Api Kemuliaan Tuhan

[COOL] Api Kemuliaan Tuhan, Rabu 01 Agustus 2018

API KEMULIAAN TUHAN

Ref: Yoel 2:28-32 <1>

PENDAHULUAN

Hari-hari ini kita sedang memasuki dan berada dalam era Pentakosta yang ketiga. Sebagaimana yang kita ketahui, Pentakosta pertama terjadi di loteng Yerusalem saat 120 orang murid-murid Tuhan bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama. Kemudian Pentakosta kedua terjadi pada tahun 1906 di Azusa Street – Los Angeles,  dipelopori oleh William Seymour di mana terjadi dampak yang luar biasa, banyak penduduk dunia menjadi orang Kristen. Sekarang dalam era Pentakosta ketiga ini pun  akan terjadi penuaian jiwa dalam skala besar-besaran, bahkan yang terbesar dan yang terakhir sebelum Yesus datang untuk kali kedua. Gereja dan umat Tuhan akan dipakai Tuhan dalam penuaian besar ini. Inilah saat di mana api kemuliaan Tuhan sedang turun (Fire & Glory).

URAIAN

Apa bagian yang harus kita lakukan sebagai gerejaNya dalam memasuki Pentakosta ketiga ini supaya penuaian jiwa besar-besaran terjadi juga melalui hidup kita? Lakukanlah seperti yang Elia lakukan di masanya (1Raj.18:30-35) <2>:

  1. Menantang nabi baal.

Kita harus komitmen melawan iblis (Yak.4:7) <3>.

  1. Memperbaiki mezbah Tuhan yang runtuh.

Perhatikan ibadah kita kepada Tuhan (Ibr.12:28) <4>.

  1. Menyusun 12 batu.

Kita harus bersatu / unity.

  1. Mempersembahkan korban yang terbaik.

Persembahan terbaik adalah hidup / diri kita (Rom.12:1-2) <5>.

  1. Memberikan yang ‘mahal’ pada Tuhan.

Persembahkan apa yang bernilai terbaik dan bernilai tinggi dari hidup kita.

Saat Elia selesai melakukan hal-hal tersebut, kemuliaan Tuhan dinyatakan.Fire & Glory turun, sehingga akhirnya bangsa Israel bertobat (1Raj.18:38-39) <6>.

SHARING

Umum: “Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”

Khusus: “Sejauh mana kerinduan kita tentang pertobatan jiwa? Atas keluarga kita, lingkungan kita, kota kita, bangsa kita? Apa yang mau saudara lakukan saat ini supaya penuaian jiwa terjadi melalui hidup saudara?”

PENUTUP

Bangkitkan diri kita sekarang! Putuskan untuk ambil bagian dalam kegerakan Pentakosta ketiga ini sebagaimana Tuhan sudah taruh RohNya dalam diri kita untuk jadi saksiNya.

Penyertaan Tuhan

[COOL] Penyertaan Tuhan, Rabu 25 Juli 2018

PENYERTAAN TUHAN

Ref: Keluaran 13:20-22,15:22-27

PENDAHULUAN

Dalam kehidupan orang percaya seringkali terjadi hal-hal yang tidak kita ingini seperti musibah, kegagalan, dan kemalangan. Dalam keadaan seperti itu seringkali kita bertanya, “Apa arti penyertaan Tuhan itu?”. Pertanyaan demikian bisa muncul karena memiliki konsep yang keliru tentang penyertaan Tuhan. Bahkan ada yang mundur dari imannya kepada Kristus di saat proses kehidupan mendera. Seandainya kita mengerti arti yang benar dari penyertaan Tuhan, niscaya kita akan tetap teguh dan tabah dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup yang menerpa kita.

