Iman dalam keluarga

[Cool] Iman menentukan Kebahagiaan dalam Keluarga, Rabu 26 Juli 2017

EVALUASI TOPIK MINGGU LALU TENTANG “HIDUP DIPIMPIN ROH KUDUS”.

SEBUTKAN CIRI-CIRI ORANG HIDUPNYA DIPIMPIN ROH KUDUS!

Iman Menentukan Kebahagiaan Dalam Keluarga
Ref: 1 Yohanes 5:4-5

PENDAHULUAN

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman adalah mata untuk melihat apa yang tidak kelihatan. Iman dapat menentukan banyak hal dalam kehidupan kita; baik kita secara pribadi, terlebih bagi keluarga kita. Kebahagiaan suatu keluarga bukan ditentukan oleh banyaknya harta kekayaan atau fasilitas yang mereka miliki, namun ditentukan oleh iman yang dimiliki oleh keluarga tersebut.

URAIAN

Keluarga yang bahagia adalah keluarga yang beriman kepada Tuhan. Mengapakah demikan?

  1. Karena iman adalah dasar sebuah keluarga dalam mengambil keputusan yang benar (Ibr.11:24-25).
  • Musa mengambil keputusan yang tepat untuk kembali pada bangsanya dan Tuhannya.
  • Keputusannya menjadikan dia dipakai Tuhan untuk membawa bangsanya keluar dari perbudakan.
  • Keluarga akan bahagia jika mengambil keputusan bersama berdasarkan iman pada Tuhan.
  1. Karena iman sangat menentukan sifat dan karakter orang-orang dalam sebuah keluarga (Luk.19:8).
  • Orang sepelit Zakheus bisa berubah jadi sangat dermawan. Imannya kepada Yesus, membuatnya sadar bahwa segala hartanya tidak dapat dibandingkan dengan keselamatan kekal yang Tuhan sediakan.
  • Hal yang sama terjadi dengan Paulus. Seorang pembunuh dirubah jadi seorang rasul Tuhan yang luar biasa.
  • Keluarga akan bahagia jika setiap orang di dalamnya memiliki karakter ilahi, yang bersumber atas iman masing-masing anggota keluarga kepada Tuhan.
  1. Karena iman memberikan kekuatan saat goncangan menerpa sebuah keluarga (2Tes.1:4).
  • Semua orang yang hidup, tidak ada yang bebas dari masalah. Kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi masalah, lalu bisa menjadi kuat dan keluar jadi pemenang, ditentukan oleh seberapa besar imannya kepada Tuhan.
  • Keluarga akan bahagia jika tidak ada seorangpun di dalamnya, yang tidak menyerah saat harus menghadapi tantangan kehidupan, tapi justru saling menguatkan keyakinan bahwa Tuhan ada untuk membuat mereka mampu mengatasi setiap kesulitan.

SHARING

“Apakah kita memakai iman kita saat menghadapi masalah dan saat mengambil keputusan? Jika tidak menggunakannya, mengapa?! Tantangan apakah dalam keluarga saudara yang pernah / sedang dialami? Apa yang sudah / akan dilakukan untuk mengatasinya?!”

 

PENUTUP

Apapun yang kita hadapi selama kita masih hidup di dunia ini, jangan pernah melepaskan iman kita atas Tuhan. FirmanNya bahkan katakan jika segala sesuatu yang kita lakukan tanpa iman, itu adalah dosa (Rom.14:23). Apakah saudara rindu menjadi keluarga-keluarga yang berbahagia? Lakukan prinsip iman ini dalam keluarga masing-masing. Wujudkan “unity” di keluarga masing-masing.

dipimpin-roh-kudus

[Cool] Hidup dipimpin oleh Roh Kudus, Rabu 19 Juli 2017

EVALUASI TOPIK MINGGU LALU TENTANG “HARUS BISA MENGAMPUNI”.

BAGAIMANAKAH MENGAMPUNI DENGAN CARA YANG BENAR?

HIDUP DIPIMPIN ROH KUDUS
Ref: Roma 8:14-15

PENDAHULUAN

Hidup kekristenan kita tidak akan dapat menjadi sempurna, jika hidup kita tidak dipimpin oleh Roh Kudus. Untuk dapat dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita harus lebih dahulu dipenuhi Roh Kudus. Ketika kita sudah dipenuhi Roh Kudus, maka barulah kita akan dapat mendengar suara Roh Kudus.

URAIAN

Ciri orang yang hidupnya dipimpin Roh Kudus:

  1. Hidupnya tidak dalam kedagingan, melainkan oleh Roh (Rom.8:9).
  • Hidup dalam kedagingan adalah hidup yang berseteru dengan Allah.
  • Hidup dalam kedagingan adalah hidup yang tidak tunduk pada hukum-hukum Allah.
  1. Hidupnya optimis dan bergairah (Rom.8:11).
  • Memiliki keyakinan bahwa kefanaan / penderitaan ini tidak kekal.
  • Menjalani keseharian dengan selalu bersemangat.
  1. Hidupnya untuk bersaksi tentang Tuhan (Rom.8:16).
  • Roh Kudus diutus untuk bersaksi tentang Yesus (Yoh.15:26).
  • Orang yang dipenuhi Roh Kudus pastilah suka untuk bersaksi tentang Tuhan (hal-hal ilahi).
  • Orang Kristen yang tidak suka bersaksi = hidupnya tidak dipimpin Roh Kudus.

