[Khotbah] I m a n, Minggu 28 Januari 2018
I M A N
Ibrani 11:1-3
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”
Allah adalah Alfa dan Omega, yang telah ada dan yang akan datang. Mengapa kita dapat percaya bahwa Yesus itu ada? Itu disebabkan karena iman. Mengapa kita ada di gereja hari ini? Itu karena iman. Mengapa kita mau memberi sesuatu bagi orang lain dan memberi diri untuk pelayanan? Itu karena iman.
Tuhan tidak dapat kita lihat, tapi Tuhan dapat dirasakan dalam kehidupan kita. Itulah iman.
Ketika Allah menciptakan langit dan bumi, maka Tuhan hanya berfirman dan semuanya tercipta, hanya manusia yang diciptakan dan dibentuk oleh tangan Allah sendiri, dan semua itu kita percaya telah terjadi….itu karena iman.
Oleh karena itu apapun yang ditulis dalam Alkitab, kita harus memperca
yainya dengan segenap hati kita. Tuhan ingin kita memiliki iman.
Dalam hidup ini, ada 3 jenis iman yaitu :
- Iman yang bertindak (Keluaran 14:16-22)
“Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering”
Ketika Firaun dan tentara Mesir mengejar orang Israel, maka orang Israel berseru-seru pada Tuhan minta pertolongan. Tuhan menyuruh Musa untuk mengacungkan tongkatnya keatas laut Teberau agar laut itu terbelah menjadi dua.
Saat Musa mengangkat tongkatnya, belum terjadi apa-apa, namun saat Orang Israel menginjakkan kakinya diatas air, maka terbelahlah Laut Teberau. Ini berbicara tentang iman yang bertindak.
Ketika kita memiliki iman yang bertindak, maka tidak ada perkara yang tidak akan terjadi dalam hidup kita.
Dalam hidup ini, Tuhan juga mau agar kita memiliki iman yang bertindak, bukan hanya iman saja, tapi iman dan perbuatan.
- Iman yang berkuasa (I Samuel 17:4)
“Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal”
Goliat membuat seluruh orang Israel dan raja Saul ketakutan dan terintimidasi.
Namun saat Daud datang dimedan pertempuran, Daud tidak takut dan dia lalu menantang Goliat. Apa yang membedakan Daud dengan Saul?
Daud melihat Allah lebih besar dari Goliat sedangkan Saul melihat Goliat lebih besar daripada Allahnya.
Tuhan juga mau agar kita seperti Daud yang memiliki iman yang berkuasa, yang melihat Allah lebih besar daripada semua masalah dan pergumulan kita. Inilah yang disebut iman yang berkuasa. Saat kita memiliki iman yang berkuasa, maka kita akan melihat kebesaran Allah dalam hidup kita.
Akibat iman Daud yang berkuasa, maka hal itu memberikan kemenangan bagi Daud dan orang Israel. Akhirnya Goliat mati dan orang Filistin dikalahkan. Mengapa Daud dapat memiliki iman yang berkuasa? Karena dia memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, sehingga dia tidak takut dengan semua tantangan yang ada dihadapannya.
Milikilah iman yang berkuasa, yang mampu menembus batas kemustahilan.
- Iman yang berkorban (I Raja-raja 17:13)
“Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu”
Saat Elia berada disungai Kerit, Tuhan memberi makan lewat burung Gagak pada waktu pagi dan petang dengan membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.
Dan saat air sungai itu sudah kering, maka Tuhan menyuruh Elia pergi ke Sarfat untuk memberi makan Elia.
Saat itu Elia meminta roti kepada janda Sarfat tersebut, dan akhirnya janda itupun memberikan rotinya kepada Elia.
Janda Sarfat ini memiliki iman yang berkorban karena dia mau lebih dahulu untuk memberikan roti itu kepada Elia.
Ketika kita mendahulukan Tuhan, maka kita akan mengalami mujisat Tuhan. Iman yang berkorban dapat dilihat lewat pemberian kita kepada Tuhan. Amsal 3:9-10 “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya”
Amsal 11:25 “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum”……amin.
Oleh Pdt Christian Sirapanji

Leave a Reply