[Khotbah] The New Beginning (2), Minggu 07 Januari 2018
THE NEW BEGINNING (2)
Yosua 1:1-4
“Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”
Yosua dan bangsa Israel, akan memasuki tanah perjanjian, yaitu sebuah tempat yang baru dan ini artinya adalah sebuah musim yang baru, permulaan yang baru bagi mereka. Musim baru adalah musim yang dinantikan oleh banyak orang. Musim baru yaitu hari yang baru, suasana yang baru, perjuangan yang baru bersama-sama dengan Tuhan. Tahun 2017, telah kita lewati bersama, banyak hal yang terjadi baik suka maupun duka, dan saat ini kita telah memasuki musim baru yaitu awal yang baru ditahun 2018 ini.
Beberapa tindakan yang harus kita lakukan untuk masuk dalam musim yang baru :
- Kuatkan dan teguhkanlah hati
Seperti yang dikatakan oleh Allah kepada Yosua sebelum dia memimpin orang Israel untuk masuk ketanah perjanjian agar dia menguatkan dan meneguhkan hati.
(I Kor 16:13) “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!”
- Berdiri teguh
Tuhan ingin agar kita berdiri teguh dalam menghadapi tantangan, seperti sebuah rumah yang berdiri diatas batu karang yang tidak tergoyahkan oleh apapun juga.
Beberapa syarat supaya kita tetap berdiri teguh adalah:
A. Understanding
Artinya yaitu orang kristen yang hidup karena pengertian.
I kor 15:2 “Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu–kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya”
Dalam terjemahan BIS “Kalau kalian berpegang teguh pada apa yang saya beritakan itu, maka kabar baik itu menyelamatkan kalian; kecuali kalau saudara percaya tanpa pengertian”
Sebagai orang percaya kita hidup dengan pengertian yaitu dengan dapat merasakan peranan Tuhan dalam hidup kita. Jika kita tidak hidup dalam pengertian maka akan memunculkan beberapa tipe kekristenan yaitu orang kristen apa adanya, orang kristen yang kadang-kadang, orang kristen musiman dll.
Kristen tanpa pengertian akan mengejar kebenaran bukan karena “iman” tetapi karena “perbuatan”. Hal ini seperti yang terjadi pada bangsa Israel yang mengejar kebenaran bukan karena iman, tetapi karena perbuatan sehingga mereka tersandung pada batu sandungan (Roma 9:32)
Mereka menutup mata terhadap kebenaran (Kristus) yang telah datang sebagai Mesias sebab mereka hanya memikirkan tindakan yang berbau fisik dan bukan hal rohani (Roma 10:2)
Orang kristen yang hidup tanpa pengertian yang benar maka prioritas hidupnya yang utama adalah kedudukan, nama besar, sarat dengan aturan, tata cara, asesoris dalam hidup dan ibadah dll.
B. Freedom
Artinya yaitu bebas dari kuk perhambaan (Gal 5:1) “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan”
Jangan lagi tergiur kepada dosa masa lalu, kekeliruan, pelanggaran, kesalahan dimasa lalu. Mari kita tinggalkan dan biarkanlah itu berlalu.
C. Hope of the Gospel
Artinya yaitu pengharapan akan Injil Kristus (Kol 1:23) “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil”
Pengharapan akan Injil yaitu:
– Kebangkitan orang mati (Kis 24:15)
– Harta yang tidak pernah habis (Luk 12:33)
– Upah yaitu mahkota kebenaran (II Tim 4:8)
– Kemenangan (I Yoh 5:4)
D. Unity
Artinya yaitu berdiri didalam kesatuan (Kol 4:12 ; Ef 4:3)
Sebagai bahan perenungan :
– Perselisihan menghasilkan dukacita dan air mata
– Pertengkaran menghasilkan pembenaran diri
– Perseteruan akan menghasilkan kemarahan
– Perkelahian akan menghasilkan luka batin, dendam dan akibatnya adalah hidup ini akan menjadi berat, oleh karena itu kita perlu Kristus. Jika Kristus ada dalam hidup kita maka Dia akan mengubah yang berat jadi berkat.
E. Peace
Artinya yaitu hidup berdamai dengan semua orang (Ibr 12:14) “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan”
Amin….
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Leave a Reply