[Khotbah] Sukacita Dalam Kegagalan, Minggu 11 Febuari 2018
SUKACITA DALAM KEGAGALAN
Habakuk 3:17-19
“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku”
Habakuk adalah seorang nabi Tuhan yang pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Dia mengalami kejadian yang sangat menyedihkan akibat hukuman Tuhan karena dosa yang dilakukan oleh orang Israel. Hal ini juga seringkali dialami oleh orang percaya yang mengalami kegagalan dalam hidupnya karena dosa. Bahkan orang yang mengasihi Tuhan sekalipun, pasti pernah mengalami kejadian seperti yang dialami oleh Habakuk.
Apa yang dialami oleh Habakuk? Kegagalan, kekurangan, hal yang mengecewakan, namun saat semuanya itu terjadi, Habakuk tidak menggugat Tuhan atau kecewa dengan Tuhan.
Daud juga pernah mengalami seperti yang dialami oleh nabi Habakuk yaitu dia menderita kekurangan, ketakutan, putus harapan saat dia melarikan diri dari kejaran raja Saul dan musuh-musuhnya.
Daud sempat menggugat Tuhan dengan berkata “Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu, sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku! Datanglah kepadaku, tebuslah aku, bebaskanlah aku oleh karena musuh-musuhku” (Maz 69:18)
Bagaimanakah sikap kita jika sedang berada dalam pergumulan dan penderitaan hidup? Apakah sikap kita benar dihadapan Tuhan? Ataukah sikap kita bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan?
Habakuk tetap bersukacita saat keadaannya buruk dan semuanya gagal. Namun sungguh luarbiasa karena dia tetap bersukacita dalam Tuhan. Kegagalan tidak mempengaruhi hati Habakuk untuk tetap bersukacita. Sebagai orang percaya, kita juga harus tetap bersukacita dalam segala keadaan baik suka maupun duka, sehat maupun sakit, kelimpahan maupun kekurangan dll.
Semua penderitaan dan pergumulan hidup, jangan sampai mengambil sukacita dari dalam hidup kita.
Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam Roma 8:35 “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”
Banyak orang kristen juga mengalami seperti yang dialami oleh Habakuk, namun Tuhan ingin sikap kita seperti Habakuk yang tetap bersukacita dalam Tuhan.
Dalam II Kor 8:1-3 “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan”
Jemaat di Makedonia saat itu keadaannya sangat miskin, namun ditengah kekurangan, mereka memberi bahkan mendesak Paulus untuk menerima pemberian mereka dan turut mengambil bagian dalam pelayanan.
Kekurangan tidak membuat orang di Makedonia kehilangan sukacita, hal ini terbukti dengan kerelaan hati mereka untuk memberi bagi pelayanan pekabaran Injil.
Mengapa Habakuk dapat bersukacita walaupun dia mengalami kegagalan dan penderitaan? Jawabannya ada dalam ayat 19 “ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku”
Rahasia kekuatan Habakuk didalam penderitaannya adalah karena dia berada didalam Tuhan, dan mempercayakan hidupnya kepada Tuhan sebagai penolong dan kekuatan hidupnya.
Seperti Habakuk yang percaya bahwa Tuhanlah kekuatannya, maka demikian pula kita harus percaya bahwa Tuhan Yesus adalah kekuatan kita disetiap situasi dan kondisi hidup ini….amin.
Oleh Pdt Sonny Liando S.Th

Leave a Reply