[Khotbah] The New Beginning , Minggu 25 Februari 2018

THE NEW BEGINNING     

Yesaya 43:18-19

“firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?”

 

Visi gembala pembina pada Tahun 2018 adalah the new beginning atau tahun permulaan yang baru. Tahun permulaan yang baru adalah tahun terobosan baru, tahun pemulihan, tahun dimana Tuhan melakukan sesuatu yang baru dalam hidup kita.

Apa arti tahun permulaan yang baru?

– Tahun permulaan yang baru adalah tahun dimana Tuhan akan melakukan sesuatu yang baru dalam hidup kita. (Yes 43:18-19) “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara”

– Tahun permulaan yang baru berarti tentang proses bagi kita untuk meninggalkan kehidupan yang lama dan masuk dalam kehidupan yang baru. Hal ini dapat terjadi oleh karena firman Tuhan yang hidup dalam kehidupan kita (II Kor 5:17) “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”

– Tahun permulaan yang baru adalah tahun pemisahan yaitu Tuhan akan memisahkan orang fasik dan orang benar (Yes 55:7) “Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

– Tahun permulaan yang baru adalah waktu dimana kita mengalami mujisat yang tidak lazim atau mujisat yang tidak biasanya. (Mat 14:19)  “Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikan

nya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh”

Sebenarnya mujisat terbesar dalam hidup kita adalah saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup kita dan menerima keselamatan dalam Kristus. Semua orang menginginkan mujisat terjadi dalam hidupnya. Hal itu tentu baik, namun  sebenarnya yang terbaik adalah melakukan seluruh kehendak Allah. Seperti Daud yang melakukan kehendak Allah pada zamannya, sehingga karena dia melakukan kehendak Tuhan, maka hidupnya berkenan pada Tuhan (Maz 37:24-26)

“Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti”

Bahkan tangan Tuhan menopang Daud saat dia jatuh dan Daud tidak dibiarkan tergeletak.

Jadi orang benar yang melakukan kehendak Tuhan, akan mengakibatkan anak-cucunya diberkati dan dipelihara oleh Tuhan.

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh Daud sehingga dia berkenan pada Allah yaitu :

– Daud memiliki kesadaran dan memiliki sudut pandang baru yaitu dia menyadari bahwa dirinya adalah prajurit Allah (I Sam 17:26) “Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?”

– Daud percaya bahwa Allah pasti membelanya  (I Sam 17:36) “Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”

– Daud mau mengandalkan Allah (I Sam 17:39,45) “Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu”

Jika saat ini kita adalah orang yang mengasihi Tuhan dan mau melakukan kehendak Tuhan dan hidup berkenan padaNya, marilah lakukan itu dengan lebih sungguh-sungguh lagi (I Tes 4:1) “Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi”

Oleh Pdt Johnny Lumanto

Leave a Reply