[Khotbah] The New Beginning, Minggu 31 Desember 2017
THE NEW BEGINNING
Yosua 1:1-4
“Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”
Musim baru adalah musim yang dinantikan oleh banyak orang. Musim baru yaitu hari yang baru, suasana yang baru, perjuangan yang baru bersama-sama dengan Tuhan. Tahun 2017, telah kita lewati bersama, banyak hal yang terjadi baik suka maupun duka, dan saat ini kita telah memasuki musim baru yaitu awal yang baru ditahun 2018 ini.
Beberapa tindakan yang harus kita lakukan untuk masuk dalam musim yang baru :
1. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu
Seperti yang dikatakan oleh Allah kepada Yosua sebelum dia memimpin orang Israel untuk masuk ketanah perjanjian agar dia menguatkan dan meneguhkan hati.
(I Kor 16:13) “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!”
Ada empat sikap yang dikehendaki Tuhan yaitu:
A.Berjaga-jagalah, dalam hal
Bersiap menyambut kedatangan Tuhan (Mat 24:42) “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang”
Sebab hari Tuhan itu tidak ada yang tahu saatnya, datangnya seperti pencuri (I Tes 5:2) dan pada saat yang tidak kita sangka (Luk 12:40) dan pasti terjadi.
B. Jangan jatuh dalam pencobaan
(Mat 26:41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”
(I Pet 5:8) “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”
Iblis sedang berjalan berkeliling artinya mereka sedang bekerja keras. Iblis juga mengaum-aum artinya menebar doktrin palsu, fitnah, dusta, teror dan ketakutan, mencari orang yang dapat ditelannya, yang lalai, lengah dan tidak berjaga-jaga. Sebagai orang percaya, kita harus berjaga-jaga supaya jangan jatuh kedalam pencobaan.
C. Bertekun dan berdoa sambil mengucap syukur
(Kol 4:2) “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur”
Mengapa kita harus berdoa? (Mat 26:41) yaitu supaya kita jangan jatuh dalam pencobaan, sebab daging kita lemah dan supaya Tuhan mengabulkan permohonan kita. Doa merupakan kekuatan kita untuk menghadapi pencobaan dan menghadapi tantangan dalam hidup ini, sehingga kita keluar dan menjadi pemenang.
Alasan kita mengucap syukur karena itu merupakan korban yang dikendaki Tuhan, dan ucapan syukur merupakan pengakuan tentang segala kebaikan Tuhan.
(Ibr 13:15) “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya”
D. Menguasai diri dan menjadi tenang
(II Kor 9:25) “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
Menguasai diri agar kita tidak melakukan kehendak daging yang selalu ingin berbuat dosa. Amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Leave a Reply