[Khotbah] Super Mother (2), Minggu 04 Maret 2018
SUPER MOTHER (2)
Kejadian 12:11-15
“Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.”
Pada saat kelaparan terjadi, maka Abraham membawa Sarai untuk mengungsi ke Mesir. Keadaan Sarai saat itu yaitu dia adalah seorang wanita yang cantik (Kej 12:11-15) Usia Sarai saat itu adalah 65 tahun dan Abram berusia 75 tahun jadi usia Sarai selisih 10 tahun dengan Abram, dan saat itu Firaun tertarik padanya (Kej 12:16) Juga pada Kej 20:1-4 raja Gerar tertarik padanya padahal usianya sudah 90 tahun (Kej 17:17). Dari bukti firman Tuhan tersebut, dapatlah dikatakan bahwa Sarai adalah seorang perempuan yang cantik, walaupun sudah tua.
Namun demikian, Sarai adalah seorang isteri yang tidak rohani, buktinya:
- Tidak percaya kepada janji Tuhan
- Usulannya menjerumuskan
- Berusaha menolong Tuhan
- Tidak bertanggung jawab
Kej 16:5 “Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau.”
Sarai sangat sensitif dengan apa yang terjadi, karena Hagar akhirnya mengandung dan Sarai merasa bahwa Hagar memandang rendah padanya. Sarai menjadi marah kepada Abram, padahal Sarai lah yang salah karena memberikan Hagar kepada Abram, Sarai lah yang mengalami kemandulan, dan Hagar adalah hambanya yang merupakan hasil didikan Sarai. Seharusnya Sarai bertanggung jawab dengan cara:
– Mendampingi suami sampai tujuan Tuhan tercapai
– Memberikan support kepada suami untuk tetap percaya kepada janji Tuhan.
Sebagai orang percaya, kita memiliki tanggung jawab dihadapan Tuhan dan sesama. Apakah tanggung jawab orang percaya?
– Menjadikan keluarga sebagai hunian yang menyenangkan, indikasinya :
Adanya kesatuan roh, menjadi sebuah keluarga yang rohani (Efe 4:36)
“Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera”. Adanya rekreasi dalam rumah tangga, yaitu tempat dimana dapat bermain dan menikmati berkat Tuhan.
Adanya komunikasi yaitu membangun hubungan sesama keluarga.
– Sebagai majikan dalam market place, yaitu dengan cara memperhatikan anak buahnya. Sebagai pekerja, yang harus memiliki loyalitas, komitmen, talenta saat melakukan tugas kita. Sebagai seorang profesional, harus bekerja dengan integritas.
– Sebagai pelayan digereja maka kita harus melayani Tuhan dengan kasih dan kesungguhan hati. Sebagai jemaat kita harus tertanam, bertumbuh dan berbuah.
- Mencampur aduk “rencana rohani” dengan “cara jasmani”
Sarai mengharapkan keturunan illahi dari seorang perempuan budak. Hal ini tentulah tidak sesuai dengan rencana Allah, karena janji Tuhan bahwa dari Sara lah perempuan merdeka yang akan menerima berkat Tuhan. Seringkali kita kehilangan berkat rohani karena tergoda dengan hal-hal jasmani yang kita lihat, sehingga rencana Tuhan gagal dalam hidup kita.
Jadi waspadalah kepada apa yang dirasakan dan dilihat oleh mata kita.
Hal ini terjadi pada Hawa yang melihat buah terlarang itu kemudian dia memakan buah pengetahuan baik dan jahat dan akhirnya mereka jatuh dalam dosa (Kej 3:6)
Contoh yang lain adalah Akhan (Yos 7:20-21) yang melihat dan mengambil barang-barang jarahan yaitu jubah buatan Sinear, perak dan emas.
Juga Petrus yang melihat dan merasakan tiupan angin, sehingga dia takut dan mulai tenggelam (Mat 14:30).
- Sangat kejam
Kej 16:6 “Kata Abram kepada Sarai: “Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya”
Karena Sara begitu marah dengan apa yang terjadi, maka dia berlaku sangat kejam kepada Hagar dengan cara menindas dan membuat Hagar sengsara.
- Mentertawakan janji Tuhan
(Kej 18:12) “Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?”
Mengapa Sara tertawa? Karena dia tidak percaya kepada janji Tuhan, namun akhirnya Sara berubah karena sekarang dia mendapatkan Ishak dan hal itu membuat Sara dapat tertawa penuh sukacita (Kej 21:6)
Bagi Sara, Ishak bukan hanya sekedar janji tetapi merupakan berkat yang menghapuskan aib Sara. Demikian juga dengan kita, berkat Tuhan haruslah membuat kita bersukacita.
Amsal 10:22 “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya”. Dalam bhs Inggris “He added no idol” artinya bahwa berkat itu tidak menjadi berhala bagi kita …..amin
Oleh Pdt Honny Supit Sirapanji M.Th

Leave a Reply