
Apa yang Yosua lakukan?
1. Yosua bangun pagi-pagi lalu berangkat.
Hal ini berarti segera “mempersiapkan dan melakukan” tanpa menunda. Tuhan mau saat kita mendengar perintah Tuhan, maka kita segera mempersiapkan diri dan melakukannya dengan ketaatan.
2. Yosua melihat dan mengikuti Tabut Perjanjian Tuhan.
Tabut perjanjian adalah lambang kehadiran Tuhan. Saat itu para imam mengangkat Tabut Perjanjian Allah dan orang Israel mengikutinya. Demikian juga dengan orang percaya, harus senantiasa menjadi orang yang mengangkat Tabut perjanjian Tuhan.
Yoh 6:40 “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”
3. Yosua menjaga jarak.
Tujuannya agar supaya mereka mengetahui jalan yang akan ditempuh.
“hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya–maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu.”
Ayat 4 ini berbicara tentang cara Tuhan yang Dia lakukan bagi kita.
Jangan mendahului Tuhan, dan jangan tertinggal dari Tuhan. Ini berbicara tentang fokus. Fokuslah pada visi dari Tuhan. Amsal 29:18 “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum”
4. Yosua menyuruh agar menguduskan diri.
“Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.”
Untuk mengalami mujisat, kita harus mengejar kekudusan (Ibr 12:14) “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan”
Bagaimana cara untuk mendapatkan kekudusan? Yaitu dengan cara mengampuni (Mat 6:12) “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”
Jika kita mengampuni, maka kita akan diampuni.
5. Yosua haruslah tetap berdiri disungai Yordan itu.
“Maka kauperintahkanlah kepada para imam pengangkat tabut perjanjian itu, demikian: Setelah kamu sampai ke tepi air sungai Yordan, haruslah kamu tetap berdiri di sungai Yordan itu.”
Ini berarti bahwa Yosua harus menuntaskan pekerjaan itu. Kita juga harus menuntaskan pekerjaan kita yaitu menjalankan Amanat Agung Tuhan Yesus.
Hari-hari ini kita sedang memasuki permulaan ujian, dan dibutuhkan ketaatan melakukan kehendak Tuhan dengan setia.
Ditahun dimensi baru ini yang harus kita lakukan adalah
– perkatakan firman Tuhan (Rat 3:22-23) “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Maz 118:8) “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia” (Maz 91) “Aman dalam perlindungan Tuhan”
– selesikan amanat agung sebab kita adalah messenger pentakosta ketiga….amin.
Oleh Pdt Ir. Philipus Yuwono M.Th
