[Khotbah] THE YEAR OF NEW DIMENSION (4), 26 Januari 2020

THE YEAR OF NEW DIMENSION (4)

 

(Ulangan 28:13) “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”
(II Korintus 3:18) “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”
Ditahun 2020 ini kita harus memiliki sesuatu yang dapat memantulkan kemuliaan Tuhan.

Ayat ini dimulai dengan kata “Kita Semua”siapakah yang dimaksud kata ini? Yaitu orang yang sudah menerima kasih karunia Allah.
Orang yang telah menerima karunia Allah, akan :

1. Mengenal nama Yesus dan percaya, sebab ada kekuatan dahsyat didalam nama Tuhan Yesus.
(Fil 2:10) “supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi”

2. Mengenal dan menerima jalan keselamatan, sebab hanya dalam nama Tuhan Yesus ada keselamatan.
(Yoh 14:6) “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”

3. Mengenal kuasa Tuhan Yesus dan mempraktekkannya
Filipi 3:10 “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya”
Dari ayat diatas, kita akan mempelajari beberapa hal yaitu:
A. Kuasa kebangkitan Yesus yaitu:
– menghancurkan kutuk taman Eden yaitu dosa dan kematian, sebab upah dosa ialah maut yang bersifat kekal selama-lamanya.
– menghancurkan kuk perhambaan yang mengikat hidup manusia contohnya keterikatan dengan narkoba, seks bebas, judi, penyembahan berhala, minuman keras dll
– menghapuskan surat hutang kita dikayu salib. Sebab dengan adanya surat hutang itu, maka kita didakwa oleh Iblis siang dan malam, namun ketika Tuhan Yesus telah menebus kita maka surat hutang itu dihapus dan kita dibebaskan.
B. Kuasa persekutuan dalam penderitaan Kristus yaitu dengan cara:
– memikul salib setiap hari (Mat 16:24) “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”
– mematikan keinginan daging (Rom 6:5) “Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya”
(Kol 3:5) “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala”
Ingat bahwa tujuan kita didunia ini adalah “to be like Jesus” menjadi sama seperti Yesus (Rom 8:29)

Kata berikutnya dari II Korintus 3:18 adalah “Mencerminkan kemuliaan Tuhan”
Prinsip cermin adalah:
– jujur, tidak palsu
– apa adanya, transparan
– sarana untuk mengamati diri
Oleh karena itu sebagai orang percaya kita harus seperti orang yang sedang bercermin yaitu:
– tampilkan keaslian diri kita, tidak munafik
– jangan ada yang tersembunyi
– lihatlah semua kekurangan dan perbaikilah. Hal ini membutuhkan kesabaran, ketekunan penguasaan diri.
Jadikanlah Alkitab firman Tuhan sebagai cermin dalam hidup kita dengan cara mendengar, membaca, meneliti dan melakukannya sehingga kita akan disebut orang yang berbahagia.
(Yak 1:23-25) “Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin”
Tujuan bercermin secara jasmani adalah agar memiliki penampilan yang baik, tapi tujuan bercermin secara rohani yaitu supaya kita mencerminkan kemuliaan Tuhan.
Jadi apakah kita sudah berpadanan dengan firman Tuhan?
Apakah kita sudah membaca Alkitab? Apakah kita sudah memiliki prinsip seperti Yesus yang mau melakukan yang terbaik?
Seperti Habel yang mempersembahkan korban dengan lemak-lemaknya (Kej 4:4) padahal tentang tata cara membawa korban persembahan baru diatur dalam kitab Taurat Musa, namun Habel sudah tahu tentang hal yang menyenangkan hati Tuhan. Hal ini memperlihatkan bahwa Habel sangat mencintai dan mengasihi Tuhan, sehingga dia tahu apa yang menyenangkan hati Tuhan.
Juga Nuh sang pemberita kebenaran yang tahu untuk menyenangkan hati Tuhan. Oleh karena itu ditahun 2020 yang harus kita lakukan adalah:
– menampilkan yang terbaik lewat tutur kata, kesaksian hidup yang baik.
– melakukan yang terbaik dengan menjadi teladan, melayani sesama
– mempersembahkan yang terbaik yaitu pujian, penyembahan dan harta benda…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th