[Khotbah] THE YEAR OF NEW DIMENSION (7)
THE YEAR OF NEW DIMENSION (7)
(Ulangan 28:13) “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”
(II Korintus 3:18) “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”
Ditahun 2020 ini kita harus memiliki sesuatu yang dapat memantulkan kemuliaan Tuhan. Dan kita harus mengerti dan percaya bahwa kemuliaan itu datangnya dari Tuhan. Dalam Perjanjian Lama, kata kemuliaan bahasa Ibraninya adalah “Kabod” atau kehadiran Tuhan yang mendemonstrasikan otoritasNya yang hebat dan gagah perkasa.
Dan dalam Perjanjian Baru memakai bahasa Yunani yaitu Dox’-ah yaitu kehadiran Tuhan yang terwujud didalam diri Tuhan Yesus.
Siapakah Tuhan Yesus? Dia adalah firman yang telah menjadi manusia untuk melakukan perkara-perkara yang besar (Yoh 1:14) “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”
Apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus? Dia mengajar kebenaran dan nilai kerajaan Allah, dengan memakai metode:
1. Berkeliling
2. Berkuasa
3. Jujur dan tidak mencari muka
4. Tidak memandang tempat
5. Mengadakan mujisat
Mujisat apa yang Tuhan kerjakan?
A. Air menjadi anggur
Yoh 2:1-11 “Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ”
Dikatakan firman Tuhan “Kana yang di Galilea”. Kota Kana juga ada didaerah Libanon, jadi firman Tuhan mau menekankan bahwa Kana ini adalah yang berada di distrik Galilea. Perkawinan itu diadakan pada hari ketiga. Dalam bahasa Ibrani penyebutan hari adalah sebagai berikut:
– Hari pertama adalah Yom Ekhad atau hari Minggu
– Hari kedua adalah Yom Sheni atau hari Senin
– Hari ketiga adalah Yom Shelishi atau hari Selasa
– Hari keempat adalah Yom Revi’i atau hari Rabu
– Hari kelima adalah Yom Khamishi atau hari Kamis
– Hari keenam adalah Yom Shishi atau hari Jumat
– Hari ketujuh adalah Yom Shevi’i atau hari Sabtu
Apa dampak kemuliaan Tuhan yang terjadi di Kana?
– Menghapus rasa malu keluarga
Dalam sebuah pesta selalu ada anggur sebagai minuman jamuan untuk para tamu. Namun jika saat pesta mereka kekurangan atau kehabisan anggur, maka ini mendatangkan aib dan memalukan bagi keluarga.
Demikian juga dengan kita, jika sudah melakukan dosa dihadapan Tuhan maka itu merupakan aib bagi diri sendiri dan bagi keluarga kita.
Namun jika kita mau bertobat dan datang kepada Dia dan merendahkan hati, maka Tuhan akan mengampuni dosa kita.
– Menghapus kekeliruan persiapan pesta
Anggur mereka habis disebabkan karena kesalahan dan kekeliruan dari pemimpin pesta kawin itu. Semua persiapan pesta itu menjadi gagal karena mereka kekurangan anggur.
Anggur bermakna rohani yaitu sukacita. Jika dalam keluarga dan rumah tangga kita mulai tawar dan hambar karena kehabisan sukacita, maka marilah kita minta agar kemuliaan Tuhan turun atas keluarga kita.
– Menghargai “iman” para pelayan
Tuhan Yesus berkata pada para pelayan agar mengisi tempayan-tempayan itu penuh dengan air, lalu men cedok dan membawa kepada pemimpin pesta. Mereka taat dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus. Dan karena ketaatan dan iman para pelayan, maka terjadilah mujisat.
B. Menyembuhkan kusta sebagai penyakit menular
Pada zaman Alkitab, kusta adalah penyakit yang sangat mengerikan yang harus dikucilkan dari masyarakat. Hal ini sama seperti yang terjadi dengan keadaan dunia saat ini yang terserang virus corona.
Namun janji Tuhan dalam Mazmur 91 bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan kita.
Bagaimana cara agar kita luput dari semua malapetaka tersebut? Yaitu dengan:
– Duduk dalam lindungan yang maha tinggi
Duduk itu adalah gambaran tentang persekutuan (Mat 18:20) yaitu persekutuan dengan saudara seiman. Duduk juga bicara tentang kerendahan hati dan kesetaraan, terlindung dari kemurkaan. Dan orang yang rendah hati akan mendapat perlindungan Tuhan.
– Bermalam artinya beristirahat dan melepaskan segala keletihan dan beban kita (Mat 11:28). Bermalam juga berarti menantikan Tuhan (Yes 40:31).
Ketika kemuliaan Tuhan turun atas kita maka kita akan menerima kedamaian, rasa aman, daya tahan untuk menghadapi tantangan dalam hidup ini.
Saat kemuliaan Tuhan turun, maka juga akan terjadi pelipat gandaan (Mat 14:14) dimana ribuan orang mengikut Yesus sembuh. Tapi saat itu tetap ada saja masalah baru, yaitu mereka kelaparan dan tidak ada makanan.
Murid-murid yang harus menyediakannya, dan mujisat terjadi. Hal ini disebabkan 5 roti dan 2 ikan itu dipersembahkan pada Tuhan, dan didoakan oleh Tuhan Yesus dengan meminta berkat sorga kemudian setelah itu dipecahkan dan dibagi bagikan buat orang banyak dan akhirnya mereka makan sampai kenyang dan sisanya 12 bakul…..amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th
