[Khotbah] PERSIAPAN DIRI BAGI KEKEKALAN, 09 Februari 2020
PERSIAPAN DIRI BAGI KEKEKALAN
Mazmur 119:123
“Mataku sangat merindukan keselamatan dari pada-Mu dan merindukan janji-Mu yang adil”
Tahun 2020 adalah tahun “New Dimension” yaitu dimensi yang baru yang akan Tuhan berikan pada kita. Janji Tuhan ditahun ini adalah (Ulangan 28:13) “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia”. Tuhan juga akan membawa kita untuk masuk dari satu kemuliaan kepada kemuliaan lain (II Korintus 3:18) “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar”
Ditahun yang baru ini, pasti kita semua menginginkan sesuatu yang baik dan besar terjadi atas hidup kita. Dan untuk mendapatkan hal itu, maka kita harus melakukan tindakan nyata yaitu menata hidup kita.
Menata hidup ini terdiri dari dua hal yaitu:
– Masa depan didunia ini yaitu tentang apa yang ingin kita dapatkan.
– Masa depan dikekekalan yaitu tentang kerajaan Sorga.
Masa depan dikekekalan itu sangat penting, dan harus kita persiapkan mulai dengan saat ini.
Apa yang menghalangi persiapan kita buat masa depan dalam kekekalan?
1. Kelelahan (Mat 25:1-5)
“Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur”
Saat menanti kedatangan mempelai, maka gadis bijaksana maupun gadis yang bodoh mengalami kelelahan dan tertidur karena lelah menanti sang mempelai. Seperti yang terjadi pada gadis-gadis ini, maka kelelahan juga dapat dialami oleh semua orang.
Bayak orang kelelahan saat bekerja, melayani Tuhan, bersekolah, berbisnis dll. Aktivitas yang terlalu padat, membuat kita tidak punya waktu untuk refreshing dan akhirnya kita mengalami kelelahan jasmani dan rohani.
Dari kisah diatas, kita dapat melihat bahwa kelelahan itu dapat menyerang orang percaya dan orang yang tidak percaya.
Dalam Kej 2:2-3 “Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu”
Dari ayat tersebut diatas, maka kita melihat bahwa Allah pun beristirahat setelah melakukan pekerjaanNya yaitu penciptaan. Sebagai orang percaya kita juga harus mencontoh Allah yang beristirahat dari pekerjaanNya, sehingga kita tidak akan mengalami kelelahan.
Kenapa kita bisa kelelahan? Karena kita tidak memiliki waktu untuk beristirahat dari segala pekerjaan.
Orang dunia ini mencari uang dari pagi sampai malam dan mengalami kelelahan, dan akhirnya lupa mempersiapkan diri untuk masa depan di kekekalan.
2. Manusia akan menjadi tua (Mazmur 90:10)
“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap”
Semua orang pasti akan menjadi tua dan akan menurun dalam kesehatan fisik dan psikis.
Bukan hanya kekuatan manusia yang merosot, tapi juga alam sekitar dan lingkungan hidup telah merosot keadaannya sehingga terjadilah bencana alam, sakit penyakit (virus corona), fenomena alam yang ekstrim dll.
Karena kita akan menjadi tua dan kekuataan/kesehatan kita semakin merosot, maka ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk menata masa depan yang baik yaitu:
– Pengenalan akan Tuhan (II Pet 3:18) “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya”.
Orang yang mengenal Allah akan tetap kuat dan bertindak.
– Berjalan bersama Tuhan (Maz 118:8) “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia”
Saat kita berjalan bersama Tuhan, jangan berada dibelakangNya atau didepanNya, tapi disampingNya supaya kita dapat bercakap-cakap dan membangun hubungan dengan Dia setiap saat.
– Merindukan Tuhan (Maz 63:1) “Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair”
3. Tidak menabung dalam kekekalan (Matius 6:19-21)
“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya”
Rom 14:17 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus”
Tuhan mau agar kita menabung dan berinvestasi dalam kekekalan yaitu dalam kerajaan sorga…..amin
Oleh Pdt Christian Sirapanji.