URAIAN

Arti penyertaan Tuhan:

  1. Penyertaan Tuhan bukan berarti kita hidup bebas dari masalah.
  • Dari ayat referensi di atas diperlihatkan bagaimana Allah sendiri menyertai umat Israel dengan Tiang Awan dan Tiang Api.
  • Tetapi di Kel.14:1-2, Tuhan sendiri yang memerintahkan Musa untuk membawa umat berkemah di Pihahirot, yang artinya Jalan Lembah.
  • Lembah melambangkan kesukaran, masalah, dll.
  • Ternyata tangan Tuhan memimpin mereka masuk lembah kehidupan yang tidak nyaman. Dalam kondisi demikianlah justru Tuhan membuat mereka melihat mujizat yang tidak lazim.
  1. Penyertaan Tuhan bukan berarti kita akan selalu berkecukupan (Kel.15:24).
  • Sekalipun Israel disertai Tuhan, tetapi Tuhan ijinkan mereka kekurangan air, yang mengakibatkan mereka bersungut-sungut.
  • Janganlah mengukur penyertaan Tuhan dengan keberhasilan seseorang secara materi.
  • Terkadang Tuhan mengijinkan kita masuk dalam kekurangan, sehingga akhirnya Tuhan menunjukkan bahwa Dia Adalah Penyedia setiap kebutuhan kita.
  • Tetaplah percaya Tuhan walaupun saat ini sedang mengalami kesukaran.
  1. Penyertaan Tuhan berarti bahwa Tuhan menuntun umatNya pada jalan yang tidak salah (Kel.15:27).
  • Dikatakan, “…sesudah itu sampailah mereka…” Artinya Tuhan tidak pernah salah menuntun umatNya.
  • Meskipun harus melalui jalan-jalan yang tidak sesuai dengan harapan umat Israel, tetapi akhirnya Tuhan pimpin mereka pada jalan penuh berkat dan kemuliaan.

SHARING

“Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”

“Bagaimanakah selama ini sikap saudara saat diijinkan menghadapi masalah?”

PENUTUP

Dalam segala masalah yang kita hadapi, percayalah bahwa Allah tetap menyertai kita, meskipun kita merasa Tuhan jauh, padahal Dia sangat dekat ketika kita dalam keadaan seperti itu. Tetaplah kuat dan selalu bersyukur karena Tuhan sedang merenda hidup kita.

Hidup Berbuah

[COOL] Hidup Untuk Berbuah, Rabu 18 Juli 2018

HIDUP UNTUK BERBUAH

Ref: Filipi 1:22

PENDAHULUAN

Menjadi pertanyaan mendasar bagi kita semua, apakah arti hidup bagi kita? Mungkin jawaban yang kita terima akan berbeda-beda. Ada orang yang berkata hidup baginya untuk kerja, atau ada pula yang berkata hidup untuk makan, atau untuk mengumpulkan harta, atau untuk berkeluarga serta membesarkan anak, dan mungkin ada orang yang berkata hidup untuk menunggu kematian dan lain sebagainya. Apa yang firman Tuhan ajarkan tentang arti kehidupan bagi kita sebagai orang percaya? Dalam Flp.1:20 dikatakan bahwa kehidupan jadi berarti jika kita bisa menghasilkan buah, karena itu artinya memuliakan nama Kristus.

URAIAN

Buah apa saja yang harus kita hasilkan?

  1. Buah Kekudusan (Rom.6:22).
  • Tuhan menghendaki kita kudus karena Dia kudus.
  • Kekudusan merupakan buah dari keselamatan kita.
  1. Buah Karakter Kristus (2Kor.3:18).
  • Memiliki karakter Kristus adalah tujuan kehidupan kita.
  • Untuk memiliki karakter Kristus harus diproses. Tidak bisa instan.
  • Proses kehidupan harus dilalui sampai kita berjumpa Kristus muka dengan muka. Proses kehidupan akan menyempurnakan kita seperti Yesus hidup.
  1. Buah Karya Kehidupan (Kol.1:10).
  • Buah ini adalah hasil segala pekerjaan baik yang kita lakukan.
  • Buah karya kehidupan adalah hasil kerja yang memuliakan Allah.
  1. Buah Kehidupan Yang Berguna Bagi Orang Lain (Flp.1:24-26).
  • Keberadaan kita di mana pun adalah bertujuan agar jadi berkat buat orang lain.
  • Menjadi berkat dengan cara menjadi contoh / teladan hidup.