SHARING

“Sudah berapa lamakah kita menjadi orang Kristen? Sudahkah hidup kekristenan kita ini dipimpin oleh Roh Kudus? Masihkah lebih suka mendengar kedagingan atau mendegar Roh Kudus? Manakah yang lebih dominan?”

 

PENUTUP

Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus adalah hidup yang menuju pada kekekalan, yaitu hidup selamanya bersama Tuhan Yesus di Surga yang mulia. Percayalah bahwa Roh Kudus mampu menuntun kita sehingga tidak tidak akan terjerumus dalam “jurang maut”. Biarkanlah hidup kita dipimpin Roh Kudus, karena Roh Kudus adalah Allah sendiri, yang hidup di dalam kita.

Mengampuni

[Cool] Harus bisa mengampuni, Rabu 12 Juli 2017

EVALUASI TOPIK MINGGU LALU TENTANG “PEDANG ROH”.

APA SAJA MANFAAT MEMBACA FIRMAN TUHAN ITU?

HARUS BISA MENGAMPUNI
Ref: Matius 18:21-22

PENDAHULUAN

Suatu kali Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus, jika ada seseorang yang berdosa kepadanya dan perlu diampuni, berapa kalikah kesempatan pengampunan yang pantas diberikan; apakah cukup maksimal tujuh kali saja?! Tuhan Yesus katakan harus sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Jawaban ini tentu saja mengejutkan Petrus. Jumlah tersebut adalah bilangan yang teramat besar untuk hal pengampunan, karena mengampuni orang yang telah melukai / mengkhinati hati, bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Walaupun demikian, Tuhan Yesus sudah ajarkan bahwa kita harus bisa lakukan hal ini. Ampunilah orang lain sebesar apapun kesalahannya pada kita, karena jika kita tidak bisa mengampuni orang lain, maka kita tidak bisa masuk Surga (Mat.6:14-15).

URAIAN

Pengampunan yang harus kita lakukan adalah:

  1. Tanpa batas.
  • Mengampuni tidak kenal waktu. Terus menerus tanpa batas waktu.
  1. Tanpa syarat.
  • Artinya melepaskan pengaduan dan hak kita atas orang yang bersalah pada kita.
  • Baca Mrk.11:25.
  • Artinya mengampuni bukan setengah-setengah. Harus tanpa sisa. Bukan dengan kepalsuan.
  • Itulah cara mengampuni yang benar (cara yang ilahi).

SHARING

“Adakah yang punya pengalaman ketika disakiti / dilukai sesama? Apa yang dirasakan dan apa yang saudara lakukan saat itu? Apakah diresponi dengan cara yang Tuhan mau? Atau dengan cara lain?”

 

PENUTUP

Keputusan kita untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita adalah keputusan yang sangat vital, yang turut mempengaruhi apakah kita bisa masuk Surga atau tidak (Mat.18:23-30,35).

Pedang Roh Allah

[Cool] Pedang Roh, Rabu 05 Juli 2017

EVALUASI TOPIK MINGGU LALU TENTANG “SURGA DAN NERAKA”.

SIAPA SAJA YANG BISA MASUK SURGA DAN SIAPA YANG MASUK NERAKA?

PEDANG ROH
Ref: Efesus 6:17b

PENDAHULUAN

Dalam kehidupan yang kita jalani ini, sebenarnya kita sedang menghadapi peperangan, namun bukan berperang melawan sesama manusia (darah dan daging), melainkan melawan iblis dan antek-anteknya. Firman Allah mensyaratkan untuk peperangan ini kita harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata dari Allah; ingat… bukan sebagian! Salah satu perlengkapan tersebut adalah PEDANG ROH, yaitu Firman Allah. Ketika Tuhan Yesus melawan iblis, Dia selalu berkata, “Ada tertulis Firman Tuhan…”. Karena itulah mengapa kita harus selalu membaca Alkitab yang berisi Firman Tuhan, sehingga kita senantiasa diperlengkapi dengan Pedang Roh ini untuk bisa melawan si jahat. Jika kita jarang membacanya ― bahkan tidak pernah ―, bagaimana mungkin kita bisa mengalahkan iblis?! Isi kehidupan dengan Firman Allah, maka kita bisa memiliki senjata hebat ini.

URAIAN

Berikut adalah manfaat membaca, merenungkan, dan melakukan Firman Allah (2Tim.3:16):

  1. Untuk mengajar (Tit.2:12).
  2. Untuk menyatakan kesalahan & memperbaiki kelakuan(Yer.18:11).
  3. Untuk mendidik orang dalam kebenaran (Ibr.12:11).

SHARING

“Masing-masing ceritakan kebiasaan dalam membaca Alkitab. Apakah teratur? Jarang? Sesekali saja? Hanya di gereja saja? Jika tidak teratur, apa sebabnya? Bagaimana agar bisa menjadikannya teratur?”

 

PENUTUP

Pemazmur menyadari begitu pentingnya membaca Alkitab, sehingga ia menyatakan adalah sebuah kebahagiaan kalau kesukaan kita adalah Firman Tuhan (Mzm.1:2). Jadi jangan lewatkan sehari pun tanpa membaca Alkitab. Tuntaskan membacanya dari Kejadian sampai Wahyu. Setelah selesai, baca kembali berulang-ulang, sampai Tuhan Yesus datang kembali menjemput kita, yang sungguh-sungguh mengasihi Dia.