[Khotbah] The New Beginning (3), Minggu 14 Januari 2018
THE NEW BEGINNING (3)
Yesaya 43:19
“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara”
Tahun 2018 adalah tahun permulaan yang baru karena Tuhan berjanji untuk memberikan hal-hal yang baru dan terobosan yang baru dalam kehidupan kita. Bagian Tuhan adalah melakukan sesuatu yang baru, namun jangan lupa bahwa Tuhan juga ingin agar kita melakukan bagian kita masing-masing agar New Beginning menjadi kenyataan dalam hidup kita.
Ada beberapa hal yang Tuhan ingin untuk kita lakukan yaitu:
- Memiliki kantong kulit yang baru
(Lukas 5:37) “Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur”
Kantong kulit adalah lambang dari kehidupan pribadi kita sehari-hari. Tuhan ingin agar sebelum mengalami New Beginning, kita harus mengganti kantong kulit lama yaitu hidup lama kita dengan kantong kulit baru yaitu kehidupan yang baru bersama Kristus.
Kehidupan baru dimulai dengan pertobatan dan tindakan memberi diri untuk dibaptis selam (Roma 6:4).
Kehidupan baru berarti meninggalkan kehidupan lama yaitu berupa perbuatan daging (Galatia 5:19-21) “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Kita harus mempersembahkan kehidupan kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan pada Tuhan (Roma 12:1).
Jadi kantong kulit yang baru adalah hidup kita yang telah menjadi ciptaan baru/lahir baru dan selalu diperbaharui setiap hari.
Jika kantong kulit kita masih kantong kulit lama, maka kita tidak akan menerima hal-hal yang baru dari Tuhan Yesus.
- Memiliki hati yang baru
(Yehezkiel 36:26) “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat”
Apa itu hati yang baru? Yaitu hati yang mengenal Tuhan (Yeremia 24:7), hati yang lembut, hati yang taat, hati yang mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Sedangkan hati yang lama adalah hati yang keras, penuh kebencian, kepahitan, amarah, dendam, irihati, memberontak dll.
Jika kita memiliki hati yang baru maka dari dalam hati kita akan mengalir aliran-aliran air hidup yang menjadi berkat bagi orang lain (Yoh 7:38-39). Namun jika hati kita adalah hati yang lama, maka akan keluar hal-hal yang jahat (Mar 7:21-23).
Oleh karena itu kita harus menjaga hati dengan segala kewaspadaan, karena jika hati kita baik maka yang terpancar adalah kehidupan, namun jika hati kita rusak, maka yang akan terpancar adalah kematian (Amsal 4:23). Jika hati kita masih kotor dan penuh dengan hal jahat, maka Tuhan tidak akan memberikan hal-hal yang baru.
- Memiliki minyak yang baru
(Mazmur 92:11) “(92-11) Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru”
Apa manfaat minyak? Minyak dipakai untuk makanan, konsumsi, kesehatan, obat, kecantikan, parfum, kosmetik dll. Minyak adalah lambang dari Roh Kudus, jadi minyak yang baru artinya urapan yang baru dari Roh Kudus. Urapan yang baru dari Roh Kudus bukan hanya diterima saat penumpangan tangan, namun diterima saat kita dekat dan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan.
Contohnya Saul dan Daud yang menerima impartasi urapan dari Samuel, namun urapan Saul itu hanya sementara saja (I Sam 10:10-13) sedangkan urapan Daud itu selamanya (I Sam 16:13). Urapan Daud itu seterusnya dalam hidupnya karena Daud memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan sejak dia berada dipadang penggembalaan.
Diakhir zaman ini, kita harus menjadi seperti 5 anak gadis yang bijaksana, yang membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-bulinya (Mat 25:1-4).
Mari kita jaga urapan Roh Kudus dalam hidup kita, dan setiap hari minta agar Dia mengurapi kita dengan minyak yang baru….amin.
Oleh Pdt Aris Andrijanto SE,MA

Leave a Reply