Permulaan Yang Baru

[Cool] Tahun Permulaan Yang Baru, Rabu 03 Januari 2018

TEMA TAHUN BARU :

TAHUN PERMULAAN YANG BARU
Ref: 2 Kor.5:17

PENDAHULUAN

Tanggal 21 September 2017 sampai tanggal 28 September 2018, kalender Ibrani memasuki tahun 5778 yang disebutkan tahun Ayin Chet. Salah satu arti dari Ayin Chet adalah Tahun Permulaan Yang Baru. Artinya yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang (2Kor.5:17). Yang tidak baik sudah berlalu, yang baik sedang datang. Yang sakit disembuhkan, yang lemah dikuatkan. Yang miskin diperkaya. Memasuki tahun 2018 kita percaya sedang memasuki Tahun Permulaan Yang Baru. Tuhan akan memberikan pemulihan, kesembuhan, berkat yang berlimpah-limpah. Bersama dengan Tuhan tidak ada perkara yang mustahil. Tetapi untuk mengalaminya, kita harus melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

URAIAN

Ada 3 hal yang Tuhan kehendaki memasuki Tahun Permulaan Yang Baru:

  1. Harus mengasihi Tuhan di atas segalanya.
  • Perintah Tuhan (Mat.22:37:39).
  • Merupakan buah Roh Kudus (Gal.5:22).
  • Harus menghasilkan buah (Yoh.15:16).
  • Percaya sepenuhnya kepada Tuhan (Mzm.37:5).
  1. Harus menjadi pemenang.
  • Jangan lari dari persoalan (Yak.1:12).
  • Dengan cara Allah (Yes.55:8-9).
  • Hanya mengandalkan Tuhan (Yer.17:7).
  • Bukan melawan darah dan daging (Ef.6:12).
  1. Harus dipenuhi Roh Kudus.
  • Roh Kudus adalah kuasa (Kis.1:8).
  • Dapat melihat seperti apa yang Tuhan lihat (Mat.14:31).
  • Kuasa mujizat (1Raj.17:7-16).

SHARING

“Berikan contoh tanda mengasihi Allah di atas segalanya. Berikan contoh yang dimaksud jadi pemenang. Berikan contoh orang yang dipenuhi Roh Kudus.”

LAGU

“Lebih Dari Pemenang”

Bagi Allah Tidak Ada Yang Mustahil

[Cool] Sebab bagi ALLAH tidak ada yang Mustahil, Rabu 13 Desember 2017

TEMA NATAL COOL :

SEBAB BAGI ALLAH TIDAK ADA YANG MUSTAHIL
Ref: Lukas 1:26-38

PENDAHULUAN

Setiap Natal mengingatkan akan kasih Allah kepada kita, supaya setiap orang yang percaya dan menerima Yesus tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal, artinya setiap orang yang percaya pasti akan masuk ke dalam surga (Yoh.3:16). Bahkan Tuhan berjanji akan memberikan hari depan yang penuh harapan (Yer.29:11). Tuhan berkuasa untuk membuat orang buta untuk melihat, orang lumpuh untuk berjalan, orang tuli untuk mendengar, bahkan orang mati dibangkitkan. Sampai hari ini Tuhan sanggup melakukan mujizat. Tetapi untuk mengalami mujizat ada beberapa hal yang harus kita lakukan.

URAIAN

Apa yang harus kita lakukan?

  1. Harus menyadari siapakah kita.
  • Manusia Allah (1Tim.6:11).
  • Keturunan ilahi (Mal.2:15).
  • Anak-anak Allah (Yoh.1:12).
  1. Harus percaya Allah sanggup melakukan mujizat.
  • Jangan bimbang (Mat.14:31).
  • Melupakan apa yang telah di belakang (Flp.3:13).
  • Serahkan kuatir kepada Tuhan (Mzm.55:23).
  1. Harus mengandalkan Tuhan.
  • Seperti Daud mengalahkan Goliat (1Sam.17:38-39, 45-47).
  • Seperti Yosua dan Kaleb (Bil.14:6-8).
  • Seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego (Dan.3:17-18).

SHARING

“Berikan kesaksian melalui berbagai pengalaman dari masing-masing 3 hal di atas!”

 

LAGU

“Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil”

Pertumbuhan Iman

[Cool] Mengalami Pertumbuhan Iman , Rabu 06 Desember 2017

TOPIK MINGGU LALU : “MENGAMPUNI ITU MUTLAK”.
SEBUTKAN 3 CARA MENGAMPUNI YANG SEMPURNA?

MENGALAMI PERTUMBUHAN IMAN
Ref: Matius 17:20

PENDAHULUAN

Mengapa dua orang beribadah di tempat yang sama, belajar yang sama, mendengar firman yang sama, tapi mengalami pertumbuhan dan pengalaman iIahi yang berbeda?! Iman dan percaya itu selalu bersama-sama, di mana iman itu dipunyai karena tindakan percaya. Kita terbiasa hidup dengan melihat, bukan hidup karena percaya. Di sini masalahnya bukan tentang tidak memiliki iman, tetapi karena kurang percaya. Jika ada yang bertanya adakah tingkatan pertumbuhan iman? Tentu saja ada. Secara sederhana ada perbedaan sebagai berikut:

  • Iman yang lemah (Rom.14:1) dan iman yang kuat (1Kor.16:13).
  • Iman yang kecil (Luk.17:6) dan iman yang besar (Mat.15:28).
  • Iman kanak-kanak (1Kor.13:11,14:20) dan iman dewasa (Ibr.5:14).
  • Kurang beriman (Mat.14:31) dan beriman sepenuhnya (Mat.21:21-22).

