Kehendak Bapa disorga

[COOL] Kehendak Bapa, Rabu 04 Juli 2018

KEHENDAK BAPA

Ref: Mazmur 143:10

PENDAHULUAN

Melakukan kehendak Bapa adalah ekspresi kasih kita untuk menyenangkan hati Tuhan. Apakah selama ini kita sudah melakukan kehendak Bapa? Atau apakah kita selama ini hanya melakukan kehendak diri sendiri? Renungkan pertanyaan ini! Pernahkah kita bertanya, “Apakah kehendakMu Bapa bagiku?” Sangat disayangkan jika orang percaya tidak mau melakukan kehendak Bapa, karena memang seringkali kehendak Bapa berlawanan dengan kehendak pribadi.

URAIAN

Inilah yang menjadi kehendak Bapa dalam hidup kita:

  1. Mengasihi Tuhan (Mat.22:37).

Dengan segenap hati DAN segenap jiwa DAN segenap akal budi.

  1. Tinggal dalam firman Tuhan (Yoh.15:7).

Ibarat ranting yang melekat pada pohon. Ranting bisa hidup karena menghisap sari-sari makanan dari pokoknya. Tanda ranting hidup adalah ia bisa tumbuh dan menghasilkan buah.

  1. Taat melakukan kehendak Tuhan (Flp.2:12).

Ketaatan pada Tuhan menjadi sulit dilakukan jika mengukurnya dengan nalar kita. Keinginan Tuhan tidaklah selalu sama dengan keinginan kita, sehingga untuk taat diperlukan perjuangan karena timbul pertentangan di pikiran kita. Kita akan bisa taat pada Dia jika kita bisa mengikis keegoisan kita.

SHARING

“Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”

“Pergumulan apa yang saudara hadapi sehingga terkendala melakukan kehendak Bapa?”

PENUTUP

Belajar untuk mengetahui kehendak Bapa dalam kehidupan kita, berarti belajar mengenal hati Tuhan lebih lagi. Tuhan akan selalu di pihak kita kalau kita mau melakukan kehendak Bapa dengan setia. Dan ketahuilah bahwa Ia tidak akan pernah meninggalkan kita sampai kapan pun.

Mengatasi Kegagalan

[COOL] Kuat Mengatasi Kegagalan, Rabu 23 Mei 2018

KUAT MENGATASI KEGAGALAN

Referensi: Efesus 6:10 <1>

PENDAHULUAN

Orang yang kuat adalah orang yang mampu mengatasi kegagalan. Selama kita hidup, tentu kita banyak mengalami tantangan dan kalau tidak berhati-hati, maka kita bisa jatuh dan mengalami kegagalan. Namun, apakah yang akan kita lakukan bilamana mengalami kegagalan? Apakah kita akan semakin terperosok? Ataukah kita akan segera bangkit dari kegagalan itu? Kalau kita memperhatikan tokoh-tokoh besar dalam Alkitab, mereka adalah orang-orang yang pernah mengalami kegagalan. Adam pernah gagal, Abraham pernah gagal, Musa pernah gagal, dan Petrus pun pernah gagal, bahkan ia menyangkali Yesus sampai tiga kali. Namun, mereka adalah orang-orang yang tidak terbenam dalam kegagalan. Mereka bangkit dari kekalahannya dan meraih kemenangan yang berasal dari Tuhan.

URAIAN

Agar kita dapat mengatasi kegagalan dan menjadi kuat, lakukanlah hal-hal berikut:

  1. Menyerahkan sepenuhnya hidup kita pada Tuhan.
  • Allah bisa membarui / memperbaiki hidup kita (Yer.18:4) <2>.
  • Allah kita seumpama tukang periuk yang tidak akan membuang bejana yang rusak, melainkan mengolahnya kembali untuk menjadikannya bejana yang baik, sesuai pandangannya.
  • Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
  • Di Tahun Permulaan Yang Baru, Tuhan sanggup mengubahkan hidup kita menjadi baru sesuai rencanaNya.
  1. Percaya sepenuhnya pada kuasa Tuhan.
  • Percayalah bahwa Dia adalah Allah Imanuel, yang beserta kita selamanya (Mat.28:20b) <3>.
  • Percayalah bahwa Allah bekerja dalam segala situasi hidup kita (termasuk berbagai masalah), untuk mendatangkan hal-hal baik atas kita (Rom.8:28) <4>.
  • Percayalah bahwa Allah sanggup melakukan segala hal dan tidak ada rencanaNya yang gagal (Ayb.42:2) <5>.

SHARING

“Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”

“Bagaimana umumnya reaksi kita saat mengalami kegagalan? Apa yang kita lakukan di saat seperti itu? Apakah pelajaran yang bisa kita ambil dari kegagalan kita?”

PENUTUP

Tahun 2018 adalah Tahun Permulaan Yang Baru. Kita sedang berada di Musim Yang Baru. Jika kita pernah mengalami kegagalan atau bahkan hari-hari ini kita sedang mengalaminya, janganlah kita tenggelam dalam kekecewaan, namun bangkitlah! Karena kita punya Tuhan yang sanggup membuat sesuatu yang baru. Ada jalan yang baru. Ada berkat yang baru. Karena Dia adalah Pintu di Tahun Permulaan Yang Baru ini (Yes.43:18-19).

