[Cool] Siapa Penentu Keadaan?, Rabu 18 Oktober 2017
EVALUASI TOPIK MINGGU LALU : “PERSEMBAHKANLAH TUBUHMU”.
BAGAIMANA CARA MEMPERSEMBAHKAN TUBUH KEPADA TUHAN ITU?
SIAPA PENENTU KEADAAN?
Ref: –
PENDAHULUAN
Allah kita adalah Allah yang berkuasa menciptakan segala sesuatu dari tiada menjadi ada. Langit dan bumi ini adalah hasil ciptaanNya. Allah juga berkuasa menentukan apapun dan terhadap siapapun (termasuk manusia). Allah kita adalah Allah yang konsisten. Allah yang sangat disiplin memegang aturan melalui firmanNya. Allah tidak mungkin melanggar aturanNya sendiri. Jika Allah berperan dalam menentukan segala sesuatu, di mana peran manusia dalam segala situasi kehidupan ini? Apakah manusia juga memiliki peran dalam menentukan keadaannya sendiri?
URAIAN
Penentu keadaan:
- Dalam hal berkat.
- (7:7-8) <1>; jangan salah mengerti tentang ayat ini. Adalah benar bahwa kita bisa meminta berkat kepada Tuhan, tapi jika kita tidak melakukan usaha apapun juga, itu bukanlah hal yang alkitabiah.
- Firman Tuhan katakan “carilah” dan “ketoklah”, artinya manusia juga harus lakukan usaha untuk meraih berkat dari Tuhan. Bukan sekedar doa dan tiba-tiba berkat datang sendiri.
- Berdoalah disertai berusaha. Baca dan diskusikan (3:6-12) <2>
- Dalam hal kesembuhan:
- Sama halnya dengan meminta berkat. Banyak orang minta mujizat kesembuhan (Mat.9:35) <3> tanpa berusaha untuk berupaya menjadi sembuh.
- Adalah benar bahwa segala penyakit bisa disembuhkan oleh Tuhan, tapi cara penyembuhannya adalah bukan seturut kehendak kita, tapi kehendak Tuhan. Ingat sekali lagi: bukan semau kita..!!
- Pelajari (8:22-24 dan Yoh.9:1-7) <4>.
- Seringkali kesembuhan itu tidak instan (melalui mujizat), melainkan harus melalui proses.
- “Siloam” berarti “diutus”. Artinya bisa saja Tuhan menghendaki kesembuhan kita itu terjadi melalui suatu utusan (upaya medis, upaya obat-obatan, dll). Hal ini tergantung kita sendiri, apakah kita mau “masuk” ke Kolam Siloam itu atau tidak. Mau masuk untuk menjadi sembuh, atau tidak mau masuk dan tidak mendapatkan kesembuhan.
SHARING
“Bagikan pengalaman-pengalaman untuk memperoleh berkat dan kesembuhan, baik yang dialami secara supranatural maupun yang dialami melalui proses-proses!”
PENUTUP
Kita harus memiliki cara berpikir yang benar dalam memandang kehidupan ini. Berkat dan kesembuhan adalah hal yang semua manusia inginkan. Selain Tuhan sebagai penentu keadaan, kita pun memiliki peran yang menentukan untuk mendapatkan berkat dan kesembuhan itu. Berdoalah untuk memiliki pengertian ini dan alamilah hidup yang berkemenangan.



