[Khotbah] The New Beginning (5), Minggu 04 Febuari 2018
THE NEW BEGINNING (5)
Yosua 1:1-4
“Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”
Yosua dan bangsa Israel, akan memasuki tanah perjanjian, yaitu sebuah tempat yang baru dan ini artinya adalah sebuah musim yang baru, permulaan yang baru bagi mereka. Musim baru adalah musim yang dinantikan oleh banyak orang. Musim baru yaitu hari yang baru, suasana yang baru, perjuangan yang baru bersama-sama dengan Tuhan. Tahun 2017, telah kita lewati bersama, banyak hal yang terjadi baik suka maupun duka, dan saat ini kita telah memasuki musim baru yaitu awal yang baru ditahun 2018 ini.
Beberapa tindakan yang harus kita lakukan untuk masuk dalam musim yang baru sesuai dengan (I Kor 16:13) “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!” Adalah:
- Berjaga-jagalah, Kuatkan dan teguhkanlah hati
Seperti yang dikatakan oleh Allah kepada Yosua sebelum dia memimpin orang Israel untuk masuk ketanah perjanjian agar dia menguatkan dan meneguhkan hati.
- Berdiri teguh
Tuhan ingin agar kita berdiri teguh dalam menghadapi tantangan, seperti sebuah rumah yang berdiri diatas batu karang yang tidak tergoyahkan oleh apapun juga.
- Bersikaplah seperti laki-laki
Menjadi laki-laki yang dewasa, petarung dan bertahan dalam penderitaan.
- Tetaplah kuat
Kita harus tetap kuat dalam menjalani tahun ini, karena ada banyak tantangan yang akan kita hadapi dalam musim yang baru ini.
Ada beberapa contoh orang yang harus tetap kuat yaitu:
– Petani yang mana mereka harus mengolah tanah dengan baik
– Nelayan yang mana peralatannya harus dipersiapkan dan diperbaiki
– Atlet yang mana harus selalu meningkatkan latihannya
– Pedagang yang mana harus melakukan terobosan baru dan memiliki
strategi untuk mengembangkan usahanya
– Pegawai yang mana harus meningkatkan disiplin dan etos kerja
Hal ini juga berlaku bagi Yosua dan orang Israel dalam persiapannya untuk masuk kedalam tanah perjanjian. Tuhan berkata kepada Yosua “Hanya kuatkan dan teguhkanlah hatimu” (Yos 1:6,7,9)
Pesan ini mengisyaratkan keadaan yang akan dihadapi oleh Yosua saat dia dan orang Israel diseberang sungai Yordan yaitu :
- Adanya tanggung jawab yang besar.
Hal ini merupakan suatu tanggung jawab yang berat bagi Yosua, namun Yosua beruntung karena memiliki seorang mentor yang luar biasa yaitu Musa. Apa yang diterima Yosua dari Musa?
– Pengurapan (Bil 27:18) akibatnya adalah Yosua memiliki roh kebijaksanaan (Ul 34:9)
– Pendelegasian wewenang (Bil 27:19) akibatnya mendapatkan jaminan akan penyertaan Tuhan (Ul 31:7-8)
– Otoritas, wibawa dan karisma (Bil 27:20) akibatnya Yosua mengalami mujisat seperti Musa. (I Tim 4:14, II Tim 1:6)
Tahun 2018 adalah tahun yang penuh dengan tanggung jawab dan apa yang telah Tuhan berikan harus dikerjakan sesuai dengan firman Tuhan.
Kepada siapakah kita bertanggung jawab ?
– Tuhan, yaitu iman kita harus bertumbuh
– Keluarga, dengan menuntun mereka kepada kebenaran
– Gereja, dengan membangun persekutuan orang percaya
– Masyarakat, dengan menjadi warga negara yang baik
- Adanya musuh yang tangguh.
– Benteng Yerikho luasnya 4 Ha temboknya terdiri dari dua lapis terdiri dari tembok bagian luar yang tebalnya 1,8 m, dan tembok dalam tebalnya 3,6 m, jarak antara tembok 3,6-4,5 m. Tingginya 9 m sehingga dapat dibangun rumah diatasnya.
– Penduduk asli yaitu 7 bangsa (Ul 7:1)
Yaitu orang Het (Teror dan ketakutan, sumber kepahitan), orang Girgasi (Membangun diatas tanah liat, yang labil), orang Amori (Arogan, sombong)
orang Kanaan (Keserakahan nafsu harta duniawi), orang Feris (Hidup tanpa perlindungan/tanpa covering), orang Hewi (Hidup mapan, dalam zona nyaman), orang Yebus (Mengandalkan diri sendiri)
- Adanya pertolongan Tuhan.
Dengan syarat harus :
– Memikul tabut perjanjian Allah artinya mencari hadirat Allah
– Mengikuti tabut artinya mengikuti Tuhan dengan segenap hati
– Memakai strategi illahi artinya mengikuti rencana Tuhan
Dan akhirnya tembok Yeriko runtuh dan orang Israel dapat masuk ketanah perjanjian…..amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Leave a Reply