Damai Sejahtera

[COOL] Mengalami Damai Sejahtera, Rabu 16 Mei 2018

MENGALAMI DAMAI SEJAHTERA

Referensi: Yeremia 29:11 <1>

PENDAHULUAN

Allah tidak merencanakan hal-hal yang mendatangkan celaka atas kehidupan orang percaya, bahkan yang Ia rencanakan adalah hal-hal yang mendatangkan damai sejahtera. Namun demikian, mengapa orang percaya tidak mengalami yang namanya “damai sejahtera” tersebut? Itu terjadi karena orang percaya masih menjalani kehidupan seperti orang dunia: Masih hidup dalam dosa. Masih kuatir. Masih kurang beriman. Masih suka berpikir negatif. Masih iri hati / dengki. Masih kepahitan.

URAIAN

Mari lakukan petunjuk firman Tuhan ini agar kita bisa hidup dalam damai sejahtera:

  1. Perhatikan dan lakukan perintah-perintah Tuhan (Yes.48:18) <2>.
  • Terutama perintah utama: Kasihi Tuhan dan kasihi sesama (Mat.22:37-40) <3>.
  • Mengasihi Tuhan ditandai dengan kemauan mentaati kehendak Tuhan dan menjaga hidup yang kudus.
  • Mengasihi sesama ditandai sikap murah hati, sabar, mengampuni
  1. Jangan pernah berhenti mengucap syukur (Flp.4:6-7) <4>.
  • Sikap mengucap syukur bisa mengatasi rasa kuatir.
  • Mengucap syukur dalam segala kondisi, baik maupun tidak baik.
  1. Teguhlah dalam iman.
  • Karena kuasa Tuhan sanggup melakukan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan (Ef.3:20) <5>.
  • Karena Tuhan dapat melakukan mujizat yang tidak lazim.
  1. Selalu berpikir positif (Flp.4:8-9) <6>.
  • Berpikiran negatif hanyalah menghasilkan stress, bahkan bisa depresi.
  • Berpikiran positif membuat tubuh sehat (Ams.17:22) <7>.
  • Pilihan di tangan kita sendiri: Mau memiliki kesukaan untuk berpikir negatif atau positif?! Jadi bukan disebabkan hal-hal di luar kita / faktor eksternal.
  1. Buanglah sifat iri hati (Ams.14:30) <8>.
  • Kehidupan tanpa iri hati mengakibatkan rasa tenang / tenteram di hati.
  • Kehidupan tanpa iri hati akan menyegarkan / menyehatkan tubuh juga.

SHARING

“Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”

“Sudahkah damai sejahtera menguasai hidup saudara? Jika belum? Apakah karena faktor-faktor di atas tidak kita lakukan? Adakah penyebab lainnya? Ceritakan!”

PENUTUP

Tuhan Yesus adalah Raja Damai (Yes.9:5-6). Perasaan damai sejahtera itu bersumber dari Dia. Tuhan Yesus adalah satu-satunya pribadi yang bisa memberikan damai sejahtera dalam hidup kita (Yoh.14:27). Damai sejahtera dari Tuhan, tidak bergantung pada situasi luar (enak / tidak enak, sehat / sakit, berhasil / gagal, dll), melainkan ditentukan oleh hubungan kita yang akrab dengan Tuhan.

jesus-on-the-cross

[COOL] Jangan sia-siakan pengorbanan Yesus, Rabu 09 Mei 2018

JANGAN SIA-SIAKAN

PENGORBANAN YESUS

Referensi: Matius 28:19-20 <1>

PENDAHULUAN

Kita telah mendengar tentang pengorbanan dan kematian Yesus di kayu salib (1Ptr.2:24, Flp.2:8) <2>. Namun pada hari ke-3 Tuhan Yesus bangkit, kemudian Ia menampakkan diri selama 40 hari, lalu Ia naik ke Surga sambil disaksikan murid-muridNya. Yesus berpesan agar murid-murid tidak meninggalkan Yerusalem (Kis.1:3-4) <3> sampai pencurahan Roh Kudus dinyatakan atas mereka. Setelah Roh Kudus dicurahkan, murid-murid mengalami kehidupan yang berbeda. Mereka benar-benar memberdayakan hidup mereka, sehingga pengorbanan Tuhan tidak menjadi sia-sia, baik bagi mereka dan juga bagi kita di masa ini.

URAIAN

Bagaimana sikap yang tidak menyia-nyiakan pengorbanan Tuhan Yesus? Apa yang harus dilakukan orang percaya? Berikut adalah pesan Tuhan sebelum Ia naik ke Surga:

  • Beritakanlah Injil Keselamatan (Mrk.16:15-16) <4>.
  • Jadilah saksi Kristus (Yoh.1:48, Kis.1:8) <5>.
  • Jadikan orang-orang di sekitar kita menjadi murid Tuhan: Tetangga, saudara, keluarga, sahabat, rekan kerja, dll.
  • Bawa / ajak mereka ke Cool. Ini adalah sebuah cara yang tidak sulit.
  • Ajarkan tentang Hukum Kasih Tuhan (Mat.22:37,39) <6>.
  • Bahwa Allah menyertai kita dan memberikan kemenangan bagi kita (1Taw.11:9) <7>.

SHARING

“Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”

“Apakah saudara sudah melakukan hal-hal di atas? Adakah kesulitannya?”

PENUTUP

Tuhan Yesus sudah mati bagi kita. Apa yang sudah dilakukanNya sangatlah mulia dan agung. Kita tentu harus menghargai pengorbananNya tersebut. Jangan sia-siakan dan marilah memberikan kehidupan kita yang terbaik bagi Dia (Rom.12:1-2).