[Khotbah] The New Beginning (4), Minggu 21 Januari 2018
THE NEW BEGINNING (4)
Yosua 1:1-4
“Sesudah Musa hamba TUHAN itu mati, berfirmanlah TUHAN kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu, demikian: Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, kepada orang Israel itu”
Yosua dan bangsa Israel, akan memasuki tanah perjanjian, yaitu sebuah tempat yang baru dan ini artinya adalah sebuah musim yang baru, permulaan yang baru bagi mereka. Musim baru adalah musim yang dinantikan oleh banyak orang. Musim baru yaitu hari yang baru, suasana yang baru, perjuangan yang baru bersama-sama dengan Tuhan. Tahun 2017, telah kita lewati bersama, banyak hal yang terjadi baik suka maupun duka, dan saat ini kita telah memasuki musim baru yaitu awal yang baru ditahun 2018 ini.
Beberapa tindakan yang harus kita lakukan untuk masuk dalam musim yang baru sesuai dengan (I Kor 16:13) “Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!” Adalah:
- Berjaga-jagalah, Kuatkan dan teguhkanlah hati
Seperti yang dikatakan oleh Allah kepada Yosua sebelum dia memimpin orang Israel untuk masuk ketanah perjanjian agar dia menguatkan dan meneguhkan hati.
- Berdiri teguh
Tuhan ingin agar kita berdiri teguh dalam menghadapi tantangan, seperti sebuah rumah yang berdiri diatas batu karang yang tidak tergoyahkan oleh apapun juga.
- Bersikaplah seperti laki-laki
Hal-hal yang harus dimiliki oleh seorang laki-laki adalah :
- Mature (Dewasa)
I Kor 14:20 “Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu”. Seorang laki-laki haruslah seorang yang dewasa dan meninggalkan sifat kanak-kanak.
Beberapa sifat kanak-kanak yang harus dibuang yaitu:
-Butuh pujian dan disanjung.
-Butuh diperhatikan.
-Butuh didorong-dorong.
-Hanya ingin menerima tapi sulit melepaskan.
-Mudah dipengaruhi kata-kata manis.
-Penakut/cengeng.
-Ceroboh tanpa perhitungan.
-Temperamental.
-Suka melakukan hal-hal yang sepele.
-Tidak tahan kepada teguran.
Beberapa contoh sifat orang yang dewasa yaitu:
-Perkataan, yang baik,sopan, membangun, menyampaikan kebenaran firman Tuhan.
-Tingkah laku, yang meninggalkan tingkah laku kanak-kanak dan melakukan hal-hal yang bermakna bagi orang lain. Di Israel ada upacara Bar Mitzvah yaitu anak laki-laki yang sudah berumur 13 tahun dan dianggap sudah dewasa untuk siap diajar membaca Taurat. Bagi anak perempuan disebut Bat Mitzvah. Mereka dianggap dewasa dan bisa mengikuti ibadah orang Israel.
-Pemikiran. Ada negative thinking, positive thinking, dan Bible thinking, Tuhan ingin agar kita memiliki pikiran Kristus, pikiran yang sesuai dengan firman Tuhan.
“semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:8).
-Dapat menerima teguran.
-Dapat menikah dan mengikat perjanjian.
-Memiliki empati dan simpati kepada sekitar (Lukas 10:31-33) seperti perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati yang memiliki empati dan simpati kepada sesamanya.
- Fighter (Petarung)
(I Tim 6:12) “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi”
Tuhan mau kita seperti seorang petarung yang tangguh.
Karakter seorang petarung adalah :
-Training yaitu melatih diri
-Visioner yaitu mata yang tertuju pada garis akhir, upah, mahkota
-Persistent yaitu gigih pantang mundur
-Discipline yaitu disiplin diri
-Obey the rules yaitu taat pada aturan
- Strong in suffering (Tahan dalam penderitaan)
II Tim 2:3 “Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus”
Sebagian kehidupan kristen adalah memikul salib dan Tuhan ingin agar kita tetap kuat dan bertahan sampai akhir (Mat 16:24) “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku….amin.
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Leave a Reply