SHARING

“Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”

“Dalam bentuk kehidupan apa sajakah kita bisa berbuah? Berikan contoh! Peran apa saja yang sudah ditunjukkan kepada orang di sekeliling kita sehingga kita jadi berkat buat mereka?”

PENUTUP

Mari renungkan kembali apa tujuan kita hidup di dunia ini? Segala sesuatu yang kita kerjakan di dunia ini untuk siapa? Dan setelah kita mati apa yang bisa kita bawa untuk Nya? Pertanyaan-pertanyan seperti itu adalah dasar dari apa yang akan menjadi fokus hidup kita. Banyak orang hanya mencari perkara-perkara yang sementara dan hanya memfokuskan untuk dirinya sendiri sampai mengabaikan kehidupan yang kekal. Marilah kita berkomitmen: Apapun yang kita lakukan, prestasi apapun yang kita raih, serta kesuksesan apapun yang kita gapai, hendaklah kita hanya berkata bahwa semuanya itu untuk kemuliaanNya.

AbrahamAndSarah

[COOL] Iman dan Mujizat, Rabu 11 Juli 2018

IMAN & MUJIZAT

Ref: Roma 4:20

PENDAHULUAN

Abraham menerima janji Allah karena iman yang kuat. Allah berjanji akan memberikan seorang anak dan akan menjadikan Abraham sebagai bapa bagi banyak bangsa. Masalahnya adalah usia Abraham semakin tua dan Sara secara manusiawi sudah tidak mungkin dapat mempunyai anak, dan janji Tuhan belum juga dinyatakan. Namun demikian, Abraham tidak dipengaruhi oleh situasi yang kelihatannya bertolak belakang dengan janji Allah. Ia berjalan dengan iman, bukan dengan penglihatannya. Akibatnya, karena imannya itu mujizat terjadi di dalam hidupnya.

URAIAN

Berikut adalah tindakan nyata dari iman yang kuat, yang menghasilkan mujizat:

  1. Percaya pada apa yang firman Tuhan katakan (Rom.4:18).
  • Sekalipun tidak ada alasan untuk berharap, tapi tetap pegang teguh firmanNya.
  • Keyakinan yang didasarkan atas firman Tuhan, melahirkan timbulnya iman pada kehendak Allah.
  • Jika ingin dapat jawaban doa, berdoalah atas dasar firman Tuhan. Dapatkan ayat-ayat yang mendukung doa kita.
  1. Tidak berjalan dengan penglihatan jasmani (Rom.4:19).
  • Sekalipun usia dan kondisi manusiawi nampaknya sudah mustahil untuk dapat mujizat, lihatlah kehidupan ini dengan penglihatan rohani ke arah Tuhan.
  • Mata rohani diarahkan dengan iman kepada Tuhan segala tuhan dan kepada kuasa ilahi Tuhan kita yang tidak terbatas, bukan pada situasi jasmani yang ada.
  1. Selalu memuliakan Allah atas apapun yang terjadi (Rom.4:20-21).
  • Abraham memuliakan Allah. Ia mengucap syukur dalam pujian penyembahan kepada Allah. Kapan? Pada waktu ia belum dapat jawaban doa. Saat ia belum lihat mujizat. Inilah yang namanya iman!
  • Jangan jadi peragu seperti Tomas. Dia melihat dulu baru bisa percaya dan baru bisa mengucap syukur. Ini sama sekali bukanlah iman.

SHARING

“Berdasarkan uraian di atas, ceritakan / diskusikan salah satu atau seluruh hal tersebut berdasarkan pengalaman hidup saudara.”

“Bagaimana iman saudara hari-hari ini? Apakah masih juga dikuasai keraguan / kebimbangan pada Tuhan?

PENUTUP

Dasarkan iman kita pada firman Tuhan, baik saat kita berdoa maupun saat menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Jangan dasarkan pada situasi. Nyatakan pujian dan syukur kita kepada Dia, dalam keadaan enak maupun tidak enak. Dia adalah Allah El-Shadai yang sanggup mencukupkan semua kebutuhan kita menurut kekayaan kemuliaanNya dalam Kristus. Percayalah bahwa Ia sanggup melakukan apa yang telah Ia janjikan.