[Khotbah] THE YEAR OF NEW DIMENSION (2), 05 Januari 2020

THE YEAR OF NEW DIMENSION (2)
Ulangan 28:13

“TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”

Saat firman Tuhan ini disampaikan oleh Musa kepada orang Israel, mereka sedang berada dipadang gurun. Kita ketahui bahwa sebelum itu, orang Israel berada di Mesir sebagai budak selama 430 tahun. Akibat perbudakan di Mesir, maka terbentuklah karakter yang buruk dalam hidup mereka. Apa karakter buruk mereka?
– Slave yaitu sebagai budak yang kehilangan hak
– Low spirit yang memiliki roh yang lemah
– Under pressure hidup dibawah tekanan dari penguasa Mesir
– Inferiority yaitu rasa rendah diri
Namun ketika mereka sudah keluar dari Mesir dan saat Tuhan menampakkan diriNya di atas gunung Sinai, maka mereka dibawa Tuhan untuk masuk kesatu dimensi yang lain dan mereka ditetapkan menjadi satu bangsa. Mereka punya hukum yaitu Taurat dan Tuhan memperkuat perjanjianNya dengan memberikan tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madunya.
Sama seperti firman Tuhan yang diberikan kepada orang Israel, Tuhan juga mau agar kita masuk kedalam dimensi yang baru dengan menjadi kepala dan bukan ekor.
Bagaimanakah karakter kepala?
1. PIONEER
2. STARTER
3. LEADER
Leader is to lead another yaitu memimpin orang lain. Siapakah pemimpin itu? Yaitu seorang yang memiliki kecakapan atau kelebihan sehingga mampu membawa orang lain pada suatu tujuan.
Ada beberapa hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yaitu Visioner, Missioner, Influencer, Advisor dan Discipline.
Dalam Alkitab dikisahkan seorang pemimpin yang luar biasa yaitu Yosua bin Nun sang penakluk tanah perjanjian. Yosua adalah seorang yang:
A. Visioner
Yosua tahu tujuan Tuhan dalam hidupnya yaitu masuk kedalam “Promised Land” yaitu tanah yang berlimpah susu dan madu (berlimpah berkat jasmani dan rohani). (Yos 1:2) “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”
Demikian juga dengan kita, harus tahu tujuan Tuhan dalam hidup kita masing-masing. Namun untuk menikmati janji Tuhan bagi orang Israel, mereka harus berjuang untuk mengalahkan penduduk asli tanah Kanaan.
Sebagai orang percaya kita harus memiliki visi besar yang dari Tuhan, dan menikmati janji Tuhan dalam hidup kita.
Itu sebabnya kita harus menjadi kepala dan bukan ekor. Jangan memiliki karakter ekor, sebab orang seperti itu tidak mempunyai inisiatif, mudah kalah, menyerah, kecewa, penakut, mundur dll.
B. Missioner
Yosua mengetahui jalan-jalan Tuhan (Yos 1:3) “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa”
Bagaimanakah prinsip tentang jalan Tuhan? Jalan Tuhan itu rata (Maz 27:11) “Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku”
Apakah benar jalan Tuhan itu rata tanpa rintangan? Hal ini tentu bertentangan dengan :
– Luk 9:13 (bahwa orang percaya harus pikul salib)
– Yoh 15:20 (orang percaya akan dianiaya)
– I Pet 4:14 (dinista karena nama Kristus)
Jadi apa artinya jalan rata? Jalan Tuhan bisa saja menjadi jalan yang sukar tetapi Tuhan akan membuatnya rata oleh karena firmanNya, kuasa dan otoritas Tuhan sehingga terjadi mujisat.
Jadi ditengah pergumulan dan masalah yang kita hadapi, Tuhan Yesus mampu untuk membuka jalan dan meratakan semua masalah kita (Mat 11:28) “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”
C. Influencer
Influencer adalah seseorang yang mampu mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan. Saat Yosua diutus oleh Musa menjadi pengintai bagi tanah perjanjian, Yosua gagal mempengaruhi orang Israel agar mereka percaya bahwa negeri itu akan diserahkan oleh Tuhan kepada orang Isarel. Namun saat menggantikan Musa, Yosua mampu memimpin seluruh bangsa Israel. Hal ini disebabkan otoritas yang telah diberikan Tuhan kepada Yosua (Yos 1:5) “Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau”
D. Advisor
Yosua sebagai kepala mampu memberikan nasihat kepada seluruh orang Israel yaitu bagaimana caranya untuk lepas dari persoalan yang sedang dihadapi.
Saat orang Israel menyerang penduduk kota Ai, maka terjadi kekalahan atas mereka. (Yos 7:5) “Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat”
Saat itu Yosua memberikan nasihatnya agar mereka merendahkan hati dihadapan Tuhan.
(Yos 7:5-6) “Yosuapun mengoyakkan jubahnya dan sujudlah ia dengan mukanya sampai ke tanah di depan tabut TUHAN hingga petang, bersama dengan para tua-tua orang Israel, sambil menaburkan debu di atas kepalanya”
E. Discipline
Saat menyerang kota Yerikho, Akhan telah berdosa dihadapan Tuhan dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan bagi Tuhan.
Ketidaktaatan Akhan adalah bentuk pelanggaran kedisiplinan yang sangat fatal, karena akibat pelanggarannya ada 36 orang yang tewas dari prajurit Israel. Akibat pelanggarannya maka Akhan dan keluarganya mendapatkan hukuman yaitu dirajam dengan batu. Yosua sebagai pemimpin berani menegakkan kedisiplinan. (Yos 7:24-25) “Berkatalah Yosua: “Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini.” Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu”

Marilah kita menjadi orang percaya yang bisa memimpin orang dalam kebenaran firman Tuhan…..amin.

Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th