[Khotbah] THE YEAR OF NEW DIMENSION (6)

THE YEAR OF NEW DIMENSION (6)

(Ulangan 28:13) “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”

(II Korintus 3:18) “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”

Ditahun 2020 ini kita harus memiliki sesuatu yang dapat memantulkan kemuliaan Tuhan. Dan kita harus mengerti dan percaya bahwa kemuliaan itu datangnya dari Tuhan. Dalam Perjanjian Lama, kata kemuliaan bahasa Ibraninya adalah “Kabod” atau kehadiran Tuhan yang mendemonstrasikan otoritasNya yang hebat dan gagah perkasa.
Dan dalam Perjanjian Baru memakai bahasa Yunani yaitu Dox’-ah yaitu kehadiran Tuhan yang terwujud didalam diri Tuhan Yesus.
Siapakah Tuhan Yesus? Dia adalah firman yang telah menjadi manusia untuk melakukan perkara-perkara yang besar (Yoh 1:14) “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”
Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus? Dia mengajar kebenaran dan nilai kerajaan Allah, dengan memakai metode:
1. Berkeliling
(Mat 4:23) “Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu”
Dampak kemuliaan Allah didalam gereja adalah :
– Orang percaya hrus meninggalkan zona nyaman dan mau keluar untuk menjadi berkat dan kesaksian bagi orang lain.
– Harus memunculkan gerakan menjangkau yang terhilang yaitu orang yang belum percaya dan hidup dalam dosa, sebab Anak Manusia datang kedunia ini untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.
– Gereja Tuhan tidak fokus dalam keegoisan tapi belajar untuk memperhatikan sesama kita.
2. Berkuasa
(Mat 7:29) “sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka”
Sebab firman Tuhan itu berkuasa (II Tim 3:16) “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”
Tujuan firman Tuhan adalah
– mengajar pengenalan akan Allah,
– menyatakan kesalahan dengan tujuan mengoreksi hidup kita,
– memperbaiki kelakuan sehingga ada pertobatan,
– mendidik dalam kebenaran sehingga hidup menurut kehendak Allah.
3. Jujur dan tidak mencari muka
(Luk 20:21) “Orang-orang itu mengajukan pertanyaan ini kepada-Nya: “Guru, kami tahu, bahwa segala perkataan dan pengajaran-Mu benar dan Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah”
inilah prinsip seorang pemberita Injil. Dalam Alkitab dikisahkan tentang Paulus (Gal 1:10) “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus”
Tuhan mau agar kita tidak mencari kesukaan manusia dan berusaha berkenan dan menyenangkan hati manusia, tapi kita harus mencari perkenanan Tuhan.
(II Kor 2:17) “Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya”
Jangan mencari keuntungan dan memiliki motivasi yang salah dalam melayani Tuhan.
Tuhan Yesus melayani sesama bukan untuk mencari muka atau dengan motivasi yang tidak benar dihadapan Bapa.
4. Tidak memandang tempat
(Yoh 4:15) “Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”
Tuhan Yesus tidak memandang tempat untuk melakukan pelayanannya, bahkan didaerah Samaria yang tidak mau dikunjungi oleh orang Yahudi, Tuhan Yesus mau mengunjunginya.
Dimana saja Tuhan mau agar kita menyampaikan kebenaran firman Tuhan, maka kita harus taat dan melakukannya dengan sukacita.
Jangan suka memilih-milih tempat pelayanan, karena Tuhan mau agar kita menjadi berkat dimanapun kita berada.
5. Mengadakan mujisat
Tuhan Yesus mengadakan mujisat dengan menyembuhkan yang sakit, membangkitkan orang mati, memberi makan dll.

Marilah kita menjadi seperti Tuhan Yesus yang selalu menjadi berkat bagi sesama dan membawa kemuliaan bagi nama Allah….amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th