URAIAN

Bagaimana mengalami pertumbuhan iman?

  1. Iman bertumbuh karena firman Tuhan.

Iman timbul dari pendengaran akan firman Allah (Rom.10:17). Supaya iman tumbuh dan tambah teguh, kita perlu firman Tuhan tiap hari untuk dibaca, direnungkan, dan dipraktekkan. Dengan demikian kita mendapatkan kekuatan Allah untuk mengalahkan dunia (Rom.1:16-17).

  1. Iman bertumbuh oleh pengujian.

Pengujian iman adalah tindakan Allah untuk meningkatkan iman seseorang jadi lebih berkualitas. Jika iman itu hidup, maka setiap orang percaya harus siap menghadapi berbagai ujian yang diperlukan untuk pertumbuhan rohaninya sehingga memperoleh buah yang matang.

  1. Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan penderitaan.

Ada resiko aniaya atas tiap orang yang beribadah kepada Tuhan (2Tim.3:12). Mengapa demikian? Karena penderitaan bukan saja merupakan konsekuensi ibadah kita, tapi juga sebuah panggilan dan karunia (Fil 1:29). Setiap penderitaan yang kita alami, bernilai sebagai karunia panggilan dan sebagai alat pendidikan untuk menumbuhkan iman kita.

  1. Iman bertumbuh dengan persoalan.

Orang percaya tidak pernah lepas dari masalah (Mzm.34:20). Jika kita menghadapi persoalan masih dengan cara dan sikap yang lama, pasti kita akan kalah. Hadapilah dengan sikap yang baru, maka pasti kemenangan akan kita peroleh.

SHARING

“Adakah kejadian hidup saudara yang membuat iman terguncang? Apa yang saudara alami dan lakukan selanjutnya? Bagikan!”

PENUTUP

Di penghujung 2017 ini, bagaimana dan ada di mana iman kita? Biarlah hidup kita masih terus memiliki keyakinan pada ”dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”.

Mengampuni

[Cool] Mengampuni itu mutlak , Rabu 19 November 2017

TOPIK MINGGU LALU : “PANGGILAN DAN PENGABDIAN”.
APA YANG BISA KITA PELAJARI DARI KETELADANAN HIDUP RASUL PAULUS?

MENGAMPUNI ITU MUTLAK
Ref: Matius 6:14

PENDAHULUAN

Mengampuni adalah suatu tindakan yang sangat penting dilakukan oleh seorang percaya, karena dengan jelas Alkitab mengatakan minimal ada tiga akibat yang sangat merugikan ketika seseorang tidak mengampuni, yaitu :

  1. Ia adalah seorang pembunuh kalau ia tidak mengampuni (1Yoh.3:15).
  2. Doanya tidak akan dijawab kalau ia tidak mengampuni (Mrk.11:24-25)
  3. Bapa di Surga tidak akan mengampuni kalau seseorang tidak mengampuni kesalahan orang (Mat.6:14)

Jadi kita bisa lihat bahayanya kehidupan seorang Kristen kalau tidak bisa melepaskan pengampunan.

URAIAN

Mengampuni bukan hanya perkataan “mengampuni” yang hanya keluar dari mulut saja, tetapi harus keluar dari mulut DAN hati kita. Saat ini kita akan belajar bagaimana cara mengampuni yang sempurna dari seorang yang pernah disakiti, yaitu Yusuf. Bagaimana cara Yusuf mengampuni?

  1. Tidak mempublikasikan kesalahan orang lain.

Ketika Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, ia tidak mau orang lain ada di sekitarnya (Kej.45:1). Ia tidak mau orang lain tahu apa yang telah mereka perbuat terhadap dia. Yusuf melindungi saudara-saudaranya. Dia mengampuni mereka dengan sempurna. Mungkin kita tidak bisa melupakan perbuatan yang menyakitkan dari orang lain, tetapi kita dapat berhenti membicarakan hal itu kepada orang lain.

  1. Tidak mengungkit-ungkit lagi kesalahan orang lain.

Ketika saudara-saudara Yusuf tahu tentang dia, maka mereka semua ketakutan akan apa yang telah mereka perbuat terhadap Yusuf (Kej.45:3-5). Tetapi Yusuf menghibur mereka dan tidak mengungkit-ungkit kesalahan mereka. Yusuf justru menenangkan hati saudara-saudaranya. Jika Allah kita tidak mengingat dosa-dosa kita (Yes.43:25), maka kita juga harus berhenti mengungkit-ungkit kesalahan orang lain pada kita.

  1. Melepaskan pengampunan yang tulus, sebab mengetahui rencana Allah dalam segala masalah yang dihadapi adalah untuk mendatangkan kebaikan padanya (Rom.8:28).

Yusuf tidak melihat perbuatan saudara-saudaranya sebagai sesuatu yang jahat, tapi di balik itu semua ada rencana Allah yang besar bagi kehidupan Yusuf (Kej.45:5).

SHARING

“Tindakan apa yang bisa kita lakukan ketika kita disakiti oleh orang lain? Bagaimana menurut saudara kalau kita membicarakan kesalahan orang lain terhadap kita, sekalipun kita membicarakannya kepada orang yang kita percaya?!”

PENUTUP

Mengampuni adalah kata yang mudah diucapkan tetapi seringkali pengampunan tersebut tidak tulus. Ketika kita mengampuni, biarlah itu dibuktikan dengan berhenti membicarakan kesalahan seseorang tersebut kepada orang lain. Jangan ungkit lagi kesalahannya yang lalu, ketika kita ada masalah baru dengan orang tersebut. Buat mereka nyaman kalau mereka datang pada kita dan bukannya membuat mereka merasa bersalah terus.