jesus-healing-blind-man-

[COOL] Mujizat Yang Kreatif, Rabu 30 Januari 2018

TOPIK MINGGU LALU : “ORANG PERCAYA YANG BERHASIL”

ULANGI PRINSIP-PRINSIP KEBERHASILAN ORANG PERCAYA!

MUJIZAT YANG KREATIF

Referensi: Yohanes 2:1-11

PENDAHULUAN

Memasuki tahun 2018 yang disebut “Tahun Permulaan Yang Baru” ini, Tuhan memberikan visi untuk kita imani, bahwa di tahun ini Tuhan akan banyak melakukan mujizat yang kreatif dalam segala aspek kehidupan, terlebih di dalam keluarga kita. Biarlah di musim yang baru ini, kita meresponinya dengan benar, sehingga banyak hal ajaib yang terjadi dalam keluarga kita. Hal ini Tuhan rencanakan karena rancanganNya yang baik, bukan yang jahat (Yer.29:11) <2>.

URAIAN

Mari baca dan renungkan kembali kisah di atas dan mari perhatikan beberapa hal berikut agar mujizat yang kreatif dapat kita alami:

  1. Menghadirkan Yesus dalam keluarga kita.
  • Undang Yesus, bukan saja dalam keadaan susah, tapi dalam segala keadaan.
  • Kita harus bisa mengucap syukur dalam segala keadaan (1Tes.5:18) <3>.
  1. Menyiapkan hati agar senantiasa dalam kondisi benar.
  • Jika di masa / tahun lalu ada hal-hal yang membuat kita kecewa / sakit hati / kesal / dsb., maka di tahun ini kita harus membuangnya dan menyiapkan hati yang bersih, agar mujizat kreatif dapat terjadi.
  1. Mentaati perintah-perintah Tuhan sekalipun tidak dimengerti.
  • Ketaatan adalah kunci menerima mujizat.
  • Seringkali keadaan tidak membuat kita mengerti sehingga seolah-olah tidak dapat melakukan apa yang Tuhan katakan. Abaikan itu dan taat saja pada perintah / firman Tuhan.

SHARING

“Apakah saudara pernah mengalami mujizat yang kreatif? Apa yang terjadi? Ceritakan dan apa dampaknya bagi kehidupan kita?”

PENUTUP

Mujizat  yang kreatif Tuhan nyatakan agar banyak jiwa percaya kepada Dia. Ini adalah masa di mana penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir sedang terjadi. Dan itu terjadi melalui kehidupan kita, yang akan membawa pengaruh bagi komunitas, kota, dan bahkan bangsa. Lakukan hal-hal di atas dan selamat mengalami mujizat yang kratif.

Orang Percaya Yang Berhasil

[Cool] Orang Percaya Yang Berhasil, Rabu 24 Januari 2018

TOPIK MINGGU LALU : “TINGGALKAN YANG LALU”.
3 PERSIAPAN DIRI UNTUK MEMASUKI PERMULAAN BARU. APA SAJAKAH ITU?

ORANG PERCAYA YANG BERHASIL
Ref: Amsal 1:3

PENDAHULUAN

Tidak ada orang yang mau gagal. Semua pasti ingin sukses dan maju dalam hidupnya. Karena itu setiap orang giat bekerja supaya memiliki kehidupan dan penghasilan yang lebih baik. Namun demikian, prinsip firman Tuhan menyatakan bahwa berkat Tuhanlah yang bisa jadikan kita kaya / berhasil, bukan karena segala usaha dan kekuatan kita belaka (Ams.10:22, Mzm.127:2).

URAIAN

Berikut adalah prinsip-prinsip keberhasilan bagi orang-orang percaya:

  1. Mencari Tuhan (2Taw.26:3-5).
  • Carilah Tuhan karena kita mengasihiNya, bukan karena berkat-berkatNya. Takutlah akan Tuhan.
  • Bila terus mencari Tuhan dan melakukan kebenaran, maka Tuhan buat usaha kita berhasil.
  • Mencari Tuhan perlu bayar harga. Ada korban yang perlu kita berikan: waktu, hobby, dll.
  • Mencari Tuhan = mendahulukan Tuhan = membangun keintiman dengan Tuhan melalui doa-pujian-penyembahan dan pembacaan firman Tuhan; maka keberhasilan akan mengikuti kita dengan sendirinya.
  1. Hidup benar di mata Tuhan (1Raj.15:11).
  • Milikilah komitmen untuk hidup benar di hadapan Tuhan dan tidak kompromi dengan dosa.
  • Miliki keberanian untuk tegak dalam kebenaran.
  • Tidak kompromi dengan dosa memang tidak mudah. Ada resiko kehilangan teman / hubungan.
  • Jadilah orang yang memberikan pengaruh positif di lingkungan kita dan jadilah teladan.
  • Kehidupan semacam ini akan memimpin kita pada keberhasilan.
  1. Menyerahkan perbuatan kepada Tuhan (Ams.16:3).
  • Tuhan rindu kita punya kehidupan yang berserah kepadaNya.
  • Jangan pernah andalkan kekuatan manusiawi karena itu berakibat kutuk (Yer.17:5-6).
  • Semakin andalkan Tuhan dan berharap kepada Dia, mendatangkan berkat besar (Yer.17:7-8).

SHARING

“Apakah saudara mengalami kesulitan untuk melakukan 3 prinsip di atas? Apa alasannya dan bagaimana agar kita dapat melakukan dan mengalami keberhasilan? Ceritakan dan berbagilah solusinya!”

PENUTUP

Keberhasilan merupakan kerinduan hati Tuhan atas setiap orang percaya. Mari belajar melakukan prinsip-prinsip di atas dan lakukanlah itu dengan setia. Percayalah bahwa apa yang kita tabur akan kita tuai, dan kita akan menuai keberhasilan.

Tinggalkan Yang Lalu

[Cool] Tinggalkan Yang Lalu, Rabu 17 Januari 2018

TOPIK MINGGU LALU : “JANJI PENYERTAAN TUHAN”.
SEBUTKAN 2 HAL YANG JADI NASEHAT TUHAN UNTUK MERAIH JANJI PENYERTAANNYA?

TINGGALKAN YANG LALU
Ref: 2 Korintus 5:17

PENDAHULUAN

Saat ini kita sudah berada di tahun yang baru. Memasuki tahun yang baru ini, Tuhan memberikan tuntunan untuk kita ketahui dan pahami, agar kita dapat menerima berkatNya yang dikhususkan di tahun ini. Permulaan baru yang sejati pada dasarnya hanya dapat terjadi dalam Kristus, karena Dia adalah Yang Awal dan Dia memprakarsai sebuah “permulaan baru” dalam kehidupan mereka yang percaya kepadaNya.

URAIAN

Mari mempersiapkan diri untuk memasuki permulaan baru yang ada di hadapan kita dengan cara:

  1. Memiliki hati yang baru (Ams.4:23, Mat.5:7-8).
  • Jangan bawa dari musim yang lama: kekecewaan, sakit hati, amarah, iri hati.
  • Tinggalkan semua sampah yang membahayakan masa depan kita.
  • Datang pada Tuhan, akui tiap penghalang, mohon pengampunanNya, dan bertobat.
  • Lepaskan pengampunan.
  1. Fokus memasuki / menjalani apa yang ada di depan (Flp.3:14).
  • Lupakan kegagalan maupun keberhasilan di masa yang sudah berlalu, yang dapat berpotensi menghalangi permulaan baru yang Tuhan sudah siapkan.
  • Hindari berputar-putar pada masalah yang sama.
  • Berdamailah dengan masa lalu kita. Tutup pintu masa lalu kita.
  1. Terus membangun roh, jiwa, dan tubuh (1Tes.5:23).
  • Jadilah seperti rajawali yang dibarui untuk memasuki ketinggian-ketinggian baru, wilayah-wilayah baru, dimensi-dimensi baru, cara-cara baru.
  • Ini waktunya masuk fase yang baru, dengan kondisi roh, jiwa, dan tubuh yang terpelihara sempurna dalam kehidupan dan pelayanan kita.

SHARING

“Apakah ada penghalang yang membuat kita tidak bisa mengalami permulaan baru di tahun ini? Ceritakan dan dapatkan solusinya bersama jemaat lainnya.”

PENUTUP

Untuk memasuki sebuah permulaan baru, langkah pertama adalah meninggalkan yang sudah berlalu, kemudian fokus pada apa yang ada di depan, sambil memastikan terus menjaga / memelihara seluruh keberadaan kita, maka perjalanan kita ke depan akan disertai Tuhan dan dibuatNya berhasil.

Penyertaan Tuhan

[Cool] Janji Penyertaan Tuhan, Rabu 10 Januari 2018

TOPIK MINGGU LALU : “TAHUN PERMULAAN YANG BARU”.
APA YANG TUHAN KEHENDAKI MEMASUKI TAHUN PERMULAAN YANG BARU INI?

JANJI PENYERTAAN TUHAN

(THE YEAR OF THE NEW BEGINNINGS)

PENDAHULUAN

Setiap memasuki tahun yang baru, setiap orang pasti berharap untuk dapat mengalami keadaan yang lebih baik dari tahun yang sudah dilalui. Jika kita amati, baik atas orang percaya maupun belum percaya, ada 3 golongan orang-orang dalam hal sikap / cara pandangnya dalam menghadapi masa yang baru, yaitu: (1) Mereka yang pesimis, (2) Mereka yang pasrah, (3) Mereka yang optimis.

URAIAN

Tema yang disampaikan bagi gereja kita di tahun 2018 ini adalah Tahun Permulaan Yang Baru, di mana Tuhan memberikan janji tentang berkat, anugerah, dan penyertaan yang baru atas kita. Nasehat Tuhan bagi kita di tahun ini adalah:

  1. Jangan terikat masa lalu (Flp.3:13-14).

Beberapa contoh dalam Alkitab:

  • Bangsa Israel saat keluar dari Mesir; Mereka selalu terbelenggu oleh masa lalunya. Walaupun selalu mendapat kebaikan dan mujizat Tuhan, hati dan pikiran mereka selalu kembali ke Mesir, padahal Tuhan sudah janjikan Tanah Perjanjian yang penuh berkat. Ingatan masa lalu mereka, lebih kuat daripada harapan di masa depan.
  • Istri Lot; Saat diperintahkan Tuhan meninggalkan Sodom, ia menoleh ke belakang dan menjadi tiang garam. Hati dan pikirannya ada di mana sebelumnya berada (Kej.19:26).
  • Yusuf; Hatinya tidak terikat masa lalu (walaupun ia dibenci, dijual, difitnah, dilupakan), tetapi tetap memandang ke depan untuk meraih mimpi-mimpinya, di mana ia akhirnya menjadi orang terkemuka di Mesir (Kej.41:41).
  • Paulus; Sebelumnya ia adalah penganiaya jemaat, namun mendapat panggilan Tuhan dan kemudian meninggalkan masa lalunya yang gelap, dan menjadi rasul Tuhan yang luar biasa.
  1. Arahkan pandangan selalu kepada Tuhan (Kol.3:1-2).

Maka:

  • Kita tidak akan merasa takut, karena di tangan Tuhanlah masa depan kita. Ketakutan adalah musuh iman. Tanpa iman, kita tidak akan mendapatkan janji-janji Tuhan digenapi dalam hidup kita. Bahkan tanpa iman, kita tidak mungkin berkenan kepada Allah (Ibr.11:6a).
  • Kita akan selalu mendapat kekuatan di saat menghadapi semua persoalan (Mzm.16:8).

SHARING

“Sudah siapkah kita melepaskan keterikatan akan masa lalu kita, di mana masa lalu kita mungkin dipenuhi dengan penyesalan, kesalahan, kegagalan, bahkan kesuksesan?!”

PENUTUP

Tuhan tidak pernah sesaat pun meninggalkan kita dalam kondisi apapun. Dalam Tuhan selalu ada pengharapan akan masa depan (Yer.29:11). Berkomitmenlah untuk selalu mengarahkan pandangan kepada Tuhan dalam segala situasi hidup